----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

Stockholm, 31 Maret 1999

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

BERSATULAH PEMIMPIN-PEMIMPIN MUSLIM UNTUK MEMBANGUN KEMBALI DAULAH ISLAM
RASULULLAH DENGAN UNDANG UNDANG MADINAHNYA.
Ahmad Sudirman
Modular Ink Technology Stockholm - SWEDIA.

Tanggapan untuk Saudara Hasan Rasyidi (Indonesia)

Pada tanggal 31 Maret 1999 saudara Hasan Rasyidi dari sabili telah
melambungkan pemikirannya yang diberi subyek "Haruskah Partai Islam
Bersatu?" melalui cara pengambilan suara online dari rakyat Indonesia lewat
http://www.egroups.com/list/sabili -nya.

Tanggapan saya untuk Saudara Hasan Rasyidi adalah bersatulah wahai
pemimpin-pemimpin muslim di Indonesia untuk membangun kembali Daulah
Islam Rasulullah dengan Undang Undang Madinahnya.

Saya ulang kembali sebagian isi tulisan "MELAHIRKAN FAKTA PERTAHANAN
BERSAMA DIANTARA KELOMPOK-KELOMPOK MUSLIM DAN DIANTARA KELOMPOK-KELOMPOK
NON MUSLIM YANG DIJIWAI OLEH UNDANG UNDANG MADINAH" yang dipublisir pada
tanggal 3 Maret 1999. Dimana saya mengatakan bahwa:

"Seperti yang telah dilakukan dan dicontohkan Rasulullah ketika
mengadakan perjanjian pertahanan atau piagam madinah atau Undang Undang
Madinah diantara kaum Anshar, Muhajirin dan kaum Yahudi yang ada di
Yatsrib, maka saya akan menerapkannya untuk situasi dan kondisi di
Indonesia pada saat sekarang.

Dimana seluruh kekuatan kaum muslimin yang terpecah kedalam berbagai
organisasi, golongan dan partai yang perjuangannya ada hubungannya
dengan Islam, maka perlu diadakan suatu perjanjian pertahanan bersama.
Juga harus dilibatkan didalamnya kelompok-kelompok dari kaum non muslim
kedalamnya.

Pemikiran ini saya ajukan adalah dengan berdasarkan kepada isi dan jiwa
Undang Undang Madinah yang telah menyatukan kaum Anshar, Muhajirin dan
kaum Yahudi di Yatsrib di bawah pimpinan Rasulullah dan menjadi
konstitusi Daulah Islamiyah Rasulullah yang pertama di dunia.

Selama kaum muslimin masih percaya kepada Allah, Kitab-KitabNya dan
Rasul-RasulNya, maka selama itu masih bisa diusahakan untuk bersatu dan
melahirkan fakta perjanjian pertahanan untuk melahirkan Daulah
Islamiyah, sebagaimana yang telah dicontohkan Rasulullah.

Karena menurut pemikiran saya yang menjadikan bumerang perpecahan
diantara kaum muslimin adalah bukan karena masalah perbedaan kepercayaan
kepada Allah, Kitab-KitabNya dan Rasul-RasulNya, melainkan karena adanya
perbedaan pandangan, pikiran, metode, tujuan dalam masalah politik,
kekuasaan, pemerintahan dan negara. Yang kesemua perbedaan-perbedaan
tersebut bukanlah masalah yang sangat prinsipil, melainkan
masalah-masalah yang masih bisa diselesaikan dengan jalan musyawarah dan
tukar pikiran yang sehat serta penuh dengan kebijaksanaan.

Dengan dasar tersebut diatas, maka saya yakin bahwa pertentangan
diantara kelompok-kelompok, organisasi-organisasi, partai-partai yang
perjuangannya melibatkan Islam masih bisa diselamatkan dan diadakan
dialog serta kerjasama yang baik untuk melahirkan fakta pertahanan
bersama dalam rangka menuju Daulah Islamiyah yang akan menaungi kaum
muslimin khususnya di Indonesia dan umumnya yang ada diseluruh dunia.

Permasalahan yang mungkin dianggap besar menurut saya adalah mengenai
siapa yang akan mewarisi tongkat kepemimpinan dalam meneruskan
perjuangan membela Islam, ummat Islam dan ummat non Islam (yang telah
rela bergabung di bawah naungan Islam). Karena kalau sudah berbicara
masalah pemimpin, maka timbullah berbagai penolakan dan alasan untuk
tidak mengakuinya.

Pemecahannya adalah selama calon pemimpin tersebut (laki-laki, muslim,
bebas, dewasa, bijaksana dan adil) mempunyai dan memiliki sifat-sifat
yang tidak bertentangan dengan apa yang telah dicontohkan oleh
Rasulullah (karena tidak mungkin ditemukan manusia yang mempunyai
sifat-sifat dan keagungan serta kesempurnaan seperti Rasulullah sampai
dunia kiamatpun) dan mempunyai kemampuan, kepandaian untuk memimpin
ummat, maka tanpa memandang asal, kulit, warna, suku, bangsa dari calon
pemimpin tersebut bisa dijadikan calon pemimpin kaum muslimin dan kaum
non muslimin (yang telah rela untuk bergabung didalam ikatan fakta
pertahanan bersama dengan kaum muslimin).

Tentu saja, ada orang yang akan menganggap bahwa pemikiran saya ini
berlaku hanya dalam teori saja, dalam prakteknya akan sangat susah dan
tidak mungkin dilakukan.

Jelas, kalau hanya mementingkan kelompok, golongan, organisasi,
partainya sendiri, maka apa yang saya kemukakan diatas adalah hanya
suatu fatamorgana saja. Tetapi kalau kita kembalikan kepada apa yang
telah dicontohkan Rasulullah dalam membangun fakta pertahanan bersama
diantara kabilah-kabilah, bani-bani yang memiliki berbagai macam
adat-kebiasaan dan agama di daerah Yatsrib, maka sebenarnya perbedaan
adat-kebiasaan dan agama yang ada di Indonesia sekarang, Insya Allah
akan dapat diselesaikan dan disatukan dengan cara dan jalan damai.

Dengan jalan menyatukan perbedaan pandangan, pikiran, metode, tujuan
dalam masalah politik, kekuasaan, pemerintahan dan negara dari kelompok
kelompok-kelompok, organisasi-organisasi, partai-partai yang
perjuangannya melibatkan Islam, maka inilah satu-satunya jalan menurut
saya untuk mencapai kekuasaan membangun kembali Khilafah Islam,
Pemerintahan Islam, Hukum Islam dan Undang Undang Madinah.

Tentu saja, sayapun menyadari bahwa usaha ini tidak mungkin dapat
terlaksana dalam waktu singkat, melainkan memerlukan waktu yang cukup
panjang."

Inilah tanggapan saya yang singkat untuk Saudara Hasan Rasyidi dan
ajakan kepada semua pemimpin muslim yang ada di Indonesia.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
[EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada
waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang
menyinggung tentang khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan
lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

-----

31 Maret 1999

Hasan Rasyidi menulis:

[Sabil] RSVP: Haruskah Partai Islam Bersatu?

Assalamu 'alaikum wr wb,

Rekan2 sekalian, bersama ini saya ingin mengadakan polling apakah Partai
Islam harus bersatu?
Jika ya, bagaimana cara persatuannya? Apakah betul2 dilebur jadi satu
sebelum Pemilu, dengan resiko tawar-menawar jabatan antara "pendatang
baru" di partai yang belum ketahuan besar kecilnya dengan "orang lama"
di partai yang juga telah merindukan jabatan itu (1)? Ataukah Sekedar
bersatu dalam kampanye dan peleburan menyeluruh setelah usai (2), atau
Sekedar bersatu dalam kampanye dan setelah pemilu cuma berkoalisi (3),
atau cuma berkoalisi setelah pemilu (4), atau tidak perlu bersatu atau
berkoalisi sama sekali (5).

Silahkan memberikan pilihannya di www.egroups.com/list/sabili, kemudian
klik "POLLS" pada bagian kanan atas layar. Semoga hasil polling kita
bisa jadi pertimbangan bagi partai2 Islam untuk bersatu, paling tidak
dalam kampanye, mengingat kemungkinan bentrokan berdarah yang brutal
dengan partai sekuler sebagaimana yang terjadi antara PPP dengan PDI
Perjuangan di Yogyakarta yang telah berulang kali terjadi dan memakan
korban jiwa. Kalau PPP yang selalu menempati urutan ke 2 di atas PDI
memang mampu menandingi kebrutalan mereka, tapi bagaimana dengan partai
Islam yang kecil2 seperti Partai Ummat Islam, dll? Jangan2 cuma jadi
korban ala Bosnia, Kosovo, atau Ambon!

Wassalamu 'alaikum wr wb

Please select one of the following:

   o Peleburan jadi 1 partai sebelum Pemilu
   o Sekedar bersatu dalam kampanye dan peleburan menyeluruh setelah usai
   o Sekedar bersatu dalam kampanye dan setelah pemilu cuma berkoalisi
   o Cuma berkoalisi setelah pemilu
   o Tidak perlu bersatu atau berkoalisi sama sekali
   o Lain-lain

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 5 Apr 1999 jam 04:02:13 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke