---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- From: Arnold obahorouk DEMONSTRASI DIHARAMKAN ABRI SEJAK UU No.9/1998 BERLAKU!!! TIDAK PERLU ADA IZIN ATAU TIDAK, APALAGI TANPA IZIN ?!!! Bagi Polisi tidak peduli ada izin atau tidak, pokoknya segala macam bentuk unjuk rasa atau demonstrasi menentang/mengkritik pemerintah harus dihajar sampai kapok. Kira-kira demikianlah perintah/komando dari atasan prajurit kepolisian dilapangan. Disinilah kita melihat dengan sangat jelas sosok pro status-quo yang dipamerkan oleh Aparat keamanan. Mereka memangsai rakyat(kaum ibu/wanita) dan mahasiswa/pelajar sebagai musuh negara yang harus dibasmi, kecuali para penguasa yang sarat KKN dan kroni-kroninya saat ini Karena mana sanggup rakyat kecil yang miskin, apalagi dalam sikon krismon seperti sekarang ini, dan para mahasiswa/pelajar dapat menyogok/menjinakkan aparat yang mata duitan dan sudah rusak moralnya itu?! Suharto yang sudah pelihara mereka dengan cara KKN selama tiga dasawarsa, tahu betul watak dan peranggai Aparat Abri itu, makanya untuk supaya tetap mendapat perlindungan dan penjagaan ketat agar terlindung dari amukan rakyat dan mahasiswa, jauh-jauh hari dia telah menguras habis-habisan kekayaan bangsa dan negara dengan 1001 cara licik, agar nantinya dengan uang haram itu dia dapat menyogok dan menjinakkan para aparat yang sudah dibuatnya menjadi ganas, sadis, bengis, haus darah dan konyol mentalnya itu! Bahkan dengan uang haram itu pula dia dapat membeli loyalitas mereka untuk tetap berpihak dan setia kepadanya! Yah, ini memang cara feodal dan mental kolonial, tetapi itulah budaya dan cara-cara yang dijabarkan dan ditanamkan oleh Rezim Suharto selama 32 tahun penjajahannya terhadap Indonesia!!! Apakah baru SADAR sekarang rakyat dan mahasiswa Indonesia ??? Sistem pembodohan bangsa yang dilakukan Rezim Suharto ini sangat kebapakan dan terorganisir, sehingga rakyat Indonesia seperti terhipnotis atau terbius, sering juga disertai siksaan sadis, intimidasi, pembantaian, penculikan, teror ala mafia, penipuan/pembohongan, angin surga,dll. Praktek-praktek ini sampai sekrang masih terus berlangsung, bahkan mekin meningkat kadar kesadisan dan kekejamannya! Makin canggih pula pembungkusnya (C kebebasan pers, demokrasi semu, pembebasan napol-tapol, ini semua untuk dijual kepada orang-orang asing dan para cendekiawan lokal yang masih kampungan seleranya, tetapi sok pintar aja!!! Akibatnya, semuanya ketipu di siang hari bolong!!! Satu nol untuk Rezim BJ Habibie-Wiranto!!! Bagaimana jalan keluar dari semua masalah ini, silahkan berkonsultasi saja ke Ki Gendeng Pamungkas, biar edan semuanya !!! Karena Pendidikan bangsa ini selama 32 tahun dibawah tempurungnya politik rezim Suharto, justeru baru setingkat itu adanya. Termasuk para elit sipil dan militer serta pakar-pakar politik dan ekonominya. Sampai sekarang masih terus berputar-putar dalam tempurung-nya politik Suharto Cs. Untuk itu Gus Dur perlu sering berkunjung ke Cendana untuk memperoleh Fatwa! Buktinya : Mahasiswa tetap menjadi mangsa kekejaman aparat Abri terus, sekalipun sudah mengantongi Izin dari mabes polri. Perlakuan terhadap Surat izin itu pertanda bahwa Wibawa Institusi Pemerintahan Rezim BJ Habibie sudah NIHIL! Negara ini telah dikuasai oleh perampok-perampok dan koruptor-koruptor bertitel sarjana, insinyur, MBA, Doktor sampai Profesor dan para jenderal-jenderal dari jajaran pati dan pamen Abri yang duduk sebagai menteri, dirjen, irjen, gubernur, bupati, walikota, camat, lurah ............seraya melahap secara rakus kekayaan bangsa dan negara.......!!! Anggauta MPR/DPR, bahkan DPRD yang baru duduk atas perintah/fatwa Suharto Cs itu saja, berani buka mulut (tanpa merasa malu sedikitpun) meminta pesangon 1(satu) miliar Rupiah, sebagai harga kolaborasi dalam berbagai penipuan mereka terhadap rakyat Indonesia selama kurun 2(dua) tahun mengabdi pada Penguasa!!! OBAHOROUK ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 5 Apr 1999 jam 04:26:26 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
