Selasa, 6 April 1999

Ketua Umum Golkar Disambut bagai Menteri
UMUM
--------------------------------------------------------------------------------

JAYAPURA (Media): Kedatangan Akbar Tandjung sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar di 
Irian Jaya kemarin masih disambut sebagai menteri. Buktinya sejumlah pejabat daerah 
mulai dari Gubernur Freddy Numberi, Kapolda Irja Brigjen Pol Hotman Siagian, Wagub 
Basyir Bachtiar, dan sejumlah tokoh Partai Golkar lainnya menyambut kedatangan Akbar 
dan rombongan. Akbar didampingi Ketua DPP Partai Golkar Theo Sambuaga.

Dalam agendanya, Akbar ikut merayakan pesta Paskah bersama umat Kristen di Kota 
Jayapura dan sekitarnya sekaligus mengadakan pertemuan tokoh masyarakat, pemuka agama, 
dan pemuda di daerah ini sebagai langkah penggalangan politik menjelang Pemilu 1999.

Sebelum menghadiri perayaan Paskah, diadakan pertemuan dengan Ketua Sinode Gereja 
Kristen Injili (GKI) Irja Pdt Herman Saud, M.Th dan Uskup Jayapura Mgr. Leo Laba 
Ladjar OFM serta pimpinan gereja denominasi di Irja.

Sementara itu dari Solo dilaporkan Panitia Pemilihan Daerah (PPD) II Kodya Solo 
memperingatkan agar Partai Golkar tidak mengadakan rapat akbar di Solo pada 17 April 
mendatang dengan menghadirkan Akbar Tandjung. Alasannya hari itu bertepatan dengan 
hari libur nasional (1 Muharram 1420 H). Selain itu untuk mengantisipasi munculnya 
gangguan seperti yang dialami partai berlambang pohon beringin itu ketika mengadakan 
rapat akbar di Purbalingga maupun Surabaya.

"Melihat alur pertemuan Golkar di Purbalingga dan Surabaya yang rusuh, PPD II Kodya 
Solo tidak menginginkan peristiwa itu menjalar atau terjadi di Solo. Apalagi hari itu 
(17 April) bertepatan peringatan 1 Suro. Kami tidak ingin ceceran darah terjadi di 
Solo," kata Ketua PPD Kodya Zaenal Ma'arif di Solo kemarin.

Untuk itu, Selasa ini (06/04) PPD II Kodya memanggil pengurus DPD II Partai Golkar 
setempat untuk menjelaskan soal itu.

Wakil Ketua DPD Partai Golkar Solo Heru Subandono Noto Nagoro ketika ditanya soal 
peringatan PPD II itu mengatakan jika memang hal itu bersifat imbauan maka Partai 
Golkar akan mempertimbangkannya.

Dari Malang dilaporkan maraknya aksi perlawanan terhadap massa Partai Golkar di 
sejumlah daerah, memaksa Ketua DPD Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) 
Kabupaten Malang Nuryanto menolak mengirim massa pada apel akbar Partai Golkar di mana 
pun acara itu digelar.

Nuryanto mengungkapkan, tindakan tersebut bukan untuk melawan kebijakan elite partai, 
namun semata-mata dalam rangka menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. "Siapa yang 
bertanggung jawab jika kejadian di Purbalingga (Jateng) menimpa anggota kami?" 
tanyanya. "Ketua partai yang menteri saja diperlakukan seperti itu. Apalagi kami-kami 
ini yang berasal dari daerah. Saya kira penolakan ini sangat wajar dan tidak 
mengada-ada," ujarnya. (Ant/Wj/FM/P-1)

Kirim email ke