---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk KORBAN TEWAS KERUSUHAN TUAL JADI 65 ORANG AMBON (SiaR, 6/4/99), Hingga Senin (5/4) dilaporkan korban tewas dalam kerusuhan Tual, ibukota Maluku Tenggara sudah mencapai 65 orang. Tambahan korban tewas ini terutama setelah ditemukannya dua puluh mayat di reruntuhan rumah yang terbakar. Untuk sementara, data korban tewas akibat kerusuhan di Tual yang bisa diidentifikasi adalah: Pendeta Buca Hehanusa (57 tahun), Hanson Hehanusa (22 tahun, anak Pendeta Buca), Danny, Sherly, H. Joice Noija, Tete Rehoran, Gani Thamher, Drs Donatius Tilio Warubun, Jacob Beay Abraham Betaubun, dan AG Renwarin. Pada umumnya korban meninggal akibat senjata tajam seperti parang, tombak dan panah. Korban Jacob Beay dan Abraham tewas terkena peluru petugas yang berusaha melerai bentrokan massal. Sementara itu, upacara pemakaman Buce Hehanusa, Pendeta Gereja Bethany Ambon, dan putranya Hanson, Jumat pekan lalu berlangsung khidmat, dan tidak menyulut keributan di Ambon yang sudah mulai aman. Jenasah Pendeta dan anaknya itu tiba di Bandara Pattimura Kamis sore hari dan langsung dimakamkan di pemakaman "Benteng'' Ambon. Banyak warga Ambon yang menyayangkan terbunuhnya pendeta dan anaknya itu, namun tampaknya warga bisa mengendalikan diri, apalagi Jumat kemarin merupakan hari yang dimuliakan umat Islam maupun Kristen. Umat Nasrani hari Jumat kemarin merayakan "Jumat Agung'', yakni wafatnya Nabi Isa. Kerusuhan massal di Tual, ibukota Kabupaten Maluku Tenggara, Rabu (31/3) sekitar pukul 04:00 WIT. Belum diketahui sebab-musabab peristiwa itu. Harian Republika, Senin (5/4) menulis bentrokan bermula ketika warga Kristen menyerbu warga Islam yang tengah menjalankan sholat Jumat. Namun, berita Republika ini dibantah sejumlah sumber SiaR di Ambon. Awal kejadiannya sendiri menurut sumber itu bermula Rabu (31/3) bukan Jumat (2/4) dan itu sudah menjadi peristiwa yang ditulis secara luas. Kerusuhan itu juga mengakibatkan 90 unit rumah terbakar/rusak, dua SD, satu TK terbakar, serta tiga mobil dibakar massa. Bupati Maluku Tenggara Drs Husein Rahayaan mengatakan, upaya mengatasi kerusuhan itu tidak bisa lagi mengandalkan pendekatan adat, karena massa yang bertikai semakin beringas. "Budaya adat masyarakat Maluku Tenggara 'Larvul Ngabal' yang selama ini dijunjung tinggi telah diluluhlantakkan sehingga tidak bisa dimanfaatkan lagi untuk meredam pertikaian," ujarnya. Danrem 174/Pattimura, Kolonel Inf Karel Ralahalu, menghimbau masyarakat agar mengakhiri pertikaian dengan meletakkan senjata tajam dan saling tidak terpancing isu. Sementara, aparat keamanan ditempatkan pada lokasi-lokasi kerusuhan maupun di kawasan rawan insiden baru. Selain itu, kata Danrem, juga menjalin pendekatan dengan para tokoh masyarakat dan pimpinan agama serta menambah pasukan keamanan yang saat ini di Tual sebanyak satu Batalyon plus.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 6 Apr 1999 jam 13:06:29 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
