----------------------------------------------------------
Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "signoff indonews"
need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "info refcard"
----------------------------------------------------------

Saya menatap uang 50 dollaran yang tergenggam
di tangan agak lama. Saya berjanji untuk mengirim
uang ini buat Atun. Tapi saya tidak tahu bagaimana
cara mengirim uang ini ke Bekasi sana? pertama
saya lupa meminta nomor account Atun di bank
( itu kalau ada ) kedua, kalaupun dia punya nomor
account, biaya pengiriman dari Bank di Amerika
rata rata 25 sampai 30 dollar. tidak seimbang
dengan junlah uang yang akan dikirim.Dan ketiga
kalau saya mengirim lewat bank dagang negara
seperti yang ada di Konsulat Indonesia di LA,
walaupun lebih murah sedikit, saya khawatir tidak
bakalan sampai.

Dilema ini mirip dengan perasaan saya setiap kali
membayar zakat fitrah yang dikumpulkan setiap menjelang
idul fitri oleh Pak Mahmud, pengurus pengajian
masyarakat Indonesia di Los Angeles.

Pada saat menyerahkan 10 dollar,seperti kebiasaannya
dia selalu menjabat tangan penderma  dengan erat dan menyebutkan
sejumlah ayat Quran yang sepenggalnya saya ingat ada kata kata
" al Ikhlas ", Begitu giliran saya tiba, dia jabat ini tangan , dia
guncang guncang sedikit dan menyebutkan al ikhlas kembali,
Tapi terus terang saat itu sebenarnya saya tidak ihklas,
Saya kawatir uang yang katanya di kirim ke Departemen
Agama atau badan apalah, akan menguap dihisap para bergajul
berpeci yang selama ini tenar menyikat duit jemaah haji.

Kembali saya ingat Atun, Saya tidak tahu sedang makan apa dia
sekarang? Apakah sedang rebahan di tikar dengan mamanya
setelah membaca lembaran bergambar koran pos kota milik
tetangga? Laparkah dia? Ah mudah mudahan keluarga ini
tidak terlalu kesusahan, mudah mudahan Atun tetap tegar
dalam imannya, mudah mudahan mereka tidak menerjang
encek gondok di rawa dan empang atau menjadi pelacur hanya
gara gara kurang makan.

Saya bukanlah orang yang berduit, tapi saya sangat
jauh dari miskin seperti yang sekarang sedang terjadi pada jutaan
keluarga di tanah air. Menyadari  keberuntungan ini jelas mem
buat saya ingin berbagi sedikit rejeki.

Hari ini saya baca koran, Presiden Clinton di Washington
tadi malam mengajak masyarakat untuk menggalang dana
untuk ethnic Albania di Kosovo. " With All those people
building up at the borders,the most important thing the American
can do right now is to make financial contributions " katanya
sambil menyebutkan toll free number: 1-800-USAID_RELIEF.

Sepanjang sejarah, di bumi ini memang tidak pernah
ada zaman dimana semua orang damai dan makmur.
Dan kini, saya diterjang dilema kembali. Kepada siapa
uang 50 dollar ini akan saya kirim? Pada Atun atun yang
bertebaran di tanah air? Atau pada orang Kosovo ?

Sekali lagi saya dilanda kebimbangan.
Mengirim pada Atun Atun, saya tidak pernah percaya
pada satu lembagapun di Indonesia yang cukup
bermoral untuk tidak menyikat duit. Mengirim pada
orang Albania, tinggal angkat telepon dan menyebutkan
jumlah uang dan nomor credit card.Tapi Atun adalah
manusia satu negeri, sedang Albania adalah manusia
asing yang tidak pernah saya jumpai.

Bedanya adalah jika orang Albania dibunuhi dan di rajam
oleh etnis lain yang beragama lain, Atun di tanah air
dirajam dan dirampas hak haknya oleh orang satu rumpun
dan satu bahasa juga satu agama.

Saya ingat musim pemilu akan segera tiba.
Dan dalam musim memilih ini saya ingin semua
orang di Indonesia mempergunakan hak pilihnya dengan hati hati..
Ingatlah partai idola anda belum tentu akan menyuarakan
kehendak hati anda dan orang kecil yang kesusahan.

Ingatlah kampanye dan segala janji janji kampanye
kebanyakan adalah seperti orang jualan kecap
atau jualan obat dipinggir jalan.

Masing masing saling berlomba membujuk anda,
masing masing punya agenda untuk membela rakyat.
Tapi seperti yang sudah sudah, begitu mereka duduk
dikursi, rakyat dan anda akan dibiarkan rebah sendirian lagi..

Ingatlah,banyak partai belalang yang siap meloncat
dan berkoalisi dengan para diktatur ,koruptor dan
sisa sisa rejim lama..

Oke, kembali saya menatapi duit 50 dollaran ini lagi.
Saya mesti memilih antara Atun dan Kosovo..
Saya mesti memilih antara perasaan kebangsaan
dan humanisme universal yang rasional.

Seperti memilih partai, saya jelas harus belajar cerdas.

Lalu saya bagi 50 dollar ini, 10 dollar untuk Kosovo
Dan 40 dollar saya kirim pada Atun melalui seorang
teman yang akan pulang bulan depan..


Hasan Basri


Catatan: Bagi warga Indonesia yang tinggal di Amerika,
Saya rasa tidak ada salahnya bila saya menganjurkan
untuk menyumbang uang melalui  1-800-USAID_RELIEF.
Memberi bantuan untuk orang Albania ini adalah
menunjukan bahwa anda seorang yg beriman...

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 7 Apr 1999 jam 00:32:17 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke