----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

Seperti Jet Coaster " Superman" di Magic Mountains,
Reformasi di Indonesia mulanya melaju cepat, Keadaan
berubah demikian drastis, Suharto tumbang,darah berceceran.
Kebebasan pers mulai nampak, orang bisa bersuara lantang
menghujat sana sini tanpa ketakutan di jebloskan dalam penjara.
Tapi begitu sampai di titik klimaks, jet coaster ini mulai berhenti
dan melaju mundur. Dan mundur begitu cepat...

Abri, Habibie dan para cecunguk lainnya bukan saja makin
memperkuat posisi. Dan Pemimpin reformasi yang seharusnya
tampil memperkuat ombak perubahan, perlahan berubah menjadi
banci. Amin Rais mulai memakai kutang, dibalik gender laki laki
dia sebenarnya adalah waria utusan ICMI. Teriakan anti Suharto
khas si jidat berminyak rais ini mulai terasa mencurigakan. Fuad
Bawazir yang pernah jadi pelacur keluarga cendana, sekarang malah
menjadi aktifis PAN, ini membuktikan bahwa Amin adalah germo
pendiri partai kramat tunggak yang tidak punya pendirian.

Megawati, ya dia adalah perempuan. Tapi dia bukan Benazir Bhuto
atau Golda Meir. ini wanita kebanyakan mimipi, pengen menjadi
tokoh tapi hati penuh ketakutan, takut di penjara, takut kena panas
matahari jakarta kalau turun ke jalan bersama sama mahasiswa.
Apa kelebihan Mega?tidak ada...cuma rasa kasihan pada wanita
IQ rendah yang kebingungan yang membuat segmen masyarakat
kelas menengah masih mendukung dia, dan karena nama Bapaknya
orang kecil masih bermimpi melihat kebangkitan Sukarno.

Gus Dur? Masya Allah. si Buta dari Goa NU ini mulai buta beneran.
Buta nurani, buta sense of politic, dia mulai bermain mata dengan
Habibie , seorang presiden bonsai yang berjiwa bonsai. dan
dengan si Anjing Wiranto, seorang pemimpin Squadrones de muerte,
mirip dengan serdadu yang membuang aktivis demokrasi di El Salvador,
dan membunuh masal mereka di El Playon,sebuah pembuangan mayat
yang legendaris diatas perbukitan San Salvador.
Gus dur mulai bersenggama, muali onani bareng bareng.
Dia pun mulai mengkritik mahasiswa, dan dgn soknya malah
memberikan saran agar SI umum di undur dan pengangkatan
Presiden diundur. Manusia yang pecinya berharga 10 juta ini mulai
menunjukan gejala pikun dan mati jiwa.

Indonesia makin kelam. Kita benar benar tidak ada pilihan.
Mahasiswa berjuang sendirian. Semua omong kosong Reformasi
adalah seperti  super kentut yang bau nya menggangu penonton bioskop.
KIta mulai merasa tidak nyaman. Ingin melanjutkan menonton pertunjukan
bagus, tapi bau "reformasia ala pantatmu panuan " ini benar benar bikin
sesak napas. Indonesia makin mundur dan mundur....

Abri, militer,Hombre  de la pistolares, manusia berpistol yang otaknya
sebesar biji kacang hijau ini makin biadab dan makin pengecut.
(Hey mas...muka lu kaya anjing..kalau berani berantem satu lawan
satu tangan kosong..bangsat !!) Lembaga jahanam ini mestinya dibubar
kan saja, biar mas mas tolol ini pergi kegunung untuk berladang. Atau
jadi wadam di pinggiran kota.

Lawyer Assegaf ( Bangsat Arab ) Kaligis dan para buaya pembela
Suharto sekali lagi seperti para gerombolan shark yang sedang
mencium bau darah. Tarif 300 dollar perjam yang di setujui oleh
engkong Harto si serial murder ini membuat kemanusiaan mereka
padam. Demokrasi ? Noooo....Dollar? Yesss yess..yess..

MUI , KISDI,Furkon, Puih....
Rasanya lebih tega di jilat Doggy, anjing mertua saya yang
polos dari pada berjabatan tangan dengan Quraisy penyembah
berhala yang mengaku sahabat nabi ini, Heh nyong?tau nggak
apa yang namanya Islam? Islam itu teduh dan tidak main hasut
Bangsat kalian semua. Gara gara anda cukup malu saya jadi
orang Islam. Dimana mana selalu ditanyai kok " islam membakar
gereja?" kok " Ulama membela penguasa?"
Taik kucing seperti anda mendingan bikin fatwa yang mendukung
undian harapan, nalo, lotto dan membela suharto.

Indonesia dalam situasi Cacht-22. Situasi ketika kita tidak lagi
punya harapan. Mahasiswa akan bertumbangan. Mati sia sia.
Berjuang maju diterjang peluru, mundur, orde bangsat pemakan
bangkai ini akan makin kokoh mengebu ngebu.

Clinton, Please...
Beri Dehankam,istana negara dan gedung MPR sisa sisa
rudalmu. Jangan buat Irak saja..Kami disini ingin juga
hidup merdeka dari para bangsat kafir penyembelih rakyat
yang mulutnya berlepotan duit IMF ( duit utangan yang mesti
dibayar oleh generasi kelam kami berikutnya )

Hasan Basri

December 17,98
Murka

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 18 Dec 1998 jam 09:28:19 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke