---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk BENTROKAN SEMANGGI DIPICU PELECEHAN SEKSUAL APARAT JAKARTA (SiaR, 18/12/98), Bentrokan Semanggi, Kamis (17/12) kemarin yang menyebabkan 154 orang luka-luka di pihak mahasiswa dan 15 orang di pihak aparat keamanan, ternyata dipicu akibat tindakan pelecehan seksual yang dilakukan aparat terhadap para mahasiswi pada demonstrasi di depan Polda Metro Jaya, Selasa (15/12) dan kantor Dephankam, Rabu (16/12) lalu. Hal ini diungkapkan para mahasiswa dan mahasiswi yang tergabung ke dalam Forum Kota (Forkot) dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Universitas Gunadarma kepada SiaR, Jum'at (18/12). "Kami marah ketika mendengar cerita teman-teman mahasiswi, bahwa aparat keamanan menggerayangi bagian-bagian tubuh tertentu. Apakah dengan menembaki belum cukup, hingga harus bertindak asusila," ucap Fendi, seorang aktivis Forkot. Menurut sejumlah mahasiswa Forkot sebenarnya mereka akan menahan diri untuk menghindarkan bentrokan dengan aparat keamanan dalam demonstrasi di seputar Semanggi, Kamis itu, tapi mengingat kelakuan aparat keamanan yang tidak bermoral terhadap rekan-rekannya para mahasiswi beberapa hari sebelumnya, menurut Fendi, ia dan teman-temannya menjadi "mendidih" darah mudanya. "Kami pikir kalau mereka melakukan provokasi seperti itu, ya...mereka jual, kami beli saja! Kalau mereka bertindak tak bermoral terhadap teman-teman kami, mengapa orang menyebut kami anarkis? Kalau aparat keamanan moralnya seperti itu, kita hajar saja. Tak pantas mereka menjaga kedaulatan negara kita, kalau terhadap kaum perempuan kelakuannya demikian," tegas Fendi. Dalam demonstrasi itu memang sempat terjadi "perbedaan pendapat" antara mahasiswa yang tergabung ke dalam Famred dengan mereka yang tergabung ke dalam Forkot dan Kobar yang tampaknya meladeni perkelahian melawan aparat dengan juga menggunakan benda-benda tumpul, seperti besi, balok, kayu, dan batu-batu. "Kalau hanya ditembaki nggak apa-apa kita lawan dengan tangan kosong. Tapi kalau sudah melecehkan martabat perempuan, nggak ada salahnya kita hajar dengan besi. Ini tidak anarkis, ini ganjaran yang pantas buat aparat yang ternyata bernyali tikus itu," ucap Roy, aktivis Forkot. Tindakan pelecehan seksual ini juga terjadi saat aparat keamanan menghalau aksi demonstrasi ratusan mahasiswa Universitas Gunadarma, Selasa lalu. Dalam perjalanan dari Dephankam menuju Polda Jaya, belasan mahasiswi dari sekitar 30 mahasiswa yang diangkut, mengaku diperlakukan tidak senonoh oleh aparat keamanan yang membawa mereka. Seraya memaki-maki, aparat memegang dan menyentuh anggota tubuh para mahasiswi. "Saya jijik melihat kelakuan mereka," ucap seorang mahasiswi Gunadarma. Dalam bentrokan di seputar Semanggi, Kamis kemarin, ada puluhan mahasiswi yang mengalami luka-luka, terutama dari kelompok Famred. "Ini tidak akan menyurutkan langkah kami. Korban telah berjatuhan. Dan yang membuat kami marah adalah cerita-cerita tindakan tak bermoral aparat keamanan terhadap rekan-rekan kami (maksudnya mahasiswi dari kelompok Forkot --Red) saat ditahan di Polda Jaya," kata Kokom, seorang aktivis Famred.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 18 Dec 1998 jam 12:26:07 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
