---------------------------------------------------------- Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED] with body mail: "signoff indonews" need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED] with body mail: "info refcard" ---------------------------------------------------------- From: Ismail Basymeleh Menjawab e-mail : from Anti Kemunafikan. Kalau saya baca dari e-mail anda di bawah ini, Anda yang mengklaim anti munafik, adalah benar-benar musuh Islam dan tidak mengerti ajaran Islam. Walaupun anda mengeluarkan ayat-ayat al-Qur'an tetapi iman tidak ada di hati anda, jadi ya ngawurlah. Dari anda, telah kelihatan kalau anda ini membenci Islam dan takut juga, sambil merayu umat Islam untuk tidak melakukan jihad menegakkan ajaran Allaah Azza wa Jalla di bumiNya ini. Cukup dan sangat sangat wajar sekali, kalau di Indonesia ini yang 90% umat Islam, maka mereka ingin supaya Syariah Islam ini dilembagakan di Indonesia sebagai mana Jakarta Charter yang muncul dari aspirasi pahlawan Indonesia yang memang 100% orang Islam melawan Belanda Kafir dan Jepang. Islam tidak akan bisa padam dan pasti akan terus terang dan jaya di dunia ini, karena seluruh makhluq dan ciptaan di alam semesta ini termasuk bumi bulan dan milyaran bintang cosmos dan langit yang tujuh adalah milikNya dan ciptaanNya dan ISLAM ini adalah agama/rule/way of live yang disyariatkan olehNya kepada kita manusia dan jin di bumi dunia ini. Tidakkah saudara lihat keblakang 32 tahun orde baru umat Islam yang mayoritas ini tertindas baik secara politik maupun ekonomi. Tidaklah heran kalau cina yang notabene kafir/non-muslim dibenci oleh umat mayoritas Islam karena kecongkaannya dan jenjang ekonomi yang di rampok dari bumi Islam Indonesia ini. Saya ada teman cina yang muslim. Dia bercerita bahwa ia pernah jatuh dari sepeda motornya di Wonokromo Surabaya. Di kerumunilah ia oleh masyarakat dan dilihat di tasnya ada peci (yang menandakan ia seorang muslim) maka ditolonglah ia oleh masyarakat walaupun ia cina tapi ia adalah saudara kita sesama muslim. Jadi agama adalah segalanya diatas ras dan egoisme kelompok yang ada, dan ini adalah wajar. 32 tahun umat Islam terjajah, dimana peristiwa tanjung periuk, Aceh, Lampung dan lain sebagainya adalah ujud penindasan thd umat Islam, mayoritas yang tertindas oleh minoritas yang sekarang ini setelah reformasi mereka sedang kebakaran jenggot takut akan Islam berkuasa di bumi Indonesia yang the biggest moslem country in this world. Coba anda lihat, pada saat puncaknya LB.Moerdani (halal darahnya) berkuasa jadi Pangab berapa ribu umat Islam yang mati terbunuh dan diculik, dianiaya. Pada waktu itu di Indonesia ada 20 PAngdam yang menguasai 27 propinsi. dan ironisnya dari 20 pangdam itu 15 yang kristen dan cuman hanya 5 yang moslem dari bumi Indonesia yang the biggest moslem country in the world. Padahal kalau di negri barat yang notabene non-muslim itu tidak ada satu orang member of parliament pun (anggota DPR/MPR)yang moslem walaupun ada banyak juga umat Islamnya. Coba lihat di Bosnia yang mayoritas Islam dibantai oleh tetangganya yang sebangsa sebahasa karena tidak rela kalau ada kecil umat Islam yang merdeka di bumi dekatnya ini. Dan sampai sekarang Kosovo yang moslem juga dihajarnya sedang Amerika negri kafir asli terbesar dan terkejam didunia ini (Iblis yang diusir oleh ALLAAH SWT dari surga, raja syeitan yang kafir deles/asli ini, tidur dan bermalam di gedung putih Amerika tempat Clinton berzina dengan bejat, I believe) tidak sepenuh hati membantu Kosovo ataupun Bosnia yang jelas jelas tertindas HAM nya. Sedangkan Iraq yang kelaparan rakyatnya malah diserang dibom oleh TERORIS DUNIA AMERIKA Laknatullah Alaih, tepat saat Clinton (President penecut doyan maksiat/selingkuh/zina yang sangat merendahkan martabatnya sebagai top pimpinan negri kafir terbesar di dunia ini yang dengan mudah bisa dihancurkan oleh ALLAAH Azza wa Jalla ) akan di-impeach oleh senat Amerika. Umat Islam perang terhadap Kebathilan Kekafiran Kemunafikan di bumi ALLAAH Azza wa Jalla. Moslem, ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 25 Jan 1999 jam 05:23:25 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
