----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

From: Bujang Prihatin

Bujang: ANALISA SITUASI

Setelah sekian bulan  menepi  untuk mengamati situasi  air
keruh  politik di Indonesia, berikut ini saya mulai urun bicara
kembali dengan analisa situasi  kolam politik  yang mulai dapat
ditebak siapa saja pemain serta karakternya.

Jika kita perhatikan sejak tulisan saya yang terakhir tentang
PDI Perjuangan di bulan Juli 97, pada saat itu mulai banyak
pemain yang menampakan aksi-aksinya yang langsung terlihat
siapa pemain  di atas tanah  serta siapa pula yang  di bawah tanah .

Juga terlihat pemain yang sabar menunggu giliran, serta siapa
pula yang tidak tahan untuk tidak terjun. Semua ini seolah-olah
menunjukan bahwa sebagian besar pemain sperti berjuang melawan
waktu untuk melakukan sprint.

Untuk menyingkat waktu marilah kita lihat siapa saja mereka
itu; saya akan menjelaskannya mulai dari atas (pemerintah)
hingga sampai para peserta (demonstran).

PARA PESERTA SERTA SUB BAGIANNYA.

A. Pemerintahan Habibi.
A.1. Habibi, ingin menunjukan ketulusannya sebagai orang
scientis (yg terpaksa terjun politik) menjadi pelakon politik
yang lugu, tulus untuk mengantar bangsa Indonesia menuju
Pemilu 99, merangkul semua komponen bangsa (suku, etnis, dan golongan).
Habibi telah berusaha (dengan sepemahamannya) me-recover
ekonomi yang telah kolaps atau hampir putus napas.
Habibi telah berusaha menjadi bapak yang mengerti akan tingkah
anak-anaknya para demonstran dan kritikus.

Raport belajar Habibi:
Ketulusan HBB memimpin Indonesia dengan terbuka tanpa
dipungkiri telah dinikmati oleh semua orang (pers, mahasiswa
demonstran, partai-partai, dan kritikus). Nilai untuk hal ini
adalah 8 (dari skala 10).

Kemampuan HBB untuk mengerti dan memimpin dalam konsep per-
masalahan ekonomi serta pemulihannya sangat meprihatinkan,
sehingga tergantung pada visi orang lain (para mentri, yang
celakanya saling berebut kendali) sehingga kebijaksanaan yang
keluar juga terlihat oleng kanan-kiri, maju mundur.
Celakalah dikau (kalau bukan jahanam) para mentri pemberi
masukan presiden yang tidak becus bekerja. Ginanjar telah macet
terlilit dasinya, Adi sasono telah menggunting dalam lipatan
(Penghianat besar, Licik jika bukan tolol), Rahardi terjebak
dalam silau.....(Goblok, dan sangat sangat sangat
inexperienced). Untuk Tanri Abeng sebaiknya pulang saja ke
bakri (anda tidak cocok duduk di situ). Jadi nilai HBB untuk
masalah ekonomi adalah 3 (tiga saja).

Dalam masalah kestabilan politik dan keamanan, wah...(tarik
napas dulu ah..). Tunggu dulu, ini semua bukan tanggung jawab
HBB,...OK!. Ini lebih banyak peran DPR dan Wiranto. Nilai HBB
untuk polkam adalah 0 alias NOL.
Sekian dulu HBB.

A.2. Ginanjar, telah menyerahkan dirinya pada IMF, namun celaka
bahwa dia tersangkut PR lama di Freeport. Karir Ginanjar telah
tamat, yang dibutuhkan untuknya hanyalah bagaimana
meminimalisasi rasa hilang muka, serta mengantar tongkat
estafet dengan selamat.
Ginanjar akan bagus jika menjadi CEO perusahaan yang  Top
Rated  namun tidak sebagai menko ekuin.
Nilai Ginanjar adalah 7 (tujuh) untuk tanggung jawabnya, serta
5 (lima) untuk hasilnya.

A.3. Rahardi, sebaiknya dipromosikan menjadi mentri - Jembatan
Timbang  jalan raya. Reaksinya yang persis seperti tukang
timbang dalam masalah CPO dan Bulog menunjukan ketidak
mengertiannya (unknowledge) dalam masalah dagang.
Catatan, bahwa saya bukan mendukung para pemilik CPO atau
pendukung Bedu Amang, namun dalam masalah dagang
pertimbangannya harus lebih banyak mengarah kepada keuntungan
jangka panjang. Dalam hal CPO Rahardi tidak dapat memahami aksi
pemilik modal perkebunan yang harus beruntung besar pada saat
itu untuk menutup rugi usaha yang lainnya. Nilai Rahardi adalah
2 (dua saja).

A.4. Adi Sasono, mentri koperasi pribumi jawa klotokan. Sangat
kampungan, dengan semangat  dogol nya ingin meng-gantikan
peranan distribusi pedagang lama (yg bisa jadi cina, bisa jadi
pribumi) dengan bayi koperasi prematur.
Adi adalah kesalahan terbesar dari HBB. Adi adalah suatu
kemunduran jaman menuju jahiliyah.
Nilai Adi Sasono adalah -5 (minus lima) dari skala 0-10.

Catatan: sebutan tentang Adi yang paling tepat adalah seperti
balon karbit yang ingin cepat melambung (namun gampang
meletus). Adi akan menyerahkan apapun termasuk kehormatannya,
berhianat pun akan dilakukannya untuk mencapai impiannya
menjadi  Sultan  jawa yang baru. Namun syukur bahwa Gusti Allah
tidak mungkin memberikan wangsit kepadanya. Oportunis Adi akan
seperti daun kering yang akan terhempas angin.

A.5. Wiranto, The too much thingking but never catch the
problems General. Wiranto sangat lambat dalam menilai situasi,
hal mana itu juga yang menjadi panutan bagi bawahannya untuk
bertindak setelah semuanya hangus.
Sejak dulu saya menganjurkan Wiranto harus menjadikan ABRI
dalam satu komando, tapi bukan membaginya dengan Suharto atau
Suhartoisme plus preman.
Tampaknya saya harus memberikan nasehat baru, jika you tidak
sanggup komando lagi, maka serahkan jabatan menhankam pada AGUM
Gumelar, You cukup Pangab.
Tugas ABRI sekarang adalah mengamankan (betul2 aman) estafet
pemerintahan kepada pemerintah hasil pemilu 99. Silahkan
merencanakan platform baru ABRI untuk masa pemerintahan yg akan
datang, tapi perubahannya tidak perlu sekarang.
Yang penting sekarang adalah koordinasi tindakan komando yang
paling praktis namun kompak dan tepat.
You tidak perlu grogi dengan segala kritik, karena yang kritik
you kan tidak mengerti militer. Definisikan dengan jelas
Penjarah, perusuh (para kriminal) atau demonstran. Tindak semua
kriminal tanpa pandang kelompok.
Nilai Wiranto pasca 15 mei 98 adalah 5- (lima minus).

A.6. Andi Ghalib, jaksa anggun (bukan agung) karena pake rok.
Peribahasa yang cocok untuk ghalib adalah  Buta gajah didepan
mata, melek semut disebrang laut . Tidak ada yang menonjol dari
ghalib, nilainya cukup 0.5 (setengah saja) upah ngomong.

A.7. Baramuli, telah sukses menggunakan Edi tansil sebagai
permadani terbangnya yang sekarang mulai stall. Cara bicara
serta tindakannya adalah cerminan monyet liar yang sekarang
hanya dapat bergantung pada pohon HBB. Jika kita lihat gayanya
dulu jaman Suharto, maka sekarang ini baramuli adalah (sebutan
tambahan lagi) monyet liar berkemampuan bunglon.
Bagaimana mungkin seorang baramuli yang berlagak idealis
membiarkan anaknya ber-KKN dengan ari sigit dalam kasus yang
terlihat jelas adalah usaha monopoli bir di bali dulu. Jadi
kesimpulannya adalah jelas,... baramuli adalah bacot besar yang
kurang sikat gigi. Sekali lagi HBB salah dalam memungut orang.
Nilainya adalah -2 (minus dua).
A.8. Feisal Tanjung, jendral srimulat yang sekarang sudah
terkena radang mulut akibat infeksi virus sejak jaman Suharto,
penyebar fitnah yang tolol dalam taktik.
Wiranto harus merasa tidak perlu merasa sayang untuk
menjadikanya sebatang kara (dia dibenci ABRI yng masih aktif,
juga yang sudah pensiun, bahkan oleh para aktivis).
Jabatan menko polkam sekarang ini adalah atrifisial saja,
mungkin cukup dipegang oleh orang sipil atau bahkan ditiadakan
(suatu pertimbangan untuk HBB).
Nilai feisal adalah nihil karena tak ikut ujian.

A.9. Syarwan Hamid, setelah menjadi  die harder  di masa  akhir
pemerintahan Suharto untuk menunjukan dirinya berpaham reformis
namun semua orang tidak dapat melupakan dosa lamanya untuk PDI-
P. Bersama si dogol feisal dulu sebagai commander maka Syarwan
menjadi Public Relation-nya. Saat ini syarwan sudah tidak ambil
pusing, yang penting dapat menunjukan dirinya telah bertobat
dan menjadi mendagri yang cukup baik, tidak banyak (tidak
berani) banyak omong. Nilai syarwan adalah  7.5 (tujuh koma
lima).

A.10. Catatan lain tentang mentri atau pejabat pemerintah
lainya yang tidak diulas di sini boleh anda tanggapi sebagai
mentri yang tidak berpolitik, serta unjuk kerjanya juga
 average  saja.

B.ORMAS, PARTAI dan Pentolannya.
B.1. KISDI, telah menempatkan frontman-nya seorang Ahmad
Sumargono yang berperangai sebagai jendral lulusan kursus
Hisbullah di Lebanon QQ Iran dengan ijasah ditandatangani oleh
Khomeini. Sangat mengharukan pembelaannya terhadap ISLAM. Saya
suka dengan reaksinya seperti itu, namun kekurangannya adalah
tidak ada dewan pertimbangan yang dapat memberikan masukan
untuk ucapan dan tindakan (sikapnya kadang bikin malu,
menjadikan Islam bak penjagal). Jika tidak diperbaiki maka
Kisdi akan menjadi koreng yang busuk bukan hanya untuk
Indonesia secara umum, namun untuk Islam Indonesia secara
khusus.
Sumargono, sampeyan harus mencabut sumbat telinga serta
mencopot kacamata kuda yang menjadikan sampeyan cupet. Ada
baiknya anda mengambil kursus yang baru agar ijasah anda
ditandatangani oleh presiden Khathami.

Sukar di prediksi eksistensi kisdi dimasa pemerintahan yang
baru nanti, karena kisdi hanya mengerjakan  proyek - proyek
pesanan  selama goro-goro ini. Pada saatnya tidak ada proyek
lagi maka bisa dipastikan kisdi akan dilikwidasi.

B.2. ICMI, gudang intelektual Islam sesuai namanya, namun jelas
terlihat bahwa yang aktif di situ hampir semuanya adalah
oportunis politik yang pada saat ini sedang menikmati bulan-
bulan baiknya karena hembusan angin HBB.
Itu sebabnya saya kurang respek terhadap ICMI dari sejak ide
pembentukannya. Islam hanya menjadi kedok, sedangkan
kelakuannya sendiri lebih mirip hitler dengan nazi-nya.
Sekali lagi memang HBB terlalu lugu untuk dapat diperalat oleh
ICMI, tololnya lagi HBB terbius oleh omongan-nya.

Menjelang pemilu 99 nanti ICMI akan berusaha sekuat tenaga
untuk dapat mempunyai pijakan di partai mana saja untuk
memperpanjang napasnya, karena mereka memang tidak tahu siapa
yang akan jadi pemenang.

Sebagian besar orang ICMI yang direkrut HBB akan membalas budi
untuk mati-matian bertahan dengan GOLKAR, tapi jangan heran
jika ada yang hengkang dibulan-bulan terakhir menjelang
pemilu 99 nanti. Yang jelas banyak partai Islam yang awalnya
bukan didirikan orang ICMI akan menjadi cantolan baru mereka.
Sosok Adi Sasono adalah yang paling berpeluang menjadi brutus.

B.3. Pemuda Pancasila, dengan dukungan penuh dari godfather
cendana memang telah mengakar dalam kehidupan pendamping
masyarakat ibukota bahkan Indonesia. Sebetulnya kepanjangan
dari PP bukanlah  Pemuda Pancasila  namun  Penggerak Preman .

Siapa bilang bahwa Indonesia (pemerintah orba serta penerusnya
dengan para aparaturnya) anti kekerasan dan menjunjung
keadilan, justru disaat sekarang inilah saatnya PP akan
berjuang mati-matian untuk membalas jasa  ayah dan ibunya
setelah mereka dibesarkan oleh orba.

Jika kita lihat kasus-kasus mei 98, ketapang, solo, ambon, atau
bahkan kejadian di Irian Jaya, maka anda akan lihat hasil kerja
biro preman rahasia ini. Herkules tanah abang juga merupakan
bagian mereka itu. Sungguh keji perbuatan mereka. Pastilah
Kanjeng Gusti Allah tidak membiarkan yang seperti ini akan
berlangsung terus. Kita para muslimin pun (ataupun anda yang
non-muslim) tidak boleh membiarkan hati kita sedikitpun memberi
tempat bagi para penghianat ini. Azab dan kutuk-lah untuk
mereka baik dunia maupun akherat.

Saya minta bagi yang pemerintah yang akan datang berkenan
membubarkan PP di bumi indonesia selama-lanan membubarkan PP di
bumi indonesia selama-lamanya.
B.4. Golkar, dengan Akbar Tanjung sebagai pemimpin Golkar telah
menunjukan bahwa sekarang ini mereka berusaha berganti jaket.
Dari jaket label Suharto menjadi jaket partai baru yang
innocent (tak berdosa).
Sebetulnya walaupun hanya ganti jaket (daging tulang tetap
sama) saya sudah bergembira melihat akbar yang ex HMI maju
sebagai frontman, apalagi didukung think thank seperti Marzuki.
Namun untuk saat ini saya harus melupakan  mimpi golkar menjadi
steril terhadap kepentingan ex orba qq cendana .

Untuk menunjukan niat terbaik dari golkar terhadap eksistensi
bangsa Indonesia, ada baiknya atau mungkin tindakan yang
terbaik dari golkar (sebagai permintaan maaf yang tulus) adalah
GOLKAR TIDAK PERLU IKUT PEMILU 99. Waktu lima tahun mendatang
adalah waktunya bagi golkar untuk  nyepi  membersihkan diri.
Jika golkar bersikeras ikut, maka terkuaklah daging (busuk)
golkar selama ini yang ternyata tidak meng-inginkan melepaskan
cengkeramannya.

Jika golkar tidak ikut pemilu bukan berarti golkar menjadi
pasif selama pemilu, tapi justru golkar harus menjadi  Soko
Guru  atau katalisator berlangsungnya pemilu secara jurdil.
Kemudian RAKYAT AKAN MELIHAT BAHWA GOLKAR TELAH BETUL2 BERUBAH.

Saya tahu bahwa ini sangat mungkin tak akan terjadi, sangat -
sangat - very - very dificult bin sulit. Waallahualam.
Haruskah golkar di-likuaidasi?... Jangan....karena saya melihat
masih banyak potensi sumber daya manusia di situ yang
berkualitas. Suatu saat benih2 yang baik itu akan tumbuh.

B.5. PKP,............saya tidak tahu, saya tidak tahu. Any
sugestion..mail me.

B.6. Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril telah menggunakan
momentum ketenaran wajahnya saat menjadi  judge Bao tempe
untuk menyebutkan  sah  bagi Suharto saat lengser. PBB tidak
akan mendapat gain dengan hanya menjual ke-yusril-annya.
Tak dapat diprediksikan kelanjutan Yusril. Good luck.

B.7. PAN, dengan Amin Rais yang mengarah pada open gate bagi
semua etnis, suku, agama dan golongan (ESAG pengganti SARA),
telah memulai start yang baik, masih sibuk dengan intern, namun
yang terpenting adalah  Sosialisaikan (iklankan) intisari
program agenda politik yang akan dilakukan nanti . Wong saya
juga belom tau jeh... Bagaimana rakyat mau pilih you.

Bagi rakyat Indonesia nama PDI plus Megawati & Kwik sudah
menunjukan program tanpa perlu ber-iklan. Namun untuk PAN tidak
bisa begitu, harus ada sosialisasi yang intens di koran &
radio. Wah gue kasih kisi-kisi nih (buat partai lain juga).

B.8. PKB, Matori tidak terkenal, namun Gus Dur sangat. Namun
sangat disayangkan bahwa Gus Dur masih berkutat (dipermukaan
air pula) dengan pihak-pihak lain yang bikin pasaran PKB turun.
Ada baiknya Gus Dur mulai mondar-mandir BERSAMA Matori. Kalau
tidak maka saya yakin tidak semua orang NU kenal Matori atau
PKB sendiri.

Sangat dilematis bagi Gus Dur mengurus NU dimana terdapat PKB
dan PKU. Tapi jika tngan kanan Gus Dur lebih memegang PKB, maka
seharusnya tanagn kiri Gus Dur juga mengelus PKU dengan
menempatkan PKU sebagai anak yang  sama mazab dan ukhuwah namun
lebih mandiri .

B.9. PDI Perjuangan, good luck mega, namun jangan lupa untuk
memotong ranting yang sakit serta singkirkan benalu.

B.10. Pdi-Budi ex suryadi sudah hopeless, tapi yang penting
sudah nyicipi bangku DPR, selain itu juga kan sudah tenar.
Salam untuk Fatimah, jangan lupa kotak sirihnya ketinggalan.

B.11. PPP, akan mendapatkan suara yang unpredictable,
kebanyakan pemilih akan berasal dari  romantika lama  dan
selain itu juga dari orang yang memang tidak mengetahui partai
Islam lain. Bahkan orang kampung saya yang tidak perduli
politik mengira Amin Rais itu PPP. Jadi ini kan lumayan ya
nggak.

B.12. Barnas, akan lebih baik bagi barnas untuk dapat membuka
tabir tabir kejadian yang tersembunyi, misalnya g30s, malari,
serta sepak terjang Suharto lainnya yang selama ini mereka
pendam juga. Jika ini dapat meluruskan sejarah dan baik adanya
bagi pengajaran politik di masa yang akan datang maka nama
barnas niscaya akan teringat dalam sejarah.
Namun jika barnas secara tiba-tiba muncul dan ber-oposisi
(entah ke Suharto atau ke Pemerintah HBB) ini akan sangat
mencurigakan ada apa gerangan. Jika mereka itu tahu dari dulu
kenapa selama ini diam saja, bahkan sampai sekarang pun diam.
Cuma sikapnya saja oposisi tapi hatinya mah ............
Kalau semua jendral ex pendamping Suharto bigini terus, niscaya
nati Suharto mati akan terjadi lagi ledakan isu yang lebih
dasyat. Lebih baik selama Suharto hidup biar ada counter-
counter yang dapat menetralisir.
Saya salut atas kemauan para pimpinan AU yang akan menerbitkan
buku putih tentang g30s yang berkaitan dengan para pimpinannya
dimasa lampau. Ada baiknya disebarkan lewat internet. Biar
semua bisa baca gratis (selain lewat buku yang dapat di-
koleksi).

B.13. Komnas HAM, very - very confusing, buat apa sebenarnya.
Selama ini komnas ham hanya digunakan oleh Suharto maupun
Habibi menjadi mulut pendamping pemerintah yang harus menyanyi
berlainan dengan lagu versi pemerintah. Mungkin ibarat koor
maka ada suara satu atau duanya begitu. Tapi ujungnya selesai
nyanyi yah sudah jadinya cuma ngobrol ngalor-ngidul juga.
Sama saja komnas ham itu anjing bertopeng galak padahal giginya
mah ompong. It s useless.

C.DEMONSTRAN dan penggeraknya.
C.1. Komando UI, harus tetap mempertahankan konsep  Demo yang
Cerdas dan Tepat Guna  bukan amburadul sperti yang lain.

C.2. FORKOT, kadang saya berpikir anda ini mahasiswa bukan sih,
sebab kelakuan anda berdemo seolah menggambarkan arogansi yang
merugikan baik masyarakat yang kena getah, atau juga merugikan
perjuangan mahasiswa secara umum. Pake konsep dong. Tentukan
tema, lokasi, bagaimana menarik perhatian baik pers maupun yang
dituju. Demo kan bukan sekedar jalan-jalan teriak lalu disiram
atau ditembak.
Demo yang efektif adalah jika mampu menarik perhatian orang
yang dituju, masyarakat umum, serta pers. Jangan cuma babak
belur kemudian anda merasa sebagai pejuang reformasi.

Salam terakhir untuk FKSMJ, atau kemudian forum-forum lain
kiranya tetap SMART AS EDUCATED MAN.

Seperti yang saya serukan dulu di tahun 1998, maka saya ulangi
jangan sampai anda dikuasai oleh  pengaruh  tertentu. Anda bisa
lihat dari yang mula2 bermaksud nyumbang, ngasih dana, dan
terakhir kali memberi  tema , Wahh..... berabe.

D.Perusuh dan dalangnya.
Terus terang masalah  dalang  ini menjadi sangat  invisible
atau tak terlihat dan tak terjamah karena masyarakat kita ini
kebanyakan seperti ayam betina yang akan saling berkotek ketika
kaget tapi suaranya beda-beda, sehingga sulit menentukan berita
apa dan siapa penciptanya. Dengan kondisi ini jangan harap anda
mampu menunjuk dengan pasti.

Jika kita kelompokan berdasarkan isunya, maka sekarang ini ada
dua jenis kerusuhan.
D.1. Akibat sentimen agama. Serta,
D.2. Akibat isu keadilan masyarakat.

Saya tidak dapat menjelaskan dengan pasti tentang hal ini,
karena saya sendiri tidak punya informasi intelijen jadi saya
tidak bisa menuduh bahkan cuma membicarakan siapa.

OBROLAN PENUTUP.
----------------
Sebagai agama mayoritas namun paling banyak dalam hal not-
educated man-nya, umat Islam Indonesia mempunyai tantangan yang
menyesakan. Saya katakan menyesakan karena saya merasakannya
begini;
Jika kita pergi ke kampung yang 100% pribumi, yang tidak ada
gereja apalagi klenteng, maka orang yang kelakuannya paling
bejad juga akan mengaku  islam . Inilah tantangan umat Islam
yang datang dari dirinya sendiri.

Maka kemudian jika terjadi kerusuhan mereka yang  islam  dan
yang benar2  ISLAM  akan menjadi sulit dibedakan. Dunia hanya
melihat mereka yang bertindak laknat adalah islam. Sangat -
sangat menyedihkan kita bukan, bahkan memalukan. UNTUK ORANG
ORANG INI SEBAIKNYA ABRI ATAU PEMERINTAH BERTINDAK TEGAS.

Hukum Islam mengajarkan potong tangan bagi yang mencuri, dalam
hal ini adalah (mungkin) harus kita hilangkan para pencoreng
agama itu. Ini hanya karena saya begitu tidak tahu lagi harus
melakukan apa untuk menyadarkan orang2 yang demikian.

Jika saya bertanya sama orang kristen kenapa tidak pada bikin
partai, ternyata mereka yang mengerti akan menjawab bahwa
mereka adalah tidak ber-politik. Jika saya ditanya lagi tentang
mentri-mentri kristen dulu yang terkait masalah keuangan negara
(malah berbau KKN), maka mereka malah bertanya presidennya itu
siapa?.. (agamanya apa).

Selama di antara kita (umat Islam) masih mendapati kenyataan
bahwa lebih banyak  batu kerikil  berbanding  permata , maka
selama itu juga citra umat Islam akan tetap TERPURUK.

PENDIDIKAN atau EDUCATION (model Muhamadiyah bukan NU) adalah
yang harus menjadi tumpuan utama. Artinya pendidikan itu
sendiri harus berkualitas global atau diterima sedunia. Dan
waktunya tidak dapat dilakukan hanya dalam waktu 5 tahun pada
pemerintahan baru nanti, setidaknya butuh waktu 30 tahun untuk
dapat merasakan hasil pendidikan yang saya idamkan dapat
terlaksana. Pemimpin umat harus memikirkannya, karena ISLAM
adalah penentu Indonesia di masa datang.

Wassallam,
Bujang Prihatin.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 26 Jan 1999 jam 10:55:27 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke