----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

From: satrio Piningit forever

PENYELAMATAN PEMILU DALAM SITUASI KRISIS

I.Pendahuluan:

A.Pemasaran Hasil Tananman Lahan Tidur,dsb:
Pola penanaman lahan tidur,Pinggir jalan tol,lahan kritis,telah mulai
dilakukan semenjak tahun 1997/1998,saat ini ada masalah krusial yang harus
segera ditangani dimana pemasaran hasil bumi tersebut ternyata sulit.Sebagai
contoh harga pisang satu sisir bisa jatuh Rp200,begitupun komoditi yang
lainnya yang ditanam secara masal.Pada bulan maret 1999 insya Allah akan
terjadi panen raya padi jika saja pemasarannya tidak ditangani secara serius
dan profesional maka petani akan terkena musibah selain harga pupuk mahal
begitu panen harga padinya murah,hal ini sangat berbahaya sehingga pemasaran
ini perlu ditangani segera.Manfaatkan jaringan internet untuk export ini
dan jika mungkin segera lakukan prosesing sementara agar komoditi ini tidak
busuk,harganya tidak jatuh dan dapat dijual ke tempat yang jauh,setelah dana
makin cukup kembangkan pabrik pengolahannya yang menggunakan rekayasa
teknologie lokal[saat ini bukan saja lahan yang murah tetapi tenaga
profesional juga banyak jadi korban kontraksi ekonomi ini]

B.Pengkaryaan Pensiunan ABRI:
Anggota ABRI punya kelebihan dalam mengorganisir masyarakat,saat ini negara
membutuhkan tenaganya untuk menggerakan masyarakat terutama dalam
menyelamatkan diri dan keluarganya dengan cara penanaman  masal yang
terorganisir dan terintegrasi secara nasional.Pendekatan yang dilakukan
bukan cara memanfaatkan jalur komando tetapi dengan pendekatan teritorial
dan kultural.Pengkaryaan ini bukan hanya akan memberikan hasil tambahan
baginya tetapi juga akan memberdayakan masyarakat tsb.Pola ini sebagai
profesi mantan anggota ABRI [yang berminat dan mampu serta pensiun ] untuk
masa mendatang hak ini bukan hanya akan meningkatkan disiplin rakyat secara
sistimatis tetapi juga membuat model perekonomian seperti ini bukan hanya
untuk usaha pengelolaan tanaman [Agro Industri].

C.Dukungan Kabinet

Setelah langkah Menhankam/Pangab mendekati tokoh Ciganjur plus dalam rangka
berusaha menciptakan keamanan Nasional maka sebaiknya forum ini diperluas
sebagai sarana untuk menampung aspirasi masyarakat[maaf ini bukan tidak
konstitusional tapi demi keselamatan Bangsa] dalam rangka penyuksesan
pemilu.Disisi lain Presiden Habibie agar segera mengaktifkan Menko Ekuin
Ginanjar untuk mengorganisir Ketua Bapenas,Men-Koperasi ,Menperindag agar
segera mengerakan ekonomi oleh rakyat banyak ini.Program ini bukan
memberikan kredit hanya untuk melakukan produksi tetapi yang lebih penting
nantinya membeli dan memasarkan hasil produksi tersebut sehingga masyarakat
bukan hanya mempunyai daya beli sampai musim panen berikutnya tetapi yang
paling penting tidak lapar,punya pekerjaan tetap sehingga tidak mudah
terprovokasi.
Kombinasi program Menhankam dan Menko Ekuin jika berhasil bukan hanya akan
membuat pemilu dapat saja dilakukan sesuai aspirasi orang banyak tetapi yang
paling penting menghindarkan bangsa ini rusak total karena mudah
diadudomba,dihasut,masyarakatnya ketakutan dan tidak bekerja karena ekonomi
hancur serta pemimpinnya berdebat terus

II.  Idea Dasar:

Krisis sebagai peluang pengembangan ekonomi bagi pengusaha kecil, petani,
dan koperasi yang benar ............. mana mungkin ........ katanya, mari
kita lihat :
A.Pedagang dan Pengemudi angkutan:
1.  Pedagang kecil yang ada di pasar-pasar telah terbiasa berdagang dengan
modal kecil dan karena tidak punya jaminan maka  dalam melakukan kegiatan
berdagang di emperan  di jamin pedagang yang mempunyai toko yang  emperannya
dipinjam  untuk  jualan, untuk meminjam uang kepada  Pemberi Kredit
pedagang kecil  tersebut meminjam sebesar Rp.100.000 kemudian pinjaman
tersebut dicicil setiap hari sebesar Rp.4.000 selama 30 (tiga puluh) hari
sehingga dalam 1 bulan dikembalikan Rp.120.000 yang artinya beban bunganya
20 % per bulan flat.

2. Dalam pelatihan keterampilan kepemimpinan di fakultas tehnik Universitas
Indonesia hampir selalu saya sampaikan bahwa pengemudi : angkot, mikrolet,
kopaja, metromini, bis kota adalah pahlawan yang selalu dicela oleh
masyarakat karena perilakunya di jalanan dan mereka juga sering disakiti
hatinya pada saat setorannya kurang dan sampainya dirumah di cemberuti oleh
isterinya, jika kelebihan dari setorannya kurang mencukupi (pendapatan-nya
kecil). Dimana letak kepahlawanannya : didalam pekerjaannya pengemudi
tersebut telah memberikan subsidi kepada para calon pemimpin bangsa dari
mulai SD, SLTP, SMU dan Mahasiswa, letak subsidinya adalah :

Angkutan Tarif
Normal Tarif
Pelajar Pelajar / Mhs
per hari Subsidi / Tahun / Pengemudi
Kopaja/Metromini 400 100 100 300x100x20x12 =   7.200.000
Koantas 400 100 150 300x150x20x12 = 10.800.000
Mikrolet 600 300 60 300x60x20x12   =   4.320.000
Angkot 400 200 40 100x40x20x12   =   1.920.000
Bis Kota 300 100 200 200x300x20x12 = 14.400.000

 Asumsi  : Pengemudi setiap bulannya bekerja 20 hari
Disini telah terlihat pengemudi tersebut melakukan  kepahlawanannya dengan
mensubsidi pelajar dan mahasiswa  pengemudi tersebut harus tetap membayar
setoran sebesar yang ditetapkan dan tidak ada dispensasi kekurangan rupiah
akibat mengangkut pelajar dan mahasiswa.

-)  Mereka dalam bekerja telah sangat beramal dengan menyumbang secara tidak
langsung kepada yang mungkin saja lebih makmur ekonominya, untuk jalan
keluarnya adalah sebagai berikut : Pelajar tersebut naik kendaraan umum
dengan menggunakan karcis, karcis tersebut dihitung oleh bank sebesar tarip
normal dan didistribusikan subsidinya kepada seluruh pihak : pengemudi 10%,
pengusaha kecil 15%, bank pelaksana 20%, Pemda 20%, pengusaha besar 20% dan
Depdikbud 15%.

B.Petani dan Nelayan
1. Petani :
 Jenis yang ditanam  Harga di petani Harga di Jakarta
 -  Kacang panjang  Rp.    600  Rp. 2.000
 -  Tomat   Rp. 1.500   Rp. 3.400
 -  Cabe   Rp. 2.000  Rp. 6.000
 -  Jagung   Rp.    100  Rp.    250
 -  Bawang         Rp. 1.000  Rp. 5 000

2. Nelayan :
 Jenis Ikan    Harga di nelayan   Harga di Jakarta
 -  Teri    Rp. 7.000/kg  Rp. 12.000/kg
 -  Kakap   Rp. 8.000/kg  Rp. 15.000/kg
 -  Tenggiri   Rp. 5.000/kg  Rp. 12.000/kg
 -  Bawal   Rp. 6.000/kg  Rp. 13.500/kg
 -  Bandeng   Rp. 4.000/kg  Rp.   8.000/kg
 -  Kembung   Rp. 2.000/kg  Rp.   4.500/kg

 Data hasil survei dipasar Cileduk pada awal april 1998
Jika diperhatikan secara lebih tajam maka terlihat bahwa  pengusaha kecil,
pengemudi, petani dan nelayan, terlihat  tangguh  secara perseorangan
walaupun tingkat pendapatannya sulit untuk naik.

C.Kondisi lainnya : Karena yang dipakai untuk membeli uang atau diputar
(diusahakan) tetap berupa uang maka usaha langsung (riil) menjadi kekurangan
uang akibatnya sulit melakukan usaha. Akibat langsung lainnya karena uang
sukar dicari maka tingkat suku bunga tinggi dan pada saat dimana pedagang,
petani, pengusaha kecil, nelayan dan yang lainnya menjadi tahu bahwa orang
berdagang uang untungnya besar maka mereka menaikan harga dagangannya
sehingga inflasi tinggi. Sisi lainnya dari  jualan uang ini  akan merusak
perdagangan secara sistematis, hanya saja waktu yang diperlukan untuk
merasakan rusaknya tatanan ekonomi di negara lainnya  belum tentu cepat .
Saat ini Indonesia mengalami masa berat perekonomiannya, sampai hari ini +/-
7 bulan (dari Agustus 1997) masih saja sulit dengan makin hari semakin turun
daya beli masyarakatnya, makin banyak orang tidak bekerja, makin menurun
pengoperasian transportasi darat dan udara, makin mahal harga susu, sandang
pangan dan yang lainnya.

Situasi ini kelihatan sepertinya makin buruk saja, hanya saja rakyat mulai
terbiasa dan mempersiapkan tindakan agar makin  imun  terhadap kondisi ini,
Malaysia mulai menyuarakan keberatan karena banyaknya TKI yang kesana
.......... jangan-jangan pengungsian ke Australia atau negara lain juga
lebih banyak dan jangan-jangan banyak juga orang Indonesia yang
mempersiapkan tinggal disana.

Apa yang sebenarnya terjadi ? panik, dan yang pasti jika saja Indonesia
rusak perekonomiannya maka ASEAN juga kemungkinan besar terbawa, hal ini
akan merembet ke Asia Timur / Australia dan setelah sampai ke Jepang maka
perekonomian Amerika Serikat dan Eropa besar kemungkinan terganggu.
.......... Mengapa begitu ? ............ Rusaknya tatanan ekonomi yang ada
sekarang bukan dari kehancuran pada sebesar ekonomi mikro tetapi diawali
oleh sektor moneter. Akibat sektor moneter ini merusak bisnis real, sehingga
karena memang sektor usahanya sebagian ada masalah langsung rontok tetapi
sektor usaha yang sehat pun secara bertahap berguguran.

II.Pola kegiatan:

Pada saat seperti ini banyak sekali tenaga profesional yang terpaksa
 menganggur  dan hal ini jika dimanfaatkan secara baik sangat profesional
untuk membangun ekonomi kembali dengan pola  ekonomi kerakyatan  sesuai UUD
45 pasal 33, karena sebelum situasi ini mungkin saja para tenaga kerja
tersebut tidak tertarik untuk ikut mengembangkan pola ekonomi kerakyatan
mengingat lebih menarik bekerja di sektor lain. Situasi berkembang ini juga
akan mengundang Investor Asing pada saatnya untuk mengembangkan usahanya di
Inonesia. Oleh karena itu marilah kita pikirkan pola yang paling tepat untuk
menumbuhkan keadilan dan memakmurkan rakyat Indonesia.

A.Kegiatan :
Pola penanganan krisis ini terbagi 3 bagian yang tidak dapat dipisahkan:
-  Mengendalikan krisis agar kehancurannya tidak meluas terus.
-  Menjaga agar sektor ekonomi yang strategis tetap berjalan.
- Menumbuhkan usaha yang strategis sebagai lokomotif dan tumbuhnya
perekonomian di Indonesia.

Ketiga pola ini lebih dititik beratkan untuk mengatasi krisis yang terjadi
saat ini dengan pengembangannya nanti sebaiknya dievakuasi secara periodik
dan melihat perkembangannya.

*)   Mengendalikan krisis agar kehancuran tidak semakin meluas, oleh karena
itu sektor-sektor yang harus tetap berjalan adalah :
1.  Pengadaan bahan bakar
2.  Pengadaan listrik
3.  Pengamanan telekomunikasi
4.  Pabrik-pabrik yang menyerap tenaga kerja dan berbahan baku lokal
5.  Transportasi
6.  Pengendalian kebakaran hutan
7.  Usaha sektor informal.

B.Pengembangan pangan dari tumbuhan, hewan dan ikan
1/ Pangan yang segera harus dikembangkan selain beras, jagung, umbi-umbian,
singkong, pisang, pepaya, kedelai, tomat dan kentang, yang tujuannya adalah
untuk mengamankan persediaan dan mengurangi ketergantungan dari Import yang
mengurangi cadangan devisa dan pada saat tertentu dapat menjadi hal yang
 krusial .

 Tanaman yang ditanam selain memanfaatkan lahan tidur dan lahan kritis
sangat penting untuk mempertimbangkan  Life Time Cycle  tanaman tersebut dan
nilai ekonomisnya. Pada saat krisis tanaman yang paling penting adalah yang
langsung dapat menjadi pangan, dalam waktu berjalan maka tanaman lain yang
dikembangkan adalah menanam tanaman buah-buahan yang berbuah-nya dalam
jangka waktu dibawah 10 (sepuluh) tahun, tanaman yang dicangkok : jambu air,
jambu batu, mangga, sawo, rambutan kemudian setelah itu mengembangkan
tanaman jangka panjang seperti durian dan mangga.

 Untuk memanfaatkan lahan kosong kemudian menghijaukan Indonesia dan
menabung lewat tanaman harus  Marilah tempat-tempat tersebut ditanami
sengon, mahoni, albasia . Untuk jangka yang lebih lama lagi dipanen penting
juga untuk sekolah atau modal anak-anak maka para orang tua menanam pohon
jati.

2/ Untuk pengembangan ikan, sangat bermanfaat untuk mempunyai : ikan lele,
ikan mujair, ikan nila, ikan mas, belut. Jika saja ingin mengembangkan ikan
lele atau belut cukup didalam drum dan semua sisa makanan jangan dijadikan
sampah tetapi menjadi makanan ikan tersebut. Jika lebih tega, maka
septi-tank ditebar ikan lele, selain tidak bau dan penuh septi-tanknya juga
akan menghasilkan ikan lele yang besar. Pengembangan ternak ikan ini memang
perlu profesional, ada nama yang ahli  Haji Bachrum  pemuda pelopor.
Kemudian dalam rangka menyuburkan tempat ternak ikan dilaut maka bangsa
Indonesia harus rajin mengumpulkan rongsokan bis, mobil dsb, yang
dikombinasi dengan ban-ban bekas maka akan menghasilkan tempat yang
ditumbuhi karang dan banyak ikannya. Dalam rangka mengembangkan pola ekonomi
rakyat ini dikembangkan pola  Nelayan Owner Operator Perahu  dikombinasikan
pengumpul, koperasi, pemesan dan proses tindak-lanjut sehingga memberikan
nilai tambah bagi pelaku ekonomi terdepannya.

3/ Pengembangan ternak, perlu dimasyarakatkan kembali pengembangan ternak
seperti : kelinci, ayam, bebek, burung dara dan sejenis unggas lainnya.
Untuk peternakan bebek nama yang ahli  Ibrahim  pemuda pelopor. Selain ayam
negeri yang biasa dikembangkan dengan pola industri adalah ayam kampung
merupakan potensi yang dapat dikembangkan.

 Jika saja pengembangan ternak ayam dan bebek berkembang untuk setiap daerah
kelurahan, dan untuk peternakan kambing serta sapi disamping yang sudah ada
juga berkembang disetiap kecamatan atau kabupaten dalam skala yang cukup
agar masyarakat tahu secara praktis  cara beternaknya  maka bukan saja
memperkuat ketahanan masyarakat tetapi juga akan menghemat devisa dan
menghasilkan pemasukan untuk negara.

4/ Transportasi dalam situasi seperti ini sulit dikembangkan dan hanya dapat
berusaha mengurangi kehancuran.
 C.Permodalan :
a.  Jika saja IMF meneruskan pemberian pinjamannya maka prioritasnya adalah
digunakan untuk hal tersebut.
b.  Masyarakat membeli obligasi jika kesamaan pikiran bahwa krisis ini harus
dilawan bersama makin kekal.
c.  Revolving Fund dari dana-dana infak, sodakoh dan zakat untuk menggunakan
ekonomi  sektor informal  yang dikoordinir dari tempat ibadah agama yang ada
di Indonesia dan organisasi-organisasi yang berminat.
d.  Mengalirkan kembali kredit-kredit macet yang asset-assetnya telah ada
tetapi pengusaha sebelumnya  Nakal . Pihak perbankan agar membuka daftar
kredit dan industri yang bermasalah tetapi akan diselesaikan kemudian bagi
 Pengusaha yang berminat mengambil-alih  hanya dengan ujian kapabilitas,
kredibel, dapat bekerja sama dengan bank dalam rangka menyelesaikan kredit
macet dan memutas roda ekonomi.
e.  Asset-asset perusahaan swasta yang memberatkan agar dijual untuk
mendapatkan modal begitu bagi BUMN-BUMN yang asset-assetnya memberatkan dan
bagi BUMN-BUMN  Sambil disehatkan Pak Tantri  untuk masing-masing BUMN-nya
dicari saja CEO yang mempunyai  Sense Of Crisis  dan paham untuk dapat
membuat BUMN menjadi penghasil cadangan devisa atau memberikan laba dan
dapat menggerakkan ekonomi.
f.  Dana-dana yayasan-yayasan dipergunakan untuk membantu negara dalam
rangka menjaga kepentingan orang banyak dalam bentuk revolving fund untuk
usaha kecil dan menengah.
g. Bantuan : CGI, World Bank, Japan dll dipergunakan sesuai dengan yang
telah direncanakan sebelumnya.

III.PEMBAHASAN
 Inti persoalan roda ekonomi tidak boleh berhenti, daya beli masyarakat
diusahakan menguat kembali, pangan dan obat-obatan aman, mengumpulkan Dollar
US dan bersaing kembali pada era globalisasi. Dengan menjual asset
dikota-kota besar kepada investor asing atau mendatangkan investor Indonesia
pergi merantau keluar negeri atau menjadi warga negara asing.
 Masyarakat perlu sadar bahwa globalisasi juga adalah  Borderles  kemudian
sebagian lainnya akan kembali ke daerah asal atau jika pemerintah siap
tawarkan kepada profesional tersebut untuk mengembangkan  Batam Rempang
Galang, Natuna, Memberano atau proyek-proyek seperti idea diatas .

 Bagi profesional muda yang menetap diluar negeri awalnya ada perasaan tak
enak, tapi bertahanlah kemudian mari berpikir  Mari Selamatkan Bangsa
Indonesia . Bagi profesional muda yang saat ini berpikir hanya untuk
bertahan hidup jangan lupa jika fase krisis telah sampai bottom maka saat
recovery akan datang dan yang paling penting pengalaman ini harus menjadi
 Imunisasi  pada saat nanti.

 Pemberian modal pinjaman atau hibah ke dalam suatu usaha harus membuat
multiplayer effet (seperti main game tripeaks) dan pembenahan organisasi
yang melibatkan kepemimpinan, struktur, culture dan sistim yang mengarah
kepada masyarakat yang secara pasti dibekali informasi secara tepat mengenai
kebenaran dan hal yang menyimpang, akhirnya akan menjadi masyarakat yang
siap dan pengurusan-pengurusan mengenai hal-hal yang diperlukan didalam
perijinan, perbankan, perdagangan, dll menjadi praktis seperti permainan
 game free cell  begitu syarat-syaratnya dipenuhi otomatis berjalan.
IV.Penutup :
A.Aspirasi
Tulisan ini dibuat pada april 1998 dan aspirasinya dari kebakaran hutan yang
terjadi pada medio pertengahan tahun 1997,dimana pada saat itu diwarnai
musim kering dan prediksi kurang pangan.Saat ini telah makin banyak
teman-teman melihat pentingnya tindakan pengelolaan pola tanam dan
pengorganisasian masyarakat serta penangan krisis ini bukan hanya perlu
massal tetapi harus melibatkan tenaga profesional
mengelola,terintergrasi,mempunyai jaringan dagang keluar negeri,tenaga ahli
Biotecnologie untuk tanaman,ahli finance,ahli hukum dsb.Atas dasar pemikiran
tersebut maka tidak mungkin lagi persoalan seperti ini diselesaikan dengan
cara pedagang kaki lima[semuanya dikerjakan sendiri],oleh karena itu saat
ini mungkin sudah saatnya pengorganisasian sepeti ini bukan program temporer
tetapi sebagai suatu kegiatan yang saat ini menyelamatkan serta sebagai
kegiatan yang memakmurkan bangsa ini dimasa depan.
B.Pemilu:
Hampir seluruh Bangsa sepakat bahwa Pemilu yang jurdil dan luber
satu-satunya pintu gerbang yang aman,demokratis dsb agar landasan Indonesia
Baru ini sehingga hal ini menjadi kepentingan banyak orang.Situasi Indonesia
saat ini lagi repot karena Ekonominya juga oleng,serta akan ada alih
generasi dari angkatan 45 ke angkatan berikutnya[melalui pemilu] sehingga
kondisi negara dan rakyat yang dapat melaksanakan pemilu menjadi
penting.Kalau tidak terjamin perutnya nanti ada yang bilang siapa yang
biayai itu yang dicoblos atau buat apa keTPS mendingan nyari nafkah atau
rakyat karena tidak aman tidak dapat menggunakan hak pilihnya.oleh sebab itu
program ini menjadi mendesak .

C.Periode Waktu:
Awal Februari s/d akhir april 1999 adalah dimana pemerintahan harus dapat
menciptakan penghasilan untuk rakyatnya dengan berbagai cara yang membuat
rakyat menjadi produktif dan suatu saat dapat sustainable secara
ekonomik,sehingga program pemberdayaan ini tidak seperti kecanduan obat bius
tetapi membangkitkan semangat rakyat untuk berkreasi dan mempunyai harga
diri dengan menjauhkannya dari rasa lapar,punya kegiatan yang dapat menolong
diri dan keluarganya serta melepaskan ketergantungan kepada pihak manapun
karena alasan ekonomi.Periode ini kritis,jika hal ini tidak dilakukan dan
ditambah lagi pengangguran akibat PHK masal serta keamanan makin tidak
terkendali maka bayangan pemilu yang diharapkan kelihatannya makin akan jadi
harapan.

Dengan mengembangkan kreatifitas masyarakat, imunisasi, menggerakkan ekonomi
kerakyatan, pemberian motivasi oleh seluruh pihak, pencegahan bis integrasi
maka diharapkan bangsa ini keluar dari kesulitan yang ada sekarang ini dan
mendapatkan hasil refleksi yang bermanfaat untuk selamanya.

       Jakarta, 27/1/1999

       Ir. AGUS MULDYA
-Ketua Forum komunikasi keperasi Mahasiswa Jakarta,1995/1996.
-Direktur ops/usaha kosti jaya,1994 s/d 1997.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 27 Jan 1999 jam 06:28:58 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke