----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

KOLOM SUPANGKAT:

        SEDIH ABRI TEPURUK, LEBIH SEDIH PEMBANTAIAN MASSALNYA


[EMAIL PROTECTED] menulis:

Subj:    Re: KODAM KODIM WARISAN FASIS MILITER JEPANG HARUS BUBAR
Date:   1/27/99 8:32:14 PM Eastern Standard Time
From:   [EMAIL PROTECTED] (ACME)
To:     [EMAIL PROTECTED] (HSUPANGKAT)

Yth. Pak Supangkat

Betapa sedihnya melihat ABRI kita ini sekarang diserang habis-habisan dan
extremenya dihujat, padahal yang dulu dipuja dan dielu-elukan "HIDUP ABRI !"
dlsbnya. Disiplin ilmu saya tidak mendukung untuk saya memberikan statement
politik karena backgroundnya hanya mantan dunia penerbangan saja, namun
seperti kata Voltaire: I don't agree for what you've said, but your right to
say it I will defend to the death!.
Nasibnya ABRI adalah seperti kata orang Melayu: Menang abang saya, kalah
abang payah!
Secara moril, saya sebagai seorang adik militer yang telah dimakamkan di TMP
Kalibata untuk membela negara tercinta ini, sedih sekali ABRI diperlakukan
seperti anggapan sementara orang dewasa ini.
Saya hanya memohon, janganlah kita menunjuk dengan jari keorang lain, karena
tiga jari lainnya menunjuk ke diri kita sendiri.
Kalau kita hanya penonton, marilah kita jadi penonton yang baik dan jangan
malah memperkeruh suasana dengan "add fuel to the flame". Pls render unto
Caesar what belongs to Caesar!.
Betapa indahnya message yang dilambangkan oleh Statue of Liberty yang anda
bisa lihat dilaut lepas ditempat anda NYC. Marilah kita mendinginkan dan
mengajak seluruh warga kita dengan positive dan tidak hanya rethorika, agar
sama-2 menjaga sawah ladang kita ini, agar tidak digegrayangi hama wereng.
Walaupun hujan mas di USA, saya masih mencintai negaraku yang nyaris
tercabik-cabik ini. Salam hormat!
Bernard.

-----Original Message-----
From: HSUPANGKAT <[EMAIL PROTECTED]>
Newsgroups: alt.culture.indonesia
Date: Thursday, January 28, 1999 7:13 AM
Subject: KODAM KODIM WARISAN FASIS MILITER JEPANG HARUS BUBAR


>----------------------------------------------------------------
>
>
>
>KODAM, KODIM WARISAN FASIS MILITER JEPANG HARUS DIBUBARKAN
>
>
>Kodam, Kodim adalah warisan fasis militer Jepang yang seharusnya sudah lama
>di-
>bubarkan karena: Federalisme bukan lagi bahaya sedangkan separatisme Aceh
dan
>Timtim tidak dutunggangi kekuasaan asing sehingga tidak akan mengurangi
kedau-
>latan Indonesia, tidak akan mengakibatkan disintegrasi.
>
>Disintegrasi dipicu oleh krisekonosospol, KKN dan gerpol pro-Suhartois
bukan
>oleh Aceh dan Timtim.
>
>
>Komando Pasukan pengamanan tidak perlu lewat Kodam, Kodim, suatu institusi
>khusus yang ekstra-konstitusional dan merupakan berhala fasisme militer
>Jepang.
>Tanpa Kodam, Kodim, ABRI akan tetap efektif sebagai pasukan keamanan "tok"
>bukan sebagai aparat dwifungsi politik-sosial-militer.
>
>
>Setelah PKI dibubarkan dan separatisme dan pemberontakan sudah tidak meru-
>pakan ancaman yang dapat membuat ambruk Indonesia atau dapat mengundang
>kembali kolonialisme, Kodam, Kodim, dsb. hanya merupakan aparat penindasan
>HAM.
>
>
>Harus diakui bahwa Kodam, dsb adalah warisan fasis militerisme Jepang yang
>ter-
>nyata terlalu "convenient" karena kemanfa'atannya menanggulangi pemberonta-
>kan pemberontakan daerah daerah yang kecewa dan PKI, dan separatisme di
mana
>saat itu kesemuanya sangat membahayakan survival nasional yang kritis pula
>karena masih ada ancaman dari luar berupa neo kolonialisme.
>
>
>Masa kritis itu sudah lama lewat tapi penguasa sudah keenakan merajai
>Indonesia
>dengan fasisme militer a la Jepang sedangkan rakyat yang ditindas HAM-nya
>sudah
>ditundukkan menjadi jiwa budak, sudah submisif ibarat rakyat taklukan.
>
>
>Penindasan HAM secara "konstitusional" dan "legal" dengan UUD45 dan KUHP
pra-
>Magna Carta yang diselubungi kedok dwifungsi ABRI sudah tidak mungkin
diperta-
>hankan lagi karena mencengkeram jiwa kita.
>
>
>Penindasan ini ditambah gawat pula dengan diangkatnya para menteri dan
anggota
>DPR/MPR, Mahkamah Agung, Jaksa Agung, dll dari ABRI.
>
>
>Reformasi dengan jiwa terbelenggu adalah ketoprak yang tragis yang harus
>segera
>dibebaskan walaupun ada peristiwa Ambon di samping masalah militer "abadi"
di
>Aceh dan Timtim.
>
>
>Militer kita tetap kuat sebagai pasukan keamanan tanpa Kodim, Kodam.
>
>
>H.S. Supangkat
>New York
>
>
>
>--------------------------------------------------------------------------
>------
>
>



----------------------- Headers --------------------------------
Return-Path: <[EMAIL PROTECTED]>
Received: from  rly-zc04.mx.aol.com (rly-zc04.mail.aol.com [172.31.33.4]) by
air-zc03.mail.aol.com (v56.24) with SMTP; Wed, 27 Jan 1999 20:32:14 1900
Received: from willamette.cbn.net.id (willamette.cbn.net.id [202.158.3.6])
          by rly-zc04.mx.aol.com (8.8.8/8.8.5/AOL-4.0.0)
          with SMTP id UAA04920 for <[EMAIL PROTECTED]>;
          Wed, 27 Jan 1999 20:32:07 -0500 (EST)
Received: (qmail 24470 invoked from network); 28 Jan 1999 01:33:56 -0000
Received: from portland.cbn.net.id (HELO cbn.net.id) (202.158.3.4)
  by willamette.cbn.net.id with SMTP; 28 Jan 1999 01:33:56 -0000
Received: (qmail 7729 invoked from network); 28 Jan 1999 01:41:58 -0000
Received: from unknown (HELO acme) (202.158.24.240)
  by portland.cbn.net.id with SMTP; 28 Jan 1999 01:41:58 -0000
Message-ID: <001601be4a66$3ed4b6c0$[EMAIL PROTECTED]>
From: "ACME" <[EMAIL PROTECTED]>
To: "HSUPANGKAT" <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: KODAM KODIM WARISAN FASIS MILITER JEPANG HARUS BUBAR
Date: Thu, 28 Jan 1999 09:27:44 +0700
MIME-Version: 1.0
Content-Type: text/plain;
        charset="iso-8859-1"
Content-Transfer-Encoding: 7bit
X-Priority: 3
X-MSMail-Priority: Normal
X-Mailer: Microsoft Outlook Express 4.72.3110.1
X-MimeOLE: Produced By Microsoft MimeOLE V4.72.3110.3

JAWABAN SAYA:

        SAYA JUGA SEDIH NAMUN LEBIH SEDIH PEMBANTAIAN MASSALNYA

Anda merasa sedih karena "vested interest" di mana abang anda gugur sebagai
anggota ABRI. Saya juga sedih sejak tahun 1945 di mana handai taulan,
tetangga,
saudara jauh dan dekat, orang tua, berguguran dalam perjuangan kemerdekaan
di mana saya sendiri terlibat dalam perjuangan itu mula mula dalam BKR yang
kemudian menjadi TKR, TRI dan akhirnya menjadi TNI, dalam BBRI, MBT, TRIP.
Gunta ganti pasukan bukan karena bunglon tapi karena selalu diusir Gurkha dan
NICA kucar kacir, pindah pindah tempat terus untuk survive.

Namun kesedihan bagi ABRI itu sudah "overwhelmed" oleh kesedihan crime
against humanity ABRI yang telah melakukan pembantaian massasl terhadap
rakyatnya sendiri bukan saja terhadap rakyat pemberontak yang bersenjata se-
perti di Aceh dan Timtim, namun terhadap rakyat yang tak bersenjata, di
hadapan
matakepala kita sendiri di ibukota Jakarta, yang terakhir peristiwa
penggulingan
Suharto, peristiwa anti-Sidang Istimewa MPR di Semanggi, belum lagi terhitung
penculikan penculikan aktivis setelah disiksa, sampai hilang/tewas,
disembunyi-
kan kuburannya.

Kekuasaan ABRI mulai dari Presiden, Menteri, para anggota DPR/MPR, Jak-
gung, Mahkamah Agung, Gubernur sampai ke Camat Camat bahkan Lurah Lu-
rah yang dimonopoli oleh ABRI/Golkar dalam sistem terkutuk dwifungsi terbukti
telah membawa malapetaka nasional yang dikuakkan oleh Krismon sehingga
lk130 juta melarat, lk 20 juta menganggur, lk 10 juta busunglapar.

Kalau anda mempunuyai hatinurani, apakah ini tidak jauh lebih menyedihkan
daripada terpuruknya citra ABRI oleh ulahnya sendiri?

H.S. Supangkat
New York

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 28 Jan 1999 jam 16:38:17 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke