http://www.dataphone.se/~ahmad [EMAIL PROTECTED] Stockholm, 11 April 1999 Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wr wbr. JAWABAN TENTANG KEDAULATAN ADA DITANGAN ALLAH UNTUK SAUDARA BASRI HASAN. Ahmad Sudirman Modular Ink Technology Stockholm - SWEDIA. Jawaban untuk Saudara Basri Hasan (Bogor, Jawa Barat, Indonesia). Tulisan ini merupakan jawaban singkat untuk saudara Basri Hasan, [EMAIL PROTECTED] , yang telah menyampaikan pikirannya dalam Forum Reformasi Aqidah di Hidayatullah pada tanggal 10 April 1999. Tanggapannya dilampirkan dibawah. Baiklah, tentang kedaulatan ada ditangan Allah artinya semua hukum-hukum yang telah tercantum dalilnya secara jelas dalam Al Qur'an, tidak ada kekuasaan manusia untuk merubahnya. Misalnya seperti haramnya riba. Tetapi kalau kedaulatan ada ditangan rakyat, artinya kekuasaan rakyat yang mayoritas yang akan memutuskan dan menetapkan. Misalnya bisa saja riba yang diharamkan oleh Allah akan dihalalkan oleh manusia, karena bisa diputuskan melalui suara mayoritas. Inilah yang menyebabkan mengapa sistem demokrasi bisa menjadi haram. Karena salah satu tonggak dalam sistem demokrasi adalah pengambilan suara terbanyak. Akibatnya, apa yang dilarang oleh Allah seperti minuman keras, judi, riba bisa menjadi halal dan dibolehkan setelah diputuskan oleh suara mayoritas rakyat dalam sistem demokrasi. Dan inilah mengapa Saudara Ahmad Utomo dalam tanggapannya di Forum Reformasi Aqidah di Hidayatullah pada tanggal 4 April 1999 mengatakan bahwa 1. Kedaulatan di tangan ALLAH (bukan rakyat) 2. Kekuasaan (authority) di tangan muslim (yang memandatkan ke khalifah). Jadi segala bentuk sistem pemerintahan harus berdasarkan oleh akidah islam. Tidak ada lagi "voting-votingan" dalam isu yang baku seperti riba (industri bank) dan pidana (jurisprudensi) misalnya, sebab kaum kuffar dan sekuler tidak berhak memiliki "upper hand" terhadap muslim ummah melalui mekanisme suara terbanyak." Selanjutnya, hubungan antara manusia "dalam suatu negara atau public domain" bukan hanya mengikuti "kehendak manusia yang ikut dalam public domain tersebut" melainkan juga mengikuti petunjuk-petunjuk yang telah digariskan oleh Allah dalam masalah hubungan manusia. Dimana hubungan manusia yang ikut dalam suatu negara telah dicontohkan oleh Rasulullah dalam Undang Undang Madinahnya yang merupakan suatu konstitusi Daulah Islam Rasulullah yang pertama di dunia. Dalam Undang Undang Madinah tersebut telah mencantumkan masalah-masalah pokok bagi kehidupan ummat manusia, terlepas daripada apakah mereka itu adalah muslim atau non muslim. Dimana masalah-masalah pokok yang tercantum dalam Undang Undang Madinah tersebut mencakup masalah Hak Asasi Manusia. Persatuan Seagama. Persatuan Segenap Warganegara. Golongan Minoritas. Tugas Warga Negara. Melindungi Negara. Pimpinan Negara. Politik Perdamaian. Untuk yang punya minat melihat dan mempelajari Undang Undang Madinah bisa dilihat dalam kumpulan artikel [980904] Undang Undang Madinah yang telah disusun pasal perpasal dalam HP http://www.dataphone.se/~ahmad Nah sekarang, tentang pemikiran saudara Basri Hasan yaitu "agama apapun hanya akan jadi alat segelintir manusia untuk memaksakan kehendak atas sejumlah besar manusia lainnnya. Sebagai contoh: ke Islaman di Indonesia baru pada tingkat loudspeaker masjid saja belum bisa mengaturnya ", menurut pandangan dan pemikiran saya saudara Basri Hasan telah menyimpulkan dari perilaku penguasa-penguasa dan pemimpin-pemimpin dunia yang mengatasnamakan agama untuk memaksakan kehendaknya kepada manusia-manusia lainnya yang diperkuat oleh pemikiran-pemikiran manusia-manusia yang sekuler yang beranggapan bahwa agama apapun tidak perlu dicampur adukkan dan dilibatkan kedalam urusan kenegaraan, seperti yang telah terjadi di negara-negara Barat sekarang ini. Sehingga dari kesimpulan saudara Basri Hasan ini lahirlah pemikirannya yang menjurus kepada pemikiran sekuler, padahal saudara Basri Hasan adalah seorang muslim, sedangkan Islam tidak mengajarkan pemeluknya untuk menjadi seorang yang sekuler. Inilah jawaban dan tanggapan saya yang singkat untuk Saudara Basri Hasan (Bogor, Jawa Barat, Indonesia). Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada [EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.* Wassalam. Ahmad Sudirman http://www.dataphone.se/~ahmad [EMAIL PROTECTED] ----- [EMAIL PROTECTED] Basri Hasan (Farum Reformasi Aqidah Hidayatullah) menulis : Assalamu'alaikum wr.wb, Achmad Sudirman wrote: "saya sampaikan disini bahwa tujuh hari yang lalu anak saya yang perempuan yang masih berumur lima belas tahun mengikuti suatu konferensi di Stockholm dengan tema "Generasi Baru Muslim di Eropa" yang dihadiri oleh hampir sebagian generasi muda muslim dari seluruh negara-negara di Scandinavia. Suatu pemandangan yang membahagiakan sebagai satu tanda bangkitnya generasi baru Muslim di Eropa, dimana terlihat para remaja perempuan yang berjilbab seolah-seolah mereka menampilkan inilah generasi baru Muslim di Eropa yang akan menggantikan generasi sekuler dan negara sekuler dengan Daulah Islam Rasulullah". Kalau pertanyaan mengenai konsep kedaulatan ditangan Allah yang utopis saja anda belum bisa menjawab, pandangan bahwa gerakan Islam di Eropa yang akan menggantikan model demokrasi, apa itu bukan suatu kenaifan? Sebagai seorang Muslim apakah anda akan menyangkal terjadinya perubahan dimuka bumi, terutama dalam hal hubungan antara manusia? Anda tentu tahu bahwa Allah itu sendiri menurunkan banyak Rasul, dan itu sesuai dengan kodrat manusia. Hubungan antara manusia dalam suatu negara atau public domain pasti tidak akan pernah bisa lepas dari kehendak manusia yang ikut dalam public domain tersebut. Al-Quran dan Islam adalah petunjuk untuk manusia dalam konteks personal domain. Telah terbukti dalam sejarah ummat manusia kecuali pada zaman Rasulullah, agama apapun hanya akan jadi alat segelintir manusia untuk memaksakan kehandak atas sejumlah besar manusia lainnnya. Sebagai contoh: ke Islaman di Indonesia baru pada tingkat loudspeaker masjid saja belum bisa mengaturnya. Wassalam. Basri Hasan [EMAIL PROTECTED] Bogor, Indonesia - Saturday, April 10, 1999 at 12:34:27 (EDT) ----- ------------------------------------------------------------------------ eGroups Spotlight: "Loads" - A "truckstop" support group for trucker families. http://offers.egroups.com/click/243/3 eGroup home: http://www.eGroups.com/list/mimbarbebas Free Web-based e-mail groups by eGroups.com
