----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

-----------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

-----------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Friday 16 April 1999 15:00 UTC



** MENURUT AUSTRALIA KORBAN TEWAS KERUSUHAN LIQUICA MENCAPAI 40 ORANG

** YAYASAN PENELITIAN KORBAN PEMBUNUHAN 1965/66 DIBENTUK DI JAKARTA

** PEMIMPIN MODERAT ALBANIA KOSOVO IBRAHIM RUGOVA BERTEMU PRESIDEN
SERBIA

** ABDELAZIZ BOUTEFLIKA PRESIDEN ALJAZAIR YANG BARU

** TOPIK FOKUS AKHIR PEKAN: ABRI YANG KINI MENYEBUT DIRI TNI MASIH
MENCARI TOKOH PANUTAN




* MENURUT AUSTRALIA KORBAN TEWAS KERUSUHAN LIQUICA MENCAPAI 40 ORANG
Jum'at ini pemerintah Australia menyatakan kemungkinan 40 orang tewas
dibunuh di gereja paroki Liquica, Timor Timur. Demikian laporan dua
diplomat Australia yang ditugaskan menyelidiki pembunuhan oleh milisi
pro-Indonesia di Liquica, minggu lalu. Tetapi Australia tidak mau
mempublikasikan laporan tersebut. ABRI menyatakan, lima orang tewas dan
25 lainnya cedera, sedangkan Yayasan HAK yang bergerak di bidang hak
asasi manusia Timor Timur menyatakan korban tewas mencapai 57 orang.
Menteri Luar Negeri Australia Alexander Downer menyatakan, kedua
diplomat tidak bisa menyebutkan dengan pasti berapa jumlah korban yang
tewas, tetapi menamakan jumlah yang dikeluarkan ABRI sangatlah rendah.
Ditambahkan laporan itu tidak bisa membuktikan apa yang sebenarnya
terjadi, dan apa peranan ABRI.


* YAYASAN PENELITIAN KORBAN PEMBUNUHAN 1965/66 DIBENTUK DI JAKARTA
Sekelompok orang yang selamat dari pembunuhan terhadap ribuan anggota
Partai Komunis Indonesia tahun 1965 dan 1966 membentuk yayasan yang
harus mencari kebenaran peristiwa tersebut. Pembentukan "Yayasan
Penelitian Korban Pembunuhan 1965/66" diumumkan di Lembaga Bantuan Hukum
Jakarta oleh tujuh orang mantan anggota PKI. Ketua Yayasan, Sulami,
mantan Wakil Sekretaris Jenderal Gerwani menyatakan, salah satu tujuan
utama adalah menyelidiki berapa sebenarnya jumlah korban yang tewas.
Ditambahkan yayasan ini tidak berniat membalas dendam terhadap Soeharto.
Menurut Encyclopaedia Britannica, jumlah korban tewas pada peristiwa itu
mencapai antara 80.000 hingga satu juta orang. Pemerintah Indonesia
menyebut jumlah resmi setengah juta orang, sebagian besar tewas di Pulau
Jawa. Sekitar 700.000 anggota PKI lainnya, dan mereka yang dituduh
terlibat, kemudian dipenjara di Pulau Buru.


* PEMIMPIN MODERAT ALBANIA KOSOVO IBRAHIM RUGOVA BERTEMU PRESIDEN SERBIA
Pemimpin moderat etnis-Albania di Kosovo, Ibrahim Rugova, bertemu
Presiden Serbia Milan Milutinovic dan Wakil Perdana Menteri Yugoslavia,
Nikola Sainovic, di ibukota Beograd. Tidak diberitakan isi pembicaraan.
Berita pertemuan terdahulu antara Rugova dengan Presiden Yugoslavia,
Slobodan Milosevic, tanggal 1 April lalu, sangat diragukan. NATO
beranggapan, tayangan televisi Yugoslavia tentang pertemuan itu diambil
dari pertemuan sebelumnya. Sementara itu, partai pimpinan Rugova, LDK
tidak menyetujui penampungan sejumlah besar pengungsi Kosovo di negara-
negara Barat. Menurut LDK, Presiden Serbia Milotinovic sangat senang
jika sebagian besar penduduk Kosovo meninggalkan wilayah tersebut.
Organisasi Pengungsi PBB, UNHCR menyatakan, Serbia semakin giat
mengusiri warga etnis-Albania keluar dari Kosovo. Jum'at ini sekitar
3000 pengungsi dibawa dengan kereta api ke Blace di perbatasan
Makedonia. Sementara pengamat internasional melaporkan pertempuran di
perbatasan antara Albania dan Kosovo, di dekat desa Tropoye dan Papay,
antara tentara Yugoslavia dengan Tentara Pembebasan Kosovo, UCK.
Sebelumnya NATO membantah telah menggempur sebuah kamp pengungsi di
Paracin, kira-kira 110 kilometer di selatan Beograd. Menurut kantor
berita Serbia, Tanjug, di kamp tersebut ditempatkan pengungsi Serbia
dari Kroasia dan Bosnia. Tidak diberitakan korban yang cedera, karena
pada saat pemboman para pengungsi berada di tempat perlindungan bawah
tanah. Sekretaris Jenderal NATO, Javier Solana, menamakan serangan
terhadap iring-irigan pengungsi Albania di Kosovo, suatu tragedi, dan
tidak menutup kemungkinan bahwa tentara Serbia menggunakan para
pengungsi sebagai tameng. Presiden Amerika Serikat Bill Clinton juga
menyesali insiden tersebut, tetapi menambahkan kesalahan seperti itu
kadang-kadang tidak bisa dihindari sewaktu perang.


* ABDELAZIZ BOUTEFLIKA PRESIDEN ALJAZAIR YANG BARU
Abdelaziz Bouteflika ditunjuk sebagai presiden baru Aljazair. Mantan
menteri luar negeri ini adalah satu-satunya calon yang sisa dalam
pemilihan umum presiden Kamis kemarin. Bouteflika mendapat dukungan 74%
suara dari 60% elektorat yang datang memberikan suara. Enam dari tujuh
calon presiden lainnya mengundurkan diri awal minggu ini, dan menuduh
pemerintah Aljazair melakukan manipulasi suara, demi kepentingan
Bouteflika.


* PEMERINTAH INDIA KEMUNGKINAN TETAP BISA BERTAHAN
Semakin besar kemungkinan bahwa pemerintah India bisa mengalahkan usulan
mosi tidak percaya di parlemen. Partai Lok Dal secara tiba-tiba
menyatakan mendukung pemerintah pimpinan Perdana Menteri Atal Behari
Vajpayee, dan tidak lagi berperan sebagai oposisi, dengan harapan dapat
memenuhi tuntutan yang diajukan para petani India. Minggu ini pemerintah
India mengalami kesulitan setelah sebuah partai koalisi mencabut
dukungannya. Pasar Bursa India bereaksi sangat positif atas berita
tersebut, dalam beberapa menit saja indeks bursa naik 4,5%.


* USULAN TIM INSPEKSI SENJATA PBB YANG BARU
Kepada Dewan Keamanan PBB, Belanda dan Inggris mengajukan usul untuk
mengubah bentuk badan pengawasan senjata PBB di Irak. Para inspektur tim
komisi pelucutan senjata PBB, UNSCOM, meninggalkan Irak bulan Desember
lalu, ketika dimulai serangan udara Inggris-Amerika, dan sejak itu
dilarang kembali ke Irak. Belanda dan Inggris mengusulkan sebuah badan
pengawasan senjata baru, yang harus meneruskan sebagian besar tugas
UNSCOM. Selain itu PBB tetap mempertahankan sanksi terhadap Irak. Tetapi
pemerintah Irak diperbolehkan menjual minyak mentah lebih banyak lagi,
dan mendapat kesempatan lebih besar mengimpor barang-barang bagi
penduduk sipil. Pemimpin badan pengawasan baru harus menggantikan
politikus Australia, Richard Butler. Rusia, Cina dan Perancis, berulang
kali meminta supaya Bulter mengundurkan diri.


* FILIPINA BERSEDIA MEMULAI KEMBALI PEMBICARAAN DENGAN PIHAK KOMUNIS
Pemerintah Filipina bersedia memulai kembali pembicaraan perdamaian
dengan para pemberontak komunis. Presiden Joseph Estrada menyatakan hal
tersebut setelah pihak gerilya membebaskan dua tentara, seorang jenderal
dan seorang kapiten yang diculik dua bulan lalu. Minggu lalu pihak
komunis membebaskan dua sandera lainnya. Pemerintah Filipina
menangguhkan pembicaraan setelah para pemberontak komunis menculik
keempat tentara tersebut.


* ISRAEL MENDUDUKI DESA LIBANON
Libanon meminta masyarakat internasional supaya mengakhiri apa yang
dinamakan "invasi Israel" di desa Arnoun, yang terletak persis di luar
zone keamanan yang ditetapkan Israel di Libanon Selatan. Tentara Israel
mengerahkan tank untuk menyerang desa tersebut, untuk mengakhiri
serangan-serangan gerilya yang menurut berita dilakukan dari Arnoun.
Menurut Israel gerilyawan Hezbollah menyelundupkan senjata dan pejuang
gerilya melewati Arnoun ke zone keamanan. Senin lalu satu tentara Israel
tewas dalam tembak menembak di dekat Arnoun.


* ABRI YANG KINI MENYEBUT DIRI TNI MASIH MENCARI TOKOH PANUTAN
INTRO: Para mantan perwira Kopassus antara lain Benny Moerdani dan Try
Sutrisno hadir pada perayaan HUT ke 47 Kopassus. Tetapi anehnya Wiranto
dan Subagyo absen dalam upacara tersebut. Mengapa mereka tidak datang?
Bagaimanapun juga Kopassus yang hingga saat ini tidak pernah diterjunkan
ke lapangan menghadapi mahasiswa, tetap merupakan kesatuan sangat
diperhitungkan yang paling mampu melakukan kudeta. Tetapi kabarnya
Kopassus ingin mengalahkan marinir dalam merebut hati rakyat. Laporan
koresponden Johan Talisipat dari Jakarta:

Meski sudah tua, namun gaya militer fasis ternyata masih melekat pada
diri mantan Menhankam/Pangab Jenderal Purnawirawan Benny Moerdani. Ini
terlihat pada saat upacara HUT ke 47 Kopasus di Cijantung, Jakarta
Timur, Jum'at kemarin. Benny yang tidak tahan dengan pertanyaan seputar
kerusuhan di tanah air sejenak terdiam, lalu dengan menarik nafas
panjang ia berbalik dan melayangkan tangannya dan mengenai beberapa
wartawan. Mantan Pangkopkamtib ini, yang sempat disebut sebagai
herdernya Soeharto itu marah karena para wartawan melayangkan pertanyaan
yang menyakitkan.

Wartawan menanyakan keterlibatan dirinya dalam berbagai peristiwa
kerusuhan di tanah air. Selama ini memang beberapa tabloid dan
suratkabar yang bernapaskan Islam menuduh Benny terlibat kasus kerusuhan
Mei tahun lalu dan kasus Banyuwangi. Tetapi para pengamat netral kurang
mempercayai tuduhan tersebut. Di kalangan wartawan muda Benny sudah
keburu mendapat julukan si Benny yang berdarah dingin, yang terlibat
kasus pembantaian Tanjung Priok, Lampung, Aceh, Irian dan Timor Timur.

Cara-cara memukul wartawan tersebut sudah pernah terjadi sebelumnya di
Surabaya, baru-baru ini. Di sana pun gubernur yang berasal dari militer
menonjok perut wartawan. Seorang pengurus Golkar pun belum lama ini
bertindak kasar terhadap wartawan televisi. Ini semua kebiasaan Orde
Baru. Harian Berita Buana melaporkan bahwa pada perayaan HUT ke-47
Kopassus tidak nampak sosok Menhankam Pangab Wiranto dan KASAD Subagyo.
Seorang pengamat pers, pendiri AJI, Aliansi Jurnalis Independen, Jus
Sumadipradja, menilai hal ini sebagai tanda ketidaksetujuan para
petinggi Mabes ABRI dengan pemberian penghargaan Korps Baret Merah
kepada Kolonel Purnawirawan Alex Kawilarang kemarin dulu.

Pada upacara kemarin Kawilarang memang nampak hadir bersama perwira-
perwira purnawirawan lain. Selama Orde Baru, Kawilarang yang mencetuskan
ide Kopassus tidak pernah diberikan penghargaan, karena dianggap musuh
bebuyutan Soeharto. Kawilarang sebagai Panglima Tentara dan Teritorium 7
Wirabuana pernah menendang Soeharto karena Brigade Mataram yang dipimpin
Soeharto lari dan meninggalkan kota Makassar di tangan pasukan KNIL
Belanda pada tahun 1949. Belakangan Soeharto pun dimarahi Kawilarang
karena mencuri mobil sedan mewah Studebaker dari ruang pameran.

Menurut Jus Sumadipraja, latar belakang penghargaan kepada Alex
Kawilarang yang pernah menjabat Panglima di Sumatera Utara dan Jawa
Barat itu ialah karena tentara kini sudah tidak punya tokoh bersih yang
masih hidup dan patut dikemukakan. Dari daftar orang yang hadir di
Cijantung kemarin orangpun sudah bisa menilai bagaimana sejarah Kopassus
selama Orde Baru. Selain Muchdi dan Chaerawan yang ikut menculik
mahasiswa karena disuruh Soeharto, Feisal Tanjung dan Wiranto, ada juga
Try Sutrisno yang terlibat kasus Tanjung Priok. Demikian pula Wismoyo
yang pernah mengancam akan membunuh aktivis Arief Budiman.

Hendro Priyono meski berani meminta ampun pada rakyat Lampung tetapi
tidak lepas dari aroma Orde Baru yaitu antara lain membunuh orang-orang
beragama di Lampung. Dan mengejar aktivis-aktivis mahasiswa dan LSM di
Jakarta selama menjadi Asisten Intel, Pangdam dan Direktur BIA demi
mencari muka pada keluarga Soeharto dan Habibie.

Satu-satunya perwira Kopasus yang masih punya nama agak baik adalah Agum
Gumelar. Baik di Timor Timur maupun di Jakarta perwira ini tidak pernah
diberitakan memukul rakyat atau menyuruh membunuh aktivis demokrasi.
Yang juga hadir di Cijantung adalah Gubernur DKI Setiyoso yang nampak
banyak bertanya pada Alex Kawilarang. Tetapi rekord Sutiyoso sebagai
Pangdam ketika membiarkan combat intel tentara dan polisi menyerang
Markas PDI Megawati di Jalan Diponegoro patut dipertanyakan.

Maka jika Danjen Kopassus Syahrir mengatakan, bahwa Kopassus sekarang
hanya akan mengikuti keinginan masyarakat, maka pasukan elit ini mungkin
bisa diharapkan akan berhenti menjadi mesin pembunuh rakyat sipil yang
tak bersenjata. Alex Kawilarang sendiri ketika ditanya wartawan
mengatakan tentara itu tidak selalu harus taat kepada atasan. Seorang
bawahan selalu bisa bertanya secara sopan kepada atasannya apakah
perintah atasan itu tidak bertentangan dengan kepentingan negara? Maka
pelajaran HAM kepada Kopassus pun perlu ditingkatkan di samping
menampung saran Kemal Idris yang berharap supaya Kopassus diciutkan
saja.


-----------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
-----------------------------------

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 16 Apr 1999 jam 17:15:09 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke