---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- Jelas saja ide menulis ini diambil dari judul " Fur Elise" Beethoven.Karena gravitasi wanita dimana mana bila diungkapkan secara sopan memang selalu melahirkan karya karya seni yang baik. Seperti " Annies Song " John Denver, seperti "Think of Laura" Christopher Cross Seperti" Camelia " Ebiet G Ade atau yang lebih monumental gedung megah Taj Mahal pemberian seorang monarki yang kelewat cinta dengan bininya. Karena setiap orang punya kecenderungan " ingin tenar " dan diabadikan, dari biang bangsat gede macam Suharto yang gambarnya di immortalized di mata uang rupiah dan perangko mirip dengan negeri negeri monarki atau negara negara diktator, atau yang paling kecil seperti sekelompok preman yang hobby menggrafiti dinding wc sekolahan dengan " Johny Jagger top 98" atau " Komar rules kebayoran lama " atau "I Love Tika anak IPA 3 " atau " Iwan 98" dan yang paling vulgar " Erni anak IPS 2 ,tetenya gede " sebenarnya secara tidak sadar sedang mencoba mengukir sejarah dengan namanya sendiri. Dan saya disini, setelah menulis berpuluh puluh tulisan bego celeng tidak bermutu dan bau, jelas suatu saat ingin juga membuat sebuah puisi satra yang saya harapkan bisa kolosal dan di hargai orang suatu saat nanti ( ketika peradaban di Indonesia sudah terlalu culun untuk mengetahui mana puisi yang bermutu dan mana puisi sampah yang tidak bermakna ) Oleh karena itu ijinkan saya menulis puisi ekposive yang saya buat detik ini juga selagi mengetik. Seperti biasanya bakalan ada lagi kesalahan ketik dan potongan potongan kalimat yang kadang sangat mengganggu arti secara keseluruhan dalam setiap tulisan proletar. Sedikit contoh: Sejak bangun dari koma, Marini mulai kecanduan penisilin. ( Jelas anda mengetahui artinya ) Tapi karena kebablasan mengetik , saya bisa menulis seperti: Sejak bangun dari koma, Marini mulai kecanduan penis si ilin... ( And You know what I mean? ) Oleh karena itu maafkan saya bila kesalahan mengetik selalu terdapat disini. Toh saya ini adalah penulis cepat yang jarang membaca kembali kalimat yg baru di ketik. Begitu selesai dalam 30 menit. pencet tombol send...thats all.. FUR ATUN Langit di matamu tidak lagi biru. Sekelompok angin berlari meninggalimu. Kamu lahir dari sebuah takdir yang terlalu kelabu.. Atun, Adalah hakmu untuk menggugat Tuhan. Karena menjadi hidup sebenarnya berhak untuk senang. Tanah tempatmu berpijak adalah kubangan sampah manusia. Kamu rayakan bau itu dalam sebuah pesta air mata. Atun, Kamu adalah orang orang kerikil. Kamu adalah bagian dari jutaan kerikil Bersama sama kalian menatap langit Berharap mendung akan segera tiba Berharap hujan akan menghanyutkanmu pada sebuah tempat dimana masa depan bisa kamu rajut secara lebih baik Hidup adalah perjuangan bagaimana untuk bisa hidup Janganlah merebahkan dirimu untuk digilas nista. Bumi ini tidak seluas yang kamu sangka Dan usia jelas jelas memenjarakan semua orang Juga memberhentikan semua orang dari rangkaian orgy sesaat di dunia. Atun harus penuh cinta. Ketika gagal mencintai diri sendiri, kamu akan gagal mencintai orang lain. Atun harus membatasi cinta, Ketika kelebihan mencintai diri sendiri Kamu akan kehilangan cinta orang lain. Atun , Kamu adalah perempuan. Didalam rahimmu akan lahir generasi generasi manusia yang akan datang. Menjadikan diri sebagai manusia terhormat akan melahirkan generasi terhormat. Ini bukanlah nasehatku padamu. Karena kamu terlalu cerdas dan jujur untuk sekedar diberi sepenggal nasehat. Tapi bila kamu melihat istana raja raja di atas sana. Janganlah tergiur untuk menjual diri sekedar ingin menikmati pesta... Atun, Aku mencintaimu melebihi angin yang menyapu padang prairi. Aku adalah bagian dari kerikil yang terbuang. Walalupun aku cuma bisa meneropongmu dari kejauhan Walalupun sebuah doa sudah kehilangan fungsi jaman ini. Aku akan terus merong rong pada sang Khalik untuk menebarkan angin di negeri tempatmu berpijak Agar Istana istana para algojo disana bertumbangan Agar mereka dibenamkan pada sebuah kesadaran Dan agar kerikil kerikil itu berterbangan dari parkiran dan tempat tempat gersang Kesebuah negeri dimana sebiji kerikilpun masih punya arti dan dihargai.. Setelah itu biarlah kita menikmati hidup dan nanti mati tua dengan tenang bersama sama.. Hasan Basri ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 20 Apr 1999 jam 01:52:19 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
