---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk PABRIK TEKSTIL DITEKAN TAK PRODUKSI KAIN MERAH JAKARTA (SiaR, 21/4/99), Politik warna dan simbol yang menjelang Pemilu 97 kini kembali dimainkan sejumlah kalangan. Beberapa pejabat tinggi negara dan TNI dilaporkan telah menekan sejumlah pemilik pabrik tekstil untuk tidak memproduksi kain berwarna merah, warna yang jadi simbol "Partai Banteng" PDI Perjuangan. Temuan SiaR ini juga dibenarkan pihak PDI Perjuangan. Ada 3 pabrik tekstil terkemuka yang diminta oleh pimpinamn sebuah partai agar untuk sementara waktu tak memproduksi kain berwarna merah. "Memang betul itu," ujar sebuah manajer pabrik tekstil yang menolak disebut identitasnya. Pabrik tekstil milik H Harmoko, PT Sritex, sejak beberapa waktu lalu sudah menghentikan produksi kain berwarna merah. Sejumlah sumber mensinyalir, tokoh yang mengintervensi produksi kain merah ini pasti orang penting. "Kita bisa melihat tingkat efektifitas penghentian produksi yang dilakukan pabrik," ujar sebuah sumber SiaR. "Artinya ia memiliki posisi yang tinggi dan sekaligus mampu memberikan ancaman ke pemilik pabrik," lanjutnya. Sementara itu di sejumlah pusat grosir dan penjualan pakaian, kain warna merah memang lenyak dari pasaran. "Sekitar seminggu lalu ada banyak orang yang memborong kain merah kami," ujar seorang pedagang kain di pasar Tanah Abang. Namun ketika ditanya dari kelompok mana dan apa ciri-ciri si pemborong, sang penjual mengaku tak tahu apa-apa. "Saya sih senang saja dagangan saya laris," ujarnya. Ketua DPP PDI Perjuangan Prof Dr Dimyati Hartono pada wartawan Rabu (20/4) kemarin membenarkan soal menghilangnya kain warna merah dari pasaran. "Anggota PDI Perjuangan yang bertugas membuat atribut partai kebingungan. Mereka lapor soal aksi borong kain merah yang dilakukan sekelompok orang. Di antara mereka yang mengecek ke sejumlah pabrik kain, tenyata ada pihak yang menekan pabrik untuk tak memproduksi kain merah," ujarnya. PDI Perjuangan sudah melansir fenomena menghilangnya kain merah ini sejak bulan Maret 1999 lalu.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 21 Apr 1999 jam 13:55:31 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
