---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- ----------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. ----------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Monday 26 April 1999 15:00 UTC ** TOMMY SOEHARTO JADI DIADILI ** ROTTERDAM RUSUH SETELAH FEYENOORD REBUT JUARA LIGA BELANDA ** 40000 PENDUDUK PAPUA NUGINI KEHILANGAN TEMPAT TINGAL AKIBAT BANJIR ** SERANGAN NATO DI YUGOSLAVIA HANCURKAN JEMBATAN TERAKHIR SUNGAI DONAU ** TOPIK GEMA WARTA: MESKIPUN JELEK, IMF PUAS DENGAN EKONOMI INDONESIA ** BENARKAH KORBAN KERUSUHAN TUAL MENCAPAI RATUSAN JIWA? * TOMMY SOEHARTO JADI DIADILI Proses pengadilan terhadap Tommy Soeharto dilanjutkan. Pengadilan Jakarta menyatakan cukup memiliki bukti untuk mengawali proses pengadilan terhadap Hutomo Mandala Putra. Dalam pembelaannya pengacara Tommy Soeharto menyatakan, kasus ini harus dilaksanakan oleh pengadilan perdata. Tommy dituduh korup dalam kasus Goro. Ia merupakan orang pertama keluarga Cendana yang diadili. Proses akan dilanjutkan Senin pekan depan. * ROTTERDAM RUSUH SETELAH FEYENOORD REBUT JUARA LIGA BELANDA Di kota Rotterdam terjadi kerusuhan sengit setelah klub sepakbola Feyenoord merebut piala liga Belanda. Kerusuhan berawal ketika 150 pemuda pendukung Feyenoord mulai mengganggu barikade aparat keamanan. Beberapa aparat yang terdesak, terpaksa menggunakan senapan dan melepaskan tembakan yang melukai empat suporter radikal yang juga disebut bonek. Seorang bonek dilaporkan mengalami luka tembak parah. Beberapa bukti menunjukkan bahwa pihak polisi juga ditembaki. Di samping itu kelompok perusuh juga menjarah dan merusak pertokoan di pusat kota Roterdam. Polisi menangkap puluhan perusuh. Pusat kota Rotterdam baru kembali tenang Minggu tengah malam. * 40000 PENDUDUK PAPUA NUGINI KEHILANGAN TEMPAT TINGGAL AKIBAT BANJIR Sekitar empat puluh ribu penduduk Papua Nugini Barat kehilangan tempat tinggal akibat banjir. Setelah hujan deras, air sungai yang meluap ke darat menggenangi desa-desa dan mengancam kesehatan penduduk serta merusakkan cadangan pangan. Bangkai-bangkai binatang yang berserakan mengotori sarana air minum. Tahun silam Papua Nugini Utara ditimpa bencana luapan air pasang yang menewaskan ribuan penduduk. * SERANGAN NATO DI YUGOSLAVIA HANCURKAN JEMBATAN TERAKHIR SUNGAI DONAU Serangan NATO Ahad pekan silam menghancurkan jembatan ketiga dan terakhir sungai Donau di Novi Sad, Serbia Utara, demikian kantor berita Yugoslavia Tanjug. Jembatan tersebut sebelumnya juga menjadi incaran serbuan pesawat NATO. Berulang kali penduduk Novi Sad berupaya melindungi jembatan dari serbuan NATO dengan berdiri di sepanjang jembatan. Di samping menghancurkan jembatan tersebut, hari ke 33 serbuan NATO di Yugoslavia juga menghantam cadangan bahan bakar di kota Valjevo. Pada hari terakhir KTT di Washington kemarin, negara-negara NATO menjanjikan bantuan militer, ekonomi dan keuangan bagi tujuh negara tetangga Yugoslavia. Akhir Mei mendatang negara-negara NATO, Uni Eropa dan tujuh negara Balkan dijadwalkan akan mengadakan konperensi di Bonn Jerman membahas Kesepakatan Stabilitas kawasan Balkan. Ahad kemarin, Presiden Rusia Boris Yeltsin dan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton menyepakati sebuah pertemuan mengenai konflik Kosovo antara Strobe Talbott utusan Amerika dengan Victor Chernomyrdin dari Rusia, pekan depan. * PEMERINTAH INDIA IMBAU PRESIDEN AGAR UMUMKAN PEMILU Pemerintah India mengimbau Presiden K.R. Narayanan agar membubarkan parlemen dan megumumkan pemilu yang dipercepat. Demikian kabinet pimpinan Perdana Menteri Atal Behari Vajpayee, seusai mengadakan rapat darurat mengenai krisis politik India. Hingga Ahad kemarin Partai Kongres pimpinan Sonia Gandhi tidak berhasil membentuk pemerintahan baru. Senin ini Presiden K.R. Narayanan diperkirakan akan mengumumkan secara resmi pembubaran parlemen dan pemilu yang dipercepat. * RAKYAT VENEZUELA SETUJUI PEMBENTUKAN BADAN PERANCANG UNDANG-UNDANG DASAR Melalui referendum, rakyat Venezuela setuju dengan pembentukan sebuah majelis yang bertugas merancang undang-undang dasar baru. Delapan puluh persen pemberi suara Venezuela (yang jumlahnya 40 persen dari mereka yang berhak suara) mendukung gagasan Presiden Hugo Chavez mengenai pelaksanaan referendum yang menentukan reformasi luas perundang-undangan Venezuela. Asemble yang dibentuk antara lain akan berwewenang membubarkan Senat, membatasi kekuasaan Mahkamah Agung dan membatasi masa jabatan presiden. Referendum tersebut sempat menimbulkan kontroversial, sebagian kalangan menganggap langkah tersebut sebagai aksi kudeta terselubung Presiden Chavez. * PERADILAN TERHADAP MANTAN POLITIKUS LIBERAL CINA DIBUKA Di Beijing Cina dimulai proses pengadilan terhadap mantan politikus liberal Fang Jue. Tahun silam Fang Jue ditangkap seusai menyerukan reformasi demokrasi Cina. Pemerintah Cina menuduh Fang Jue berkorupsi, namun ia menyatakan dirinya diadili murni karena alasan politik. Beberapa saat sebelumnya seruan Amerika Serikat untuk membatalkan proses terhadap Fang Jue gagal. Di samping itu penguasa Cina juga menolak usulan Amerika Serikat mengirim seorang pengamat mengikuti proses. Proses ini sediannya berlangsung awal April silam, namun ditunda sehubungan lawatan Perdana Menteri Cina Zhu Rongji ke Amerika Serikat. * DANA MONETER INTERNASIONAL IMF, RANCANG KREDIT JENIS BARU BAGI NEGARA-NEGARA YANG TERANCAM KRISIS MONETER Dana Moneter Internasional IMF, mengeluarkan sebuah sarana kredit jenis baru bagi negara-negara yang terancam krisis moneter. Rumusan baru tersebut memungkinkan sebuah negara memperoleh pinjaman sebelum perekonomiannya terpuruk. Hingga saat ini IMF, baru memberikan bantuan setelah sebuah negara benar-benar dilanda krisis moneter. Dengan demikian krisis keuangan sebuah negara diharapkan tidak akan menghancurkan seluruh tatanan perekonomian negara itu. Pinjaman jenis baru ini hanya diberikan kepada negara-negara yang sudah memiliki systim perekonomian yang mapan. Selanjutnya IMF juga menyatakan optimis mengenai pulihnya kembali perekonimian dunia. Beberapa bulan mendatang pertumbuhan ekonomi dunia masih negatif, namun tahun depan akan mengalami pertumbuhan positif sebesar tiga koma empat persen, demikian IMF. * TOPIK GEMA WARTA: MESKIPUN JELEK, IMF PUAS DENGAN EKONOMI INDONESIA INTRO: Dana Moneter Internasionall, IMF, menerbitkan evaluasinya terbaru tentang ekonomi Indonesia. Evaluasi IMF ini yang dikenal dengan sebutan PIN dikeluarkan pada tanggal 13 April yang lalu. Isinya, IMF puas karena kebijakan dan perkembangan tetap berlangsung sebaik-baiknya dengan cara yang konsisten dengan pentahapan untuk memperoleh pemulihan ekonomi. Perlu diperhatikan bahwa semuanya berlangsung dengan latarbelakang kondisi domestik yang sulit dan tidak menentu. Demikian antara lain kesimpulan akhir evaluasi IMF tersebut dan berikut laporan rekan Syahrir dari Jakarta: Evaluasi IMF itu menyatakan telah dicapai hasil-hasil penting walaupun produk domestik bruto selama tahun anggaran 1998/1999 turun dengan 16 persen. Investasi turun tajam, inflasi 66 persen, gaji riil menurun, dan jumlah penduduk yang dibawah garis kemiskinan meningkat. Bagi Kwik Kian Gie, pakar ekonomi dari PDI Perjuangan, pernyataan itu sama dengan mengatakan telah dicapai hasil-hasil penting walaupun dalam angka-angka dinyatakan sangat jelek. Dalam PIN IMF ini disebutkan pula bahwa yang negatif adalah perkembangan politik dan keamanan, kinerja ekspor dan rupiah masih bergejolak dengan kecenderungan meningkat. Inflasi Desember sampai dengan Februari meningkat, dan kemajuan dalam bidang restrukturisasi perusahaan-perusahaan terbatas. IMF pun kecewa dengan lambatnya privatisasi. Tetapi secara keseluruhan lembaga keuangan internasional itu menyalahkan kondisi politik. Seorang pengamat lain menyayangkan bahwa masyarakat Indonesia masih merasa begitu tergantung pada IMF. Padahal pada saat ini yang harus kita kerjakan adalah menghilangkan peran IMF. Hal ini seharusnya dilakukan partai-partai pro reformasi kalau menang dalam pemilu mendatang. Pihak barat memang memperkirakan keadaan ekonomi Indonesia dapat diatasi dalam tiga sampai lima tahun mendatang. Tetapi bagi rakyat Indonesia yang melarat, keadaan yang buruk saat ini harus dapat diatasi dalam waktu sesingkat-singkatnya. Rakyat tidak bisa menunggu tiga sampai lima tahun. Dan rakyat Indonesia sendirilah yang harus mengatasinya dengan cara-caranya sendiri dan tidak menggantungkan nasibnya pada program-program IMF yang tidak selamanya tepat sebagaimana dilakukan pemerintahan Habibie saat ini. Untuk dapat mengatasi keadaan, perlu secepatnya dibentuk pemerintahan yang bersih dan kuat. Nyatanya pemerintahan Habibie saat ini terlampau lemah, kata pakar tadi. Di samping itu hambatan utama yang disadari IMF adalah kuatnya korupsi di Indonesia. Seorang pengamat ekonomi yang lain, yakni Profesor Sarbini Sumawinata menyatakan, 'ternyata selama hampir satu tahun pemerintahan Habibie- Wiranto, pemerintah sama sekali tidak menunjukkan kekuatannnya, khususnya dalam memperhatikan nasib rakyat, bahkan nasib republik. Pemerintahan Habibie-Wiranto lemah sekali terhadap korupsi. Mereka juga lemah dalam usaha-usaha untuk mencegah kembalinya Orde Baru Soeharto yang fasistis. Pemerintahan Habibie-Wiranto pun lemah dalam mengatasi masalah-masalah finansial dan perbankan. Pemerintahan ini pun sangat terkait dengan usaha-usaha koruptif rejim lama. Pemerintahan Habibie- Wiranto pun kurang tegas terhadap masalah disiplin nasional dan pelanggaran-pelanggaran moral serta penyalahgunaan kekuasaan. Kelemahan-kelemahan ini menunjukkan tidak adanya tanda-tanda atau kemauan politik untuk mengatasi keadaan saat ini, kata Sarbini. Yang menentukan memang adalah suatu pemerintahan alternatif yang tidak mengandalkan diri pada kekuatan massa ataupun senjata. Republik sekarang berada di pinggir jurang integrasi, katanya. Maka jika kita mengharapkan Indonesia keluar dari malapetaka ini perlu secepatnya dibentuk pemerintahan yang bersih dan kuat.Ini bisa dilakukan dengan mempersatukan semua kekuatan pro-reformasi. Ini hanya mungkin bila semua partai untuk sementara menanggalkan masing-masing warnanya dan membentuk kabinet kerja nasional. Mereka harus mengkonsentrasikan dirinya pada kebutuhan rakyat dan mengatasi krisis-krisis ekonomi, politik dan keamanan. Kabinet pengganti Habibie nanti harus punya program dan misi yang terbatas. Di masa depan dan pada masyarakat modern, kata Sarbini, pemimpin masyarakat bukan lagi berdasarkan kekuatan yang didukung massa dan militer.Yang memimpin masyarakat modern adalah kekuatan yang berdasarkan kepada brainpower. Brainpower bukan berarti orang-orang yang bertitel tetapi kepemimpinan berdasarkan pada akal sehat dan kemampuan dalam menyelesaikan masalah-masalah, katanya. Memang saat ini yang dibutuhkan adalah pemimpin-pemimpin bangsa yang mampu mengatasi kemelut ekonomi sesingkat-singkatnya. Yang punya program ekonomi dan politik yang siap pakai. Demikian pakar ekonomi Profesor Sarbini Sumawinata. * BENARKAH KORBAN KERUSUHAN TUAL MENCAPAI RATUSAN JIWA? Intro: Hari ini, situasi kota Tual di Maluku Tenggara kembali tenang, menyusul kerusuhan yang pecah akhir pekan lalu. Menurut sejumlah pers, korban tewas akibat kerusuhan antara warga Muslim dengan Kristen mencapai ratusan orang, namun hal ini dibantah oleh Pastor Agus Ulahayanan, utusan Tim Rujuk Sosial Daerah Tingkat I, Propinsi Maluku di Tual. Pastor Agus Ulahayanan [PAU]: Pada hari ini setelah adanya upaya penyitaan senjata tajam dan tindakan tegas dari aparat, itu dari pagi sampai dengan saat ini keadaan di Tual itu nampak tenang dan aman begitu, tidak ada lagi itu tindakan tindakan kekerasan dari massa yang satu terhadap massa yang lain. Begitu pula tidak nampak lagi ancaman- ancaman. Kelihatan juga itu jalan-jalan itu mulai ramai dengan kendaraan itu. Masyarakat juga mulai mencari bahan-bahan yang perlu dan jual-beli walaupun hubungan antara Tual dan Langgur sendiri belum kembali normal itu. Nah, ini karena ada tiga konsentrasi tempat tinggal begitu. Massa Islam itu di kota Tual termasuk daerah pelabuhan, massa Kristen itu di Langgur dan Taar. Jadi di tempat masing-masing kehidupan nampak mulai berjalan. Kurang-lebih mulai normal, walaupun para pengungsi belum kembali ke tempatnya masing-masing dan hubungan timbal-balik atau transportasi dan lain-lain timbal-balik ke tempat yang saling berlainan golongan itu belum normal. Namun keamanan nampaknya mulai terjamin. Hari Jum'at dan Sabtu pada akhir pekan itu ada gangguan sedikit, tetapi sebenarnya situasi tidak begitu mencekam itu. Istilahnya ada cukup gangguan. Radio Nederland [RN]: Jadi tidak benar berita-berita yang mengatakan jumlah korban tewas sampai kira-kira 150 orang akibat kekerasan yang terjadi akhir pekan lalu itu? PAU: Itu tidak benar itu. Jumlah keseluruhan korban selama kerusuhan pun belum didatakan pasti dan saya kira tidak mencapai 150-an. Sedangkan akhir pekan lalu itu korban meninggal itu sampai dengan hari kemarin itu tidak sampai 10 orang itu. Jadi berita itu tidak benar, itu, perlu dikoreksi. Umumnya korban ini korban karena saling bentrok lalu ada yang terpotong dan mungkin satu dua juga yang kena korban tembak begitu. RN: Kalau akhir pekan lalu itu, pak, apa penyebabnya sampai kembali terjadi kerusuhan demikian? PAU: Itu yang jelas itu isu yang memicu. Kalau kita lihat secara nyata, ini kerusuhan yang ada ini sebenarnya sebab utama itu isu-isu pemicu. Misalnya ada kelompok Merah bilang kelompok Putih mau serang Merah. Begitu pula ada yang bawa-bawa Merah mau serang Putih. Akhirnya itu massa terpancing lalu di antara keduanya itu satu bisa mengambil inisiatif 'daripada saya diserang saya siap untuk menyerang duluan'. Nah, lalu terjadi bentrok. Alasan lain yang beberapa hari yang lalu itu juga situasi kota sedikit terganggu dengan satu peristiwa kecil di desa namanya Wai, kemudian memicu itu kejadian di desa Fan itu peristiwa pada akhir pekan. Lantas peristiwa yang terjadi juga di daerah sekitar Tual, itu Oen dan sekitarnya antara massa Putih dan Merah itu yang jelas itu sebenarnya isu. Selama kerusuhan ini secara umumnya kelompok Putih itu massa Muslim. Kelompok Merah itu massa Kristen yang notabene adalah massa Protestan. Sementara Katolik secara umum masih menyatakan sikap dan berusaha untuk bersikap netral dalam arti tidak ikut dalam proses serang-menyerang. Demikian Pastor Agus Ulahayanan dari Tula di Maluku Tenggara. ----------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ----------------------------------- ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 26 Apr 1999 jam 17:10:18 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
