----------------------------------------------------------
Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "signoff indonews"
need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "info refcard"
----------------------------------------------------------

Sangat menggembirakan membaca analisa
beberapa netter yang mulai mencurigai Amien Rais
beserta manuver manuver ex organisator ICMI
yang dekat dengan Adi Sasono dan Habibie ini
dalam milis indopub.

Bahwa Amien Rais ini memang disiapkan untuk
mengganggu jalannya reformasi memang sudah dari
dulu baunya saya cium. Amien menurut saya memang
disiapkan dalam satu paket drama menarik yang di rekayasa
oleh ICMI and the gang untuk menjatuhkan Suharto.
Keluarnya Amien dari ICMI dulu untuk menghantam
Suharto dari luar adalah jurus " sekali kayuh dua ambisi
tercapai " Dia bertugas memberikan presure dari luar
terhadap Suharto, dan Habibie beserta konconya jelas
menekan dari dalam. Setelah Habibie berhasil menghijaukan
kabinet pembangunan terakhir dengan orang orang ICMI,
maka dimulailah kudeta terakhir pada sang " maha guru"
yang mulai pikun ini.Jadi jangan heran bahwa tekanan
dahyat yang di alami Suharto pada saat saat terakhir
kekuasaannya selain karena  demonstrasi mahasiwa
adalah pembangkangan mentri mentrinya sendiri.

Nah gilanya si Amien yang dulu terkenal selalu membela
kepentingan ICMI ( bahkan seorang mentri korup mener van
babi Tirto  itu saja pernah dia bela ,yang penting ICMI ) gerakan
gerakannya begitu halus sehingga tanpa sadar masyarakat
kita yang kurang informasi merasa Amien adalah seorang
tokoh asli reforman.

Amien adalah kroni ICMI yang bertugas sebagai penyeimbang.
Ingat pada hari pertama Habibie menjadi Presiden, Amien adalah
salah satu orang pertama yang datang menjenguk si botak di Bina Graha.
Dan ketika mahasiswa berniat meneruskan pendudukan gedung DPR
dalam rangka menghabiskan orang orang orde baru sampai tuntas,
si Amien inilah yang malah menyuruh agar Mahasiwa bubar dan
kembali pulang kerumah masing masing.

Begonya ABRI dengan si dongo Wiranto tidak mengerti
permainan ini semua. Ya dasar Abri, sekelompok kuli
yang bisanya cuma latihan tembak tembakan, menganalisa
gerakan coup d etat ala ICMI ini saja dia tidak paham.
Mestinya Wiranto bertanya " kenapa si Amien begitu
berani dengan gue? sampai pernah mendesak gue diganti
berkali kali ?" - ( Eh bego, Amien itu di backing Habibie makanya
dia berani...dasar Jawa dungu loe Wir..)

Kini gerakan Amien adalah menjegal Mega.
Karena PDI Mega memang sangat punya potensi untuk menang.
Untuk itu dia berkoloborasi dengan Habibie untuk menghantam
Mega. Ya Habibie dengan Golkarnya mencoba mengobrak
abrik perempuan yang kebetulan diangkat jadi tokoh reformasi
lantaran " anak babe " ini. Ketika Golkar menyikat dari sisi prosedurial.
Amien menendang Mega dengan "perang intelektual "

Mega jelas punya kelemahan, jadi debat calon Presiden yang
membuat dia ketakutan jelas ditangkap Amien karena itu memang
kebetulan dengan agendanya untuk menjerumuskan Mega.

Tapi walaupun Mega itu dongo, Mega juga punya kelebihan.
Entah karena nasib atau lantaran kebanyakan nyepi minta
petunjuk roh eyang Sukarno, tapi nyatanya memang semakin Mega
ditekan,  semakin namanya  berkibar . Barangkali  jurus
pengemis " Om Kasihan om, saya udah seminggu nggak makan,
saya menderita di obok obok ,di bego begoin orang sekampung
om " memang adalah jurus maha ampuh yang membuat orang
yang tadinya cuek berubah menjadi simpati dan menglurkan tangan.

Dan Amien yang tahu bahwa posisinya untuk menjadi
Presiden tidak terlalu besar,setelah pemilu jelas akan
mengkoalisi  partai partai ranting orde baru seperti
PDI si budi ,PPP ,PDR dan partai partai tengik lainnya.
bahkan kemungkinan dengan Golkar.

Jadi walaupun PDI mega anggap saja berhasil mendapat
suara terbanyak, ambisi dia jelas kandas ketika berhadapan
dengan Gerakan Neo Fasis ICMI yang dilakukan Amien
dan Habibie beserta Adi.

Makanya jangan heran bila presiden dan wakil presiden
mendatang nanti adalah Habibie dan Amien Rais ( ingat
Amien pernah bilang, tidak menjadi Presiden nggak
apa apa, menjadi wakilnya juga boleh ) atau paling
sedikit Amien pasti akan masuk dalam kabinet.
Ini taruhan saya...

Dalam memilih antara Amien dan Mega,
walaupun saya tidak begitu sreg dengan Mega,
Jelas bagi saya lebih baik memilih pemimpin "
yang rada bego " dari pada licik dan penuh tipu daya.

Sebenarnya yang dibutuhkan Indonesia adalah
seorang revolusionist sekarang ini, yang bisa mendobrak
orde baru, Golkar dan menjinakan ABRI ( tentara pendudukan )

Seorang Revolusionist seperti Washington,Cromwell atau
Muhammad yang tidak banyak tawar menawar dalam
menegakan idealisme.

Cobalah tengok  itu Muhammad, walaupun dia pernah
salah manuver dengan mencoba menjadi permisif dengan
kaum Quraish dengan memperbolehkan mereka terus
menyembah berhala Al-Lat, Al-Uzza dan Manat di awal dia
menyiarkan ajaran monotehisme .Ketika Muhammad sadar
bahwa itu adalah kekeliruan ketika menyadari
dalam pejuangan membabat kemungkaran yang terpenting
dibutuhkan bukanlah seorang diplomat atau seorang kompromis
yang penuh basa basi ,tapi seorang revolusionist yang tahu
batas salah dan benar.Idealis dan punya sikap yang jelas.

Bahkan Tuhanpun mendukung revolusi Muhammad
untuk bersikap tegas dengan keluarnya
manifesto "Katakan, tidak ada Tuhan selain
Allah. Dia tidak beranak dan tidak diperanakan "

Mega , Gus Dur sayangnya cuma seorang
diplomat yang jelas jelas tidak berfungsi dalam
jaman orang sedang memperjuangkan perubahan.
Dan Amien Rais jelas jelas adalah " ICMI berbaju
reforman " yang sangat berbahaya..

Waspadalah...


Hasan Basri

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 27 Apr 1999 jam 01:40:57 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke