---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk BUDIMAN TAK BOLEH HADIRI ACARA DEBAT CALON PRESIDEN JAKARTA (SiaR, 27/4/99), Ketua Partai Rakyat Demokratik (PRD) Budiman Sudjatmiko gagal mengikuti acara debat calon presiden yang diselenggarakan Forum Salemba di kampus UI Selasa lalu, (27/4). Begitu juga Megawati dan Akbar Tanjung yang diharapkan hadir dalam acara itu juga tidak datang. "Budiman tidak bisa ikut debat lantaran masih disayangi oleh Menteri Kehakiman," kata Eep Syaifullah Fatah, salah satu panelis untuk menjawab pertanyaan sejumlah peserta. Menurut sumber SiaR, ketidakhadiran Budiman dalam acara tersebut lebih disebabkan karena pemerintah melalui Menteri Kehakiman melarang Budiman keluar dari LP Cipinang. "Tesis kita terbukti, bahwa ternyata Habibie melakukan reformasi setengah hati," kata salah seorang sumber SiaR di PRD. Seperti pernah diberitakan dalam program partainya, PRD menempatkan sejumlah tokohnya yang saat ini berada di penjara sebagai calon legislatif maupun eksekutif. Jika PRD menang Pemilu, disebutkan antara lain PRD akan mencalonkan Budiman sebagai presiden dan Dita Indahsari sebagai perdana menteri. "Sekali lagi program kami merupakan test case. Kalau pemerintahan ini betul-betul reformatif, tentu mereka akan meluluskan ide kami. Tapi sebaliknya, jika pemerintah tidak mau maka sudah terbukti mereka perpanjangan tangan dari rejim Soeharto," katanya. Ribuan massa yang ingin melihat acara debat calon presiden yang berlangsung di Aula Fakultas Kedokteran UI Salemba itu akhirnya harus kecewa lantaran tidak kebagian tempat. Lapangan basket yang dipakai untuk tempat cadangan para penonton debat dengan fasilitas beberapa monitor itu tak mampu menampung massa yang ingin melihat acara itu. Apalagi aula ber-ac yang terletak dilantai dua gedung utama kampus itu tak ayal jadi pengab dan panas lantaran berdesak-desakannya ribuan penonton. Massa yang tak kebagian tempat, baik di luar aula maupun di tenda yang digelar di lapangan basket akhirnya mengamuk. Pintu kaca yang menjadi penghalang pintu utama dengan pintu samping tak mampu menahan dorongan massa yang ingin masuk, akhirnya jebol juga. Walau pun berhasil menjebol pintu, mereka juga tidak bisa masuk ke aula karena rapatnya penjagaan dari panitia. Tak ayal lagi, "demonstrasi" para penonton dihadapan panitia pun terjadi. "Ini kampus rakyat, biarkan rakyat ikut menikmati," seru sejumlah mahasiswa yang protes terhadap penjaga pintu. Situasi ini berlangsung hingga pertengahan acara, sebelum akhirnya massa merasa lelah dan lapar yang akhirnya meninggalkan tempat. Sementara itu materi debat calon presiden dinilai sejumlah kalangan tidak fokus. "Tampaknya antara panitia, panelis dan para calon presiden tidak siap dengan acara itu. Semrawut. Tapi sebagai sebuah permulaan, cukuplah," kata salah seorang pengamat yang hadir di tempat itu. Pengamat ini juga menilai, bahwa dari empat kandidat yang hadir dalam debat itu masih kurang memahami panggung debat. Mereka dinilai masih sering menunjukkan sikap kekanak-kanakan dan emosional dalam menghadapi serangan dari pihak lain. "Belum ada calon presiden yang cakap berdiplomasi dalam menghadapi pertanyaan atau pernyataan yang menyudutkan. Mereka justru mengeluarkan sikap aslinya, main kayu. Mereka masih perlu belajar diplomasi dan menahan diri," ujar pengamat ini.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 28 Apr 1999 jam 13:28:37 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
