---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk RATUSAN BURUH PT ABS UNJUK RASA MEDAN (SiaR, 30/4/99), Ratusan buruh PT Asli Ban Sumatera (ABS) yang memproduksi ban sepeda melakukan aksi unjuk rasa menuntut kenaikan upah mereka dengan mendatangi Gedung DPRD Sumatera Utara (Sumut) Selasa (27/4) siang. Para buruh yang membawa spanduk dan mengibarkan bendera merah putih meneriakkan berbagai yel-yel tentang penderitaan mereka. Ratusan polisi lengkap dengan tameng dan pentungan mengawasi jalannya demonstrasi. Sementara di pabrik PT ABS yang terletak di Jl. Binjai Km 12,5 sekitar 30-an buruh sejak pagi menutup pintu pabrik. Mereka berjaga-jaga agar ratusan buruh lainnya yang bekerja pada shift siang, tidak masuk kerja. Diperkirakan proses produksi di perusahaan tersebut siang itu berhenti total. Para buruh yang didampingi pengurus SPSI perusahaan setempat, melakukan perundingan dengan pihak perusahaan yang diwakili HB Panjaitan, pimpinan PT ABS. Namun perundingan yang juga dihadiri Depnaker dan dipimpin anggota dewan, gagal mencapai kata sepakat dengan para pimpinan delegasi buruh. Binahar Panjaitan (29) salah seorang buruh yang ikut dalam perundingan menjelaskan bahwa pihak pengusaha menolak usul mereka, yaitu memberi tambahan masa uang kerja bagi buruh yang sudah bekerja 1 tahun ke atas sebesar Rp 36 ribu. Tuntutan itu sendiri menurut Panjaitan sangat masuk akal. "Soalnya per April ini pihak perusahaan memberlakukan upah sesuai dengan aturan pemerintah, yaitu Rp 242 ribu per bulan, baik untuk buruh yang baru bekerja maupun yang sudah puluhan tahun bekerja," ujar Panjaitan. Menurut Panjaitan, kebijakan perusahaan tersebut dinilai tidak adil. "Masa gaji kami yang sudah tahunan bekerja disamakan dengan buruh yang baru bekerja, dimana keadilannya?" ungkap Panjaitan yang dibenarkan beberapa buruh lain di situ. Seperti dirinya, sebelum April ini ia menerima gaji Rp 255 ribu/bulan karena sudah bekerja sekitar 5 tahun. Namun mulai bulan April ini, dengan alasan pihak perusahaan mulai menerapkan ketentuan UMR pemerintah, ia hanya menerima gaji Rp 242 ribu. Panjaitan juga menambahkan bahwa di tempatnya bekerja, tidak ada fasilitas antar jemput kendaraan, apalagi fasilitas makan siang. "Kami hanya dikasih segelas teh saja, termasuk yang bekerja pada shift malam,"ujarnya. Padahal buruh PT ABS, yang berjumlah sekitar 750 orang, bekerja mulai pukul 07.00-14.30 WIB (shift pagi) dan 14.30 - 22.00 WIB (shift siang). Dengan rentang waktu kerja mencapai 7,5 jam, menurut Panjaitan para buruh harus menghasilkan sekitar 3 ribu ban sepeda. Para buruh umumnya bertugas untuk memasang pentil dan mur ke dalam ban dalam sepeda itu. "Jika jumlah tersebut tidak tercapai, kami bisa dipanggil bos kami dan dikurangi upahnya," ujar Panjaitan yang kos pada sebuah rumah di Binjai dengan sewa Rp 10 ribu/bulan itu. Dengan kondisi seperti itu, tak heran jika seorang buruh wanita menangis ketika mengetahui bahwa tuntutan mereka belum dipenuhi pihak perusahaan. 'Negeri ini tidak hanya dibangun oleh pegawai negeri, tapi juga oleh buruh, jadi tolong nasib kami pak dewan ......" ujar buruh wanita itu sambil terisak. Ketidakadilan dan penderitaan memang akrab dengan nasib para buruh. Sebuah jawaban guyon bernada satiris diungkapkan seorang buruh ketika ditanya apa kepanjangan PT ABS. "Itu kepanjangan Aksi Buruh Sengsara mas....," ujarnya sembari tersenyum getir.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 30 Apr 1999 jam 06:31:29 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
