----------------------------------------------------------
Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "signoff indonews"
need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "info refcard"
----------------------------------------------------------

Di subuh buta hari minggu kemarin itu, saya terbangun
dari tidur karena suhu tubuh terlalu tinggi, dan bengkak di
pantat saya kali ini menyiksa tubuh secara biadab,seluruh
selangkangan dan kepala berdenyut denyut  seperti bedug.
Karena itu saya akhirnya pasrah ketika Vicky memaksa untuk
membawa saya kerumah sakit saat itu juga.

Subuh masih tenang dan bening ketika kami sampai di Emergency
Room di Cox Hospital, Vicky memarkirkan mobil dan saya berjalan
ngangkang perlahan seperti penguin.Rasa sakit mendera saya habis
habisan, untunglah pagi itu ER tidak begitu sibuk, seorang nurse ber
gegas memeriksa dan memberikan pain shoot, dan 20 menit kemudian
seorang dokter datang , setelah dia mendiagnosa itu bengkak, dia
mengharuskan saya menjalani surgery hari itu juga.

Untuk pertama kali dalam hidup saya akan mengalami operasi.
Pada saat mengenakan pakaian pasien, berbaring datar diatas
tempat tidur dorong, disuntik, diperiksa sekujur tubuh lalu di berikan
cairan I.V yang jarum tajamnya mendesak lengan kiri membuat ngilu.
Saya merasakan sebuah kegembiraan yang aneh. Saya merasa
pengalaman buruk ini adalah pengalaman unik yang sangat berharga
yang harus saya tangkap dan nikmati setiap detik detiknya.

Vicky bilang saya terus menerus tersenyum ketika bed  didorong
menyusuri lorong demi lorong rumah sakit. Saya menatapi barisan
lampu neon diatas langit langit berlalu dengan perasaan aneh.
Beberapa wajah nampak berlalu lalang. kepala saya mulai terasa
ringan akibat pengaruh drug. Dari satu lift menjelajahi lorong dan
naik satu lift lainnya. Suara bisik seperti terdengar dari segala pojok
ruangan.Di alam setengah sadar ,terbersit pikiran apakah saya sedang
bermimpi atau sedang berhalusinasi masuk dalam dunia surealisnya
Salvador Dali? Begitu sampai di kamar, 2 perawat dan asistennya
langsung menyiapkan segala macam tabung tabung kecil,banyak
selang yang bersilangan dari kiri kekanan,stetoskop bergerak men
jelajahi tubuh,pergelangan tangan diperiksa,jempol saya diperiksa,
mulut saya diperiksa, dan karena merasa menjadi orang penting
tiba tiba saja saya tertawa sebelum jatuh tidur.

Dalam beberapa jam menunggu surgery itu saya jatuh bangun
dari tidur beberapa kali, dan saya merasa begitu lemas seperti
orang yang telah berpuasa berbulan bulan.

Ketika saya bangun terakhir kali , Vikcy masih duduk di bangku
disamping tempat tidur. Hari sudah siang, tapi awan gelap menggantung
tebal nampak bergayut dari jendela kamar di lantai 9 ini. Dorris sudah
datang menjenguk dan bengkak saya kembali beraksi dan saya merasa
seperti duduk diatas api.

Cairan I.V yang masuk kedalam tubuh  melalui selang membuat saya ingin
kencing setiap 5 menit. Dan untuk kencing saya harus bangkit dari tempat
tidur ,berdiri lalu memasukan sang adik kedalam tabung plastik. Dan setiap
kali
melakukan ini saya merasakan nyeri yang bukan kepalang.

Jelas saja dalam keadaan seperti ini saya ingat dengan kematian.
Dan tanpa perlu kosentrasi saya jelas langsung memikirkan Agama,
Tuhan dan nabi nabinya.

Barangkali saya termasuk manusia berkepala batu,karena pada
saat hidup terdesak seperti itu, manusia seharusnya harus banyak
berzikir dan meminta tobat mengakui dosa dan semua kesalahan
yang pernah diperbuat sambil meminta safaat dari Rasul seperti
yang biasanya dijalani orang se iman.

Tapi ketika saya berbaring kembali dikereta dorong, di push
menuju ruangan surgery saya malah merasakan kegelisahan
yang aneh. Saat itu saya merasa barangkali semua cerita
ini adalah skenario Tuhan untuk memberikan pelajaran bahwa
saya harus belajar menghormati para rasul rasulnya yang
sering saya telanjangi dalam tulisan. Tapi jika memang benar
demikian, Walaupun saya sempat ketakutan juga begitu
melihat ruangan operasi yang penuh alat alat tajam,layar
monitor,westafel almunium untuk mencuci organ,dan lampu
besar yang teronggok di atas kepala, saya malah menyangsikan
para rasulNYA.

Pada saat saya digotong dipindahkan ke meja bedah,
Walaupun  merasa cemas memikirkan " barangkali
ini adalah akhir dari hidup  " Dan walaupun mengalir juga
akhirnya air mata karena sebentar lagi saya barangkali
akan meninggali kehidupan dan menemui Tuhan, saya
masih saja menyangsikan para nabi nabiNYA.

Setengah sadar saya memikirkan, bila saya mati hari ini
dalam keadaan " Tidak Beriman "  pada Tuhan dan rasul
rasulnya, kata orang saya bakalan masuk neraka.Tapi
Demi Allah, detik detik menjelang seorang dokter yang
berpakaian bedah menggunggamkan sesuatu pada saya
tentang Anisthesia, saya malah meragukan semua nabi
nabi dalam semua al kitab.

Barangkali setelah mencoba memahami para nabi nabi
saya merasa kecewa dengan :

Musa
-Nabi orang Yahudi yang pernah menyuruh
bani Israel untuk membunuh seluruh  penduduk Cannan
Tidak lama setelah dia memaklumatkan 10 perintah Tuhan
yang salah satunya berbunyi " Thou shalt not kill "

Daud
-Raja kejam perebut istri temannya sendiri yang pernah
membunuh 300 orang Philistine dan menyuruh serdadunya
mengkuliti ratusan mayatnya  dan mengirimkan timbunan
kulit manusia itu pada raja Philistine.

Sulaiman
- Nabi yang libidonya terlalu besar sampai memelihara ratusan harem.

Luth
-Nabi yang melakukan incest.

Muhammad
- Nabi yang pernah menyuruh membunuh 2 orang tawanan Quraisy
lantaran penghinaan.
-Membunuh seorang Ka,ab seorang penyair Yahudi
dengan alasan yang sama.
-Memberikan izin pembantaian ratusan bani Qurayzah
dengan menyiapkan lubang tempat kepala mereka
putus terpisah dari badan terpenggal pedang orang Islam.
-Mengawini anak balita
-Hobby poligamy
-Mempunyai budak pemberian bani Muqawqis di Mesir
 bernama Maryam seorang kristen koptik yang cantik.
-Menghamili Maryam dan melahirkan bayi bernama Ibrahim
yang mati ketika masih bayi ( anak diluar nikah?)
-Mengawini Zainab, Istri anak angkatnya sendiri.
-Mengarang ayat untuk memadamkan gosip penyelewengan
Aisyah dengan Safwan ibnal-Mu,attal dengan sura 24:11

BLAP..TIBA TIBA SEMUANYA GELAP.
Hening dan tenang, gelap begitu gelap. Tidak ada rasa sakit
tidak ada senang, sedih dan gembira. Tidak ada juga rasa
apa apa.Kosmos ini gelap gulita dan sunyi. Semua tidak
berdimensi. Tidak ada waktu tidak ada ego dan super ego..
Tidak juga saya temukan Tuhan disana. Ini adalah alam ketiadaan.
Barangkali saya saat itu saya benar benar mati. Tapi
samar samar saya mendengar suara seorang perempuan
memanggil halus dalam bahasa inggris, saya membuka mata
dan perlahan saya menyadari kembali bahwa saya berada di ruangan
post surgery. Berderet deret pasien yg baru saja menjalani operasi
berada di kanan sana.

"Operasi sudah selesai, anda akan saya bawa ke kamar
untuk istirahat dan makan malam" kata perawat yang bertampang
ramah  sambil memberikan senyumnya yang terbaik.

Sore itu saya makan begitu lahap. Terduduk di pembaringan
pantat saya jelas masih menyiksa. Perban yang penuh darah
itu serasa seperti batu yang mengganjal dibaluti plester.
Tapi lama kelamaan rasa sakit mulai berkurang.

Malam itu Vicky pulang, dan saya tertinggal sendirian dikamar
ditemani televisi yang berbunyi pelan, dan suara gemuruh
halilintar yang menggelegar membingkai langit dengan flash
yang nyalanya masuk menembus jendela memotret isi ruangan.

Diluar hujan masih saja turun lebat. News malam itu menyiarkan
tentang Ribuan rumah di Oklahoma City yang hancur diratakan
Tornado. Sampai saat itu 30 orang lebih diketahui binasa.
Binasa? Mati? ya lalu saya ingat Tuhan kembali.

Saya percaya Tuhan itu ada, tapi saya meragukan nabi nabinya.
Jika saya bisa memilih, diantara para nabi atau kekasih Tuhan
atau rasul rasul atau para saint, manusa yang paling berjasa
adalah para dokter. Ya para doketr lebih berguna dari semua
nabi karena mereka bukan cuma berucap dan bergagah gagahan
dengan pidato dan pedang.

Dan diantara para nabi nabi itu, semestinya Tuhan mengambil
kekasih baru. Bukan bukan dari 25 manusia pilihan yang disebut
sebut alkitab. Tapi penemu anisthesia atau obat bius.

Tanpa dia, semua manusia akan menderita setiap kali
menjalani operasi. Tanpa dia kita semua akan merintih rintih
dalam agony setiap kali kulit disayat, organ tubuh dibelah
dan dipotong.

Ya merekalah nabi nabi yang saya temui disini.
Dan untuk sang rasul " Anisthesia " itu entah dimana
engkau berada, perkenankan saya berterima kasih dan
berdoa:

"Ya Allah ..tempatkan dia di dalam surga apapun agamanya "


Hasan Basri

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 5 May 1999 jam 04:01:41 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke