---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- ----------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. ----------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Thursday 06 May 1999 16:10 UTC ** PASUKAN PENINDAK RUSUH MASA AKAN DIKIRIM KE ACEH ** G-8 SETUJUI GARIS BESAR PENYELESAIAN POLITIK KONFLIK KOSOVO ** SKOTLANDIA DAN WALES GELAR PEMILU PARLEMEN ** ISRAEL MEMBOMI SASARAN GERILYA HEZBOLAH DI LIBANON SELATAN ** TOPIK GEMA WARTA: PEMERINTAH INDONESIA BERKOMITMEN AKUI HAK RAKYAT TIMOR TIMUR ** TOPIK GEMA WARTA: KELOMPOK PRO KEMERDEKAAN MEMPROTES PAKET OTONOMI TIMOR TIMUR * PASUKAN PENINDAK RUSUH MASA AKAN DIKIRIM KE ACEH Menhankam/Panglima TNI Jendral Wiranto menyatakan akan mengirim Pasukan Penindak Rusuh Masa ke Aceh. Keputusan tersebut diambil menyusul kerusuhan Senin lalu di Lhokseumawe, Aceh Utara. Tentara pada waktu itu melepas tembakan ke arah massa demonstran yang menentang kehadiran militer di Aceh. Korban tewas akibat insiden tersebut meningkat mencapai 40 jiwa. Hari ini, Menteri Dalam Negeri Syarwan Hamid bertemu pimpinan pemerintah daerah Aceh guna membicarakan pemilu 7 Juni mendatang. Kerusuhan terbaru yang berlangsung di Aceh menyebabkan pemerintah ragu- ragu pemilu akan bisa digelar di daerah istimewa tersebut sesuai rencana. * G-8 SETUJUI GARIS BESAR PENYELESAIAN POLITIK KONFLIK KOSOVO Di Bonn, para menteri luar negeri tujuh negara industri kaya dan Rusia melangsungkan pertemuan puncak G-8 mengenai Kosovo. Pagi tadi, Presiden Amerika Serikat Bill Clinton menyatakan optimis terhadap hasil pertemuan. Mentri Luar Negeri Rusia, Igor Ivanov juga bersikap senada. Negara-negara G-8, dilaporkan setuju mengenai garis besar penyelesaian politik krisis Kosovo. Rusia menyetujui tuntutan NATO mengenai penarikan mundur tentara Yugoslavia dari Kosovo. Rusia sekarang juga yakin tentang perlunya kehadiran pasukan internasional di Kosovo. Kendala yang masih ada adalah mengenai susunan tugas dan komando pasukan internasional. Sementara, pemboman NATO terhadap Yugoslavia terus berlanjut. Serangan udara kemarin malam terutama ditujukan terhadap sasaran-sasaran di sekitar kota Nis di Serbia Selatan. Pemboman itu mengenai antara lain tempat-tempat peyimpanan minyak. Aliran listrik di sebagian besar Yugoslavia telah terputus akibat pemboman-pemboman sebelumnya. Kemarin, Makedonia menutup perbatasan dengan Kosovo dengan alasan negara tersebut tidak bisa menerima lagi pengungsi. Makedonia, saat ini telah dibanjiri lebih dari 200 ribu pengungsi Kosovo. Nasib sekitar empat ribu pengungsi yang berada di perbatasan saat ini terkatung-katung akibat keputusan Makedonia tersebut. * SKOTLANDIA DAN WALES GELAR PEMILU PARLEMEN Skotlandia dan Wales, hari ini menggelar pemilu parlemen. Menurut jajak pendapat, Partai Buruh Perdana Menteri Tony Blair akan menjadi partai terbesar di Skotlandia. Sedangkan di Wales, partai tersebut diperkirakan akan meraih mayoritas mutlak. Wales belum pernah memiliki parlemen sendiri. Sedangkan Skotlandia pernah memiliki parlemen sendiri sekitar 300 tahun lalu sebelum parlemen Skotlandia bergabung dengan parlemen Inggris. Partai Nasionalis Skotlandia SNP, yang diduga akan menjadi partai terbesar kedua, memandang pemilu ini sebagai langkah pertama untuk mewujudkan cita-cita Skotlandia merdeka. * ISRAEL MEMBOMI SASARAN GERILYA HEZBOLAH DI LIBANON SELATAN Pesawat-pesawat tempur Israel membomi sasaran-sasaran gerilya Hezbolah di Libanon Selatan selama tiga hari berturut-turut. Pemboman hari ini merupakan serangan balasan terhadap serangan rudal Hezbolah terhadap pos-pos militer Israel di Libanon Selatan. Sejauh ini, dilaporkan tidak terdapat korban jiwa. * PERINTAH PENAHANAN INTERNASIONAL TERHADAP LINO OVIEDO Paraguay mengeluarkan perintah penahanan internasional terhadap Jenderal purnawirawan Lino Oviedo. Oviedo dituduh mendalangi pembunuhan mantan presiden Luis Maria Argana dua bulan lalu. Jenderal purnawirawan Oviedo melarikan diri dan menerima suaka politik di Argentina menyusul pembunuhan itu. Pembunuhan itu juga memaksa Presiden Raul Cubas untuk mundur karena Cubas memberi grasi kepada Oviedo. Oviedo dipenjara karena upaya kudetanya pada tahun 1996. Wakil Presiden yang dibunuh itu sangat menentang keputusan pemberian grasi. * IBUKOTA PERU DIKEJUTKAN GEMPA BUMI KUAT Ibukota Peru Lima dikejutkan oleh gempa bumi yang sangat kuat. Gempa berlangsung selama 30 detik dan berkekuatan 5,5 pada skala Richter. Sejauh ini dilaporkan tidak terdapat korban jiwa. Namun penduduk Lima sempat panik. Banyak dari mereka berlari keluar rumah. Kerugian terbatas pada dinding-dinding yang retak dan tanah longsor. Namun saluran telepon sempat terputus untuk beberapa saat. Gempa bumi dengan kekuatan sebesar itu apabila berlangsung di wilayah perkotaan, biasanya menyebabkan kerusakan besar. Namun pusat gempa tersebut berada sekitar 40 kilometer lepas pantai Peru. * GERILYA KIRI KOLOMBIA AKAN BEBASAKAN SANDERA Gerakan gerilya kiri ELN di Kolombia menyatakan akan melepaskan sebagian dari 32 penumpang pesawat yang dibajak pertengahan April lalu. Demikian dinyatakan oleh Jaksa Agung Jaime Bernal. Masih beleum jelas berapa jumlah sandera yang akan dibebaskan. Namun menurut Bernal, ELN tidak mengajukan tuntutan bagi pembebasan para sandera itu. Hari ini, pemerintah Kolombia resmi memulai pembicaraan damai dengan gerakan gerilya FARC. Pembicaraan ini bisa dikatakan bersejarah karena untuk pertamakalinya dalam 35 tahun, pihak pemberontak duduk bersama delegasi pemerintah di meja perundingan. * PEMERINTAH INDONESIA BERKOMITMEN AKUI HAK RAKYAT TIMOR TIMUR Nasib masa depan Timor Timur sepenuhnya diletakkan di pundak rakyatnya, apapun hasil pemungutan suara 8 Agustus nanti. Demikian komitmen pemerintah Indonesia menurut Dewi Fortuna Anwar - penasihat luar negeri presiden B.J. Habibie menanggapi kritik baik dari kalangan rakyat Timtim sendiri maupun luar negeri, atas paket otonomi Timtim yang ditanda- tangani Selasa lalu di New York oleh Ali Alatas dan Jaime Gama. Berikut Dr. Dewi Fortuna Anwar: Dewi Fortuna Anwar [DFA]: Pemerintah Indonesia itu sudah bertekad untuk melaksanakan konsultasi damai di Timtim. Dan pemerintah Indonesia itu sama sekali tidak punya keinginan merekayasa hasilnya harus ikut otonomi, dsb. Jadi, pemerintah Indonesia ini sudah melakukan komitmen yang betul-betul bersungguh-sungguh, walaupun misalnya hasilnya nanti adalah rakyat Timtim memilih lepas dari Indonesia, itu adalah hak rakyat Timtim sendiri. Saya percaya bahwa komitmen ini sangat sungguh. Kedua, saya kira rakyat Timtim sendiri punya kepentingan untuk melakukan rekonsiliasi antar sesama mereka, karena pada analisa terakhir ini bukan masalah antara Timtim dengan Indonesia lagi, ini masalah bagaimana rakyat Timtim bisa hidup berdamai, apapun bentuk pemerintah Timtim nantinya. RADIO NEDERLAND [RN]: Menurut anda rakyat Timtim maupun rakyat Indonesia sudah siap menuju ke sana? DFA: Saya lihat ada keinginan begitu. Di New York kita lihat ada proses diplomasi. Di lapangan kita juga melihat ada upaya melakukan perjanjian damai yang telah ditandatangani oleh Xanana dan Tavarez, dan juga sudah ditandatangani oleh kedua Uskup. Dan kita tahu juga bahwa pihak pemerintah, Pak Wiranto, dan juga Kolonel Tono Suratman juga ikut bertandatangan. Jadi nama baik dan kredibilitas masing-masing pihak itu sangat dipertaruhkan di sini. Saya juga mendapat berita dari Bapak Uskup Belo bahwa kedua Uskup akan mengambil inisiatif untuk mempertemukan kedua pihak yang bertikai dalam waktu dekat ini. Selama seminggu di Bali. RN: Masalahnya ini: bukankah setelah pakta perdamaian di Dili itu masih terjadi bentrokan-bentrokan bersenjata. Jadi, kredibilitas Indonesia sekarang menjadi taruhan, dan itu ada di tangan TNI. TNI yang setelah jatuhnya Soeharto mengalami krisis. Lalu bagaimana kita mau meyakinan diri sendiri maupun dunia bahwa suasana aman ini dapat dijamin oleh TNI yang sedang krisis? DFA: Justru karena TNI sedang krisis, saya kira mereka tidak ingin reputasi mereka bertambah buruk lagi ya. Karena di Timtim ini kan akan hadir sekian banyak pengamat internasional. Dan konsulatasi ini akan dilakukan oleh PBB, sehingga tidak hanya kredibilitas TNI yang dipertaruhkan di sini, tetapi juga kredibilitas pemerintah Indonesia. Sehingga tidak ada keinginan, tidak ada untungnya sama sekali baik oleh pemerintah Indonesia maupun oleh TNI untuk melakukan berbagai manipulasi yang justru akan mencoreng nama baik Indonesia. Karena jangan lupa, upaya yang kita lakukan di dalam Timtim ini adalah supaya justru untuk meningkatkan citra Indonesia. Jadi kecurigaan yang berlebihan itu menurut saya sama sekali tidak beralasan. Dan kalau seandainya pihak internasional betul-betul mempunyai komitmen juga untuk melihat bahwa di Timtim ini suasana damai bisa dicapai, harusnya tidak melakukan komentar-komentar yang justru terlalu curiga, mencurigai satu pihak. RN: Demikian Dewi Fortuna Anwar, penasehat luar negeri Presiden B.J. Habibie. * KELOMPOK PRO KEMERDEKAAN MEMPROTES PAKET OTONOMI TIMOR TIMUR intro : - Pemuda dan kelompok intelektual pro-kemerdekaan Timtim hari ini melakukan demonstrasi, memprotes penandatangan perjanjian paket otonomi Timtim di New York kemarin. Mereka menuntut kehadiran tentara perdamaian PBB dan bukan hanya sekedar pengamat internasional dibawah koordinasi PBB, karena gelombang kekerasan di Timtim bukan merupakan konflik antar penduduk, tetapi direkayasa oleh aparat keamanan. Demikian Aniceto Neves dari yayasan Hukum, Azasi dan Keadilan HAK di Dili. ANICETO NEVES [AN]: Aksi demonstrasi hari ini sebenarnya merupakan kelanjutkan aksi demonstrasi dua hari yang lalu. Dan diorganisir oleh organisasi-organisasi kepemudaan, dan organisasi-organisasi inteletual yang bergerak dalam perjuangan kemerdekaan bagi rakyat Timor Timur. Aksi ini melibatkan banyak kalangan pemuda daerah, kelompok mahasiswa yang ada di kota Dili, termasuk aktivis pro-kemerdekaan lainnya yang selama ini bekerja di bawah tanah. Aksi ini dilakukan di kampus Universitas Timor Timur. RADIO NEDERLAND [RN] Berapa yang ikut dalam aksi demonstrasi ini? AN: Hari ini diperkirakan ada seribuan lebih. RN: Apa tujuannya? AN: Sebagai reaksi terhadap penandatangan naskah kesepakatan otonomi luas bagi Timtim yang dilakukan oleh Menteri Luar Negeri Indonesia Ali Alatas dan Menteri Luar Negeri Portugal Jaime Gama di bawah pengawasan Sekjen PBB Kofi Annan. Organisasi kepemudaan dan organisasi intelektual pro kemerdekaan memandang, penandatangan naskah otonomi luas bagi Timtim adalah sebagai satu pelanggaran dan pengkhianatan terhadap hakekat perjuangan rakyat Timtim selama ini, yaitu memperjuangkan kemerdekaan penuh bagi Timtim, bukan satu kemerdekaan dalam konteks otonomi, sebagaimana yang diperjuangkan oleh pemerintah Indonesia selama ini. Di samping itu mahasiswa dan pemuda yang melakukan aksi hari ini juga menuntut, pemerintah Indonesia dan PBB perlu mengakui identitas politik rakyat Timtim sebagai suatu negara merdeka dan demokratis yang telah diproklamasikan pada tanggal 28 November 1976, 23 tahun yang silam. Dan bukan perjuangan untuk otonomi atau satu kemerdekaan khusus bagi Timtim yang diatur oleh Indonesia dan pemerintah Portugal. Di samping itu mereka juga menolak intervensi pemerintah Indonesia, terutama kekuatan bersenjata yang ada di Timtim. Aksi demonstrasi ini mengharapkan perlu intervensi langsung kekuatan militer PBB, untuk melakukan gencatan senjata antara kekuatan militer Indonesia dan kekuatan senjata Falentil sebagai aset bagi pelaksanaan rekonsiliasi, dialog dan perdamaian di Timor Timur ini. RN: Salah satu butir yang ditandatangani di New York adalah netralitas tentara Indonesia serta segera berfungsinya Komisi Perdamaian dan Stabilitas. Apakah selama ini masih kurang? AN: Persoalannya konflik politik antara orang Timtim sekarang makin meningkat. Konflik antara orang Timtim itu bukan konflik murni sebagai benturan daripada perbedaan politik antara kelompok pro dan kelompok anti integrasi selama ini; tetapi diciptakan oleh pemerintah Indonesia sendiri melalui kekuatan-kekuatan bersenjata yang berada di Timtim. Sehingga pada saat pemungutan suara atas opsi otonomi ini jika hanya dihadirkan polisi PBB yang bertugas untuk memantau, mengontrol dan membina polisi nasional Indonesia di Timtim, agar mengawasi pengamatan pemungutan suara itu, ini kami sangat meragukan niat baik pemerintah Indonesia. Selama ini kekuatan bersenjata baik kepolisian RI, maupun TNI yang menciptakan manuver-manuver politik, menciptakan skenario-skenario. Akibatnya muncul konflik di antara orang-orang Timtim sendiri. Kami tidak percaya bahwa hanya dengan kehadiran polisi PBB maka konflik politik di Timtim akan reda. Yang kami harapkan adalah pasukan kemanan PBB terlibat langsung dalam mengendalikan konflik ini. Karena apa? Kelompok pro-integrasi sendiri sampai sekarang sudah diberi sekitar 2000an lebih pucuk senjata oleh satuan intelijen Indonesia yang bertugas di Timtim selama ini. Apalagi pihak pro kemerdekaan, dalam hal ini Falentil, selama ini mereka punya prinsip adalah memperjuangkan kemerdekaan total bagi Timtim, bukan seperti prinsip kelompok pro- otonomi yang memperjuangkan kemerdekaan khusus di bawah Indonesia. Saya menilai bahwa kehadiran PBB dalam bentuk polisi sipil yang akan mengawasi dan mengamati pelaksanaan pemungutan suara, saya sangat meragukan itu. Karena justru yang saya lihat, selama persiapan menuju ke arah penggagasan Komisi independen Hak-Hak Asasi dan Komisi Perdamaian dan Keadilan, itu adalah skenario dan manuver yang sengaja diciptakan oleh Badan Intelijen ABRI dan satuan gabungan intelijen yang selama ini bertugas di Timtim. Kita tidak percaya dengan itu. Yang kita harapkan adalah intervensi langsung pasukan keamanan perdamaian Timtim. RN: Bagaimana reaksi kelompok pro-integrasi? AN: Reaksi langsung, seperti melakukan pawai atau aksi di jalan-jalan sampai sekarang belum ada. Tetapi hari ini, sesuai dengan pemberitaan media lokal di Dili, yaitu Suara Timor Timur, barian kelompok pro integrasi sendiri sudah mengatakan bahwa para milisi yang menamakan diri milisi pro integrasi sudah siap melakukan perlawanan terhadap kehadiran polisi PBB yang akan mengawasi langsung proses pelaksanaan pemungutan suara itu. ----------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ----------------------------------- ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 6 May 1999 jam 18:23:09 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
