----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

HAKEKAT POSISI KEDAULATAN RAKYAT SAAT INI

THE END OF HIGH SPIRITUALISM
Kembalinya Kumbokarno, dengan roffel mengenai hakekat makrifat, ternyata
banyak melahirkan kritik, bahkan mempersulit kehidupan beberapa cantrik.
Sungguh sayang memang, membahas spiritualitas tinggi disini , bahkan di
forum internet ini, tetap bagaikan menerangkan persamaan diferensial ke anak
SMP, atau transformasi laplace ke anak sastra, atau teori evolusi sintesa
modern di forum waung kopi pesantren.  Meleset semua, dan salah2 malah kena
efek syekh siti jenar.
Well, topik special begitu memang susah di masyarakat Indonesia, apalagi
saat ini dimana pengobokan agama (Islam) lagi seru2nya, pendobolan otak
rakyat bagi kepentingan pelacur2 duniawi.  NU aja bisa tembus ke-obok (yech,
dari dulu ya NU ke-obok terus ding, ralat) kroni habibi di PPP.  Bunuh
membunuh demi sebacot politico, weleh weleh.
Plus si badut cebol gibi ngebacot soal komas.  Hua ha ha ha ha , nih gebleg
cilik ternyata selalu jauh melebihi perkiraan dari dulu (atau perkiraannya
selalu kejauhan dari dulu), giblig banget dengan teori �ala-soekarno� nya.
Dia pikir dengan nyingkat2 komas udah hebat,  hua ha ha.... Si kemusuk toglo
soe itu dulu tidak terkenal pinter (tertipu guci ajaib segala itu), tetapi
bergoblog ria dengan komunisme � marhaenis � sosialis blas gak mungkin dia.
Walau nggak dong sama sekali soal teori sosiologisnya, soe pasti menyadari
betapa ruginya alienasi marhaenisme dan sosialisme secara gebleg2an begitu.
Tetapi setelah mengingat ini keluar dari bacot yang sama yang menghina
singapura rasialis, yang menembak kaki sendiri dengan komentar prabowo.
Well we all did overestimate the intelligence of this crazy guy.  Soal geger
komunisme itu kan pertemuan kepentingan cendana, militeris dan Islam gilapen
dosa jaman g30s, sekaligus strategi pengobokan (lihat nanti).  Komunisnya
sendiri wis mbuh nang endi. Biasa, orbaniyah ngobok.

Dengan bocah tuwa ginian jadi prez, memang benar para cantrik, Pandita
jangan lagi ngomong perkara makrifat.  Banyak mudaratnya saja.

ARTI KEDAULATAN RAKYAT SAAT INI DI INDONESIA
Topik yang akan diangkat Pandita kali ini adalah prinsip2 dasar yang perlu
kita pegang di masa sasi suro  setelah goro-goro jaman gonjang-ganjing ini
(sasi suro yl kita telah menatap denawa tiwikrama di mata persis dan dia
kedip duluan).  Kedaulatan Rakyat, istilah yang sekarang overinflasi,
terutama setelah ada adopsi gila2an dari sasono et al dengan partai
pengobokannya, PDR, secara terbuka.  Konsep ini yang dimasa datang tampaknya
akan jadi keyword seperti �pembangunan� dimasa orbaniyah dulu.
Kedaulatan Rakyat, People sovereignity, adalah konsep yang totally modern.
Tidak ada agama yang membawa konsep ini secara utuh.  Bahkan kelahiran
konsep inipun bertahap.  Pada awalnya kedaulatan adalah untuk rakyat
terpilih.  Rakyat kaya, rakyat ras tertentu, rakyat ber-KTP.  Kedaulatan di
Amrik dulu juga tidak diberikan pada kaum budak.  Hanya lewat perjuangan
sangat panjang dapat mencapai konsep kedaulatan rakyat yang universal
seperti sekarang.
Di Indonesia, atau di budaya timur, atau bahkan di budaya tradisional agama
levantine (baca Islam) kedaulatan rakyat tidak pernah ada.  Budaya timur
yang tidak mengalami renaissance selalu mengagulkan individu terpilih.
Satria piningit, satria bejendhol atau satria wirang.  Yang mumpuni linuwih
, berkelebihan.  Lebih cebol atau lebih basedov (mata melotot). Heh heh ...
nasib sial kita diwarisi pemerintahan transisi dapet uwong kurang genep.
Memang Hukum Kejadian, apa yang syaratnya terjadi terpenuhi terjadilah.

Kedaulatan Rakyat secara murni gampang diucapkan , tetapi sangat sulit
dilaksanakan.  Bagaikan konsep2 kata2 seperti cinta kasih atau keimanan.
Karena terlalu murni, dan tidak praktikal.  Kedaulatan rakyat yang
sesungguhnya adalah kekuasaan kontrol dan tindakan pada massa tak bernama.
Di banyak negara scandinavia telah mapan.  Juga di sebagian eropa barat.  Di
Amerika secara terbatas (karena terlalu kuatnya pengaruh rakyat kaya
berlobby kuat di Amrik).  Di Indonesia, kata ini sangat dipastikan akan jadi
slogan saja.  Tetapi sebagai slogan ini akan sangat ampuh, itu sebabnya
adopsi konsep ini oleh tim sasono benar2 boleh diacungi jempol.  Calon
maling masa depan yang bisa berpotensi cerah (cerah buat sang maling that
is). Kombinasi etatisme, fanatisme sepit, jungen hitler, jadilah tentu.
Dan itulah persisnya platform PDR yang sekarang mulai tampak.  Tahun 99
setor ke si cebol gila HBB, tahun 2004 sikat sendiri.

Kembali ke konsep awal.  Apa yang akan terjadi dengan Kedaulatan Rakyat (KR)
disini ?  eufemisme baru.  Pasti.  Pemilu 99 ini bicara KR sama saja dengan
dobol2an.  Mana ada KR dengan sistem yang tetap tertutup, partai menunjuk
wakil tertutup, sistem tetap oligopolis at best.  Apalagi kalau skenario si
cebol gibi terlaksana, golkar menggaruk middle-upper, sapu Islam dengan PPP-
PNU-PKU, setoran gembosan PDI-P lewat PDR.  Koalisi shaky antar para maling
itu akan menghasilkan prez goblog boneka cupet HBB jadi bulan2an para
srigala bajingan lama plus aspiring new-bajingans.  Arguably bisa lebih
gawat daripada sang daripada, karena daripada soe tetap daripada berkuasa
pula (walo gemboran wong edian di internet untuk mengundang setan kemukus
itu maju lagi benar2 bisa dinilai wani-isin wani edan wong bayaran).
Cekak-aos, KR di jaman Era Blawur ini big shit nonsense full of shits.  Jadi
yang menggembor kegedean berarti full of shits pula.  Apalagi KR versi
agamawi.

WHAT IT REALLY MEANS
Jadi all is lost ?  Au contraire mon amis.  Saat ini adalah saat transisi
interregnum.  Dari persepsi ini sejauh ini segalanya bisa dibilang cukup
bagus.  Pergeseran, walau lambat, kearah kebenaran.  Asal ini ditutup dengan
pergantian yang significant pada pemerintahan kita, ini sudah very very
good.  Perubahan significant itu artinya apa ?  Ya ganti semua birokrasi
gitu,  ya 80% gitu.  Praktisnya apa ?  Ya prez nya mbalik grembyang, dateng
dari kaum sebaliknya gitu.  Sebaliknya siapa ?  Ya itu, Mega, Gus Dur, Amien
gitu.  PDI-P PAN PKB gitu.
Apa itu berarti sudah utopia, ratu adil  ?  KR murni ?.  Ya belum lah.
Tetapi arahnya bener gitu.
Itulah artinya.  Kemenangan rakyat saat ini adalah dengan adanya progres.
Tidak akan drastis, tetapi ya jangan mundur.  Orang kaya ghalib itu mestinya
ya jangan jadi jaksa agung, jadi preman judi boleh lah.

Tetapi selama kemenangan masih ditangan �status-quo� (istilah ini sekarang
diluted, karena banyak wong nekad, malah ngaku dirinya gitu dan bangga),
atau persisnya habibi wiranto sasono akbar, en last but ... soehartoist.
Padahal probability obyektif terjadinya koalisi pelangi para belis kepepet
ini sangat riil.  Untung sekali bahwa sekarang kesadaran manusia meningkat
satu kerat, jadi mereka kudu usaha.  Koalisi pelangi para edan ini, dengan
konsesi2 pada para edan masa depan seperti sasono ginanjar en  segala kroni
adalah sangat - sangat riil. Harus selalu diingat.

Sehingga sebagai target jangka pendek, siapapun yang concern pada negeri
ini, termasuk banyak orang asing yang tidak vested di orbaniyah, adalah
pergeseran para belis itu dulu.  Dan satu2nya jawaban riil untuk itu adalah
koalisi para pendekar PDI-P PAN PKB itu.  Plus para coro yang berminat.
(Pandita tidak ingin membahas terlalu detail para coro2 itu, karena beberapa
sebab, mereka banyakan masih goyang2.  Bisa disebut one of the good-uns
adalah Partai Keadilan, ini kalau perlu tahu).

Sekali lagi, pendekar2 Ciganjur ini bukan dewa.  Itu jelas.  Sebagai rakyat
banyak, tugas kita saat ini adalah diam saja, nanti nyoblos salah satu dari
tiga musketeer ciganjur diatas pas pemilu.  Wis.  Gak usah ikut kampanye,
gak usah banyak bacot.  Apalagi bunuhin para kafir atau Islam sesat.
Sogokan aja Pandita anjurkan jangan diterima (kecuali kefefet , he he ),
sekalipun diterima (kalo dipaksa, seperti para penerima �kebaikan koperasi�
PDR) ya ben nyoblos-e laen.   Itu thok.
Dari tiga itu yang mana ?  Ngawur-ae.  Tenan ki, ngawur-ae. Cap-cip-cup.

Kita melakukan hal diatas bukan demi Gus Dur, demi Raies, atawa demi Mega.
Tetapi demi-kian adanya.  Kita semua perlu menyewa wong2 waras yang gak akur
ini untuk jadi pemerintahan transisi yang sesungguhnya.  Indonesian Kim
dae-yung, Indonesian Chuan lek-pai.  Wong di Korsel dan Thailand sudah jalan
setahun, kita masih blon sampai akhir milenium ini.  Blarak wis telat tenan.
Gak perlu terlalu men-subya (= mendewakan) para pemimpin transisi itu, lha
wong kita juga jaminan kecewa.  Tetapi ora modar !!  Kecewa jauh lebih baik
tinimbang diakali wong eidian kaya jaman ini.  Apakah ekonomi kita akan
membalik jadi baik ?  Very unlikely.  Tetapi gak popo.  Untuk tidak modar
ora mangan, APBN kita cokop bleh !  Dengan utangan bule, kalo ndak di
gegares cendana, kuningan (Fanny) atawa sasono ginanjar, pasti cokop.   Mbuh
mau pake ulama atawa pake kafir, pada bae.

Tepatnya, itulah pilihan Kedaulatan Rakyat sesungguhnya saat ini.  Blas gak
penting milih2 bingung.  Kowen NU, ya coblosen PKB, Muhammadiyah, ya PAN.
Sejen ? Ya PDI-P.  Bengong ?  Ya sebarangan bae.  Istri2 sampeyan juga gak
usah bengong cari yang mendukung kewanitaan segala (iku rak iklan tampon
mendukung kewanitaan sampeyan), coblosen bae sembarangan saka telu iku.  Gak
prelu kudu Mega, lha wong Mega ya gak kita perlukan kewanitaannya kok, padha
bae lanang.

Nah, pelan2 kita ngomong soal Kedaulatan sesungguhnya nanti.  Ngomong sama
wong waras.  Lha kalau ngomong lawan-e ghalib, baramuli, habibi, sasono,
wiranto, blarak melu edan kita. Arep ngamuk ditembaki, ora ngamuk melu edan.
  (salut sama yunus yosfiah, stone-killer iki kelihatannya bener2 insap).

Nah itu garis besarnya, sekarang kita ngobrol dikit tentang isu2 hangat.

ABRI alias TNI.
Sejauh mata memandang, wiranto ini bener2 bangsat sekarang jelas.  Tipenya
sama kaya birokrat orbaniyah lainnya, gempelengan cari untung.  Bok-obok di
Timtim dan Aceh benar2 prove beyond doubt, para preman ini, biar dinamain
abri atawa tni (well, bolehlah kita concentrate pada AD ajah, memang sih AL
en AU tidak banyak diberi kesempatan nyabetin keuntungan selama ini)
core-nya memang preman asli.  Bok-obok pake cut-out organization, terus
metik nangka tanpa terima getahnya.  Very blatant.
Kemenangan mereka adalah karena mbawa bedil, jadi efek Hukum Kejadian-nya
sangat berpengaruh.  Aku edan tapi kuwat kok !?!  Ya kedaden.   Terus
terangnya, posisi edan gini ini sangat menguntungkan, terutama bagi preman2
jahat goblog kaya para jenderal (baca AD) masa kini.  Tetapi juga merupakan
racun yang menderu diantara para pemegang bedil sepanjang segala masa.  Kita
tidak tahu di masa depan.  Kalo pun para ex-general PDI-P yang sudah
nyabrang itu nanti jadi gegenduk lagi, kans mengulang hal jahat tapi enak
jatuhnya ini tetap sangat besaaar.  Tapi ini nanti lah.
Kalo yang ada sekarang sudah super ngeloe.  Muke badak, kata satu netter
disini. Tull.  Wiranto celaka, beni murdani ciloko, prabowo amit2.
Sampe-pun level dua nya wiranto pada hopelus semua.  Gak ngerti ki gang
satpam ini diapain, apa diwalik AL dijadikan bos, AD di per-kere-kan ?
Sejauh ini, semua polisi nyolong secara ritel (sendiri2), AD nyolong secara
konglomerasi, bos ngerampok, peciritan dibagi bawahan kere.  AL di jatim
ngerebuti posisi eksekutif, thema penyolongannya kombinasi, nyolong sendiri2
tetapi yo setor.  Mungkin saja AL bisa jadi �maling tahu diri�.  Tetep
maling itu pasti.   Tetapi kita di garongi satpam sendiri ini kayaknya masih
agak lama-an.   Jadi jika organisasi abri (eh tni) ini nantinya bisa diganti
oleh maling2 yang organisasi-nya tidak se ketat kobame saat ini sudah
lumayanlah, kemajuan dirampok maling goblog.   Kalau status-quo jalan, atau
sekedar IPKI en PKP naik gitu aja, suram banget. Keseluruhan, suram.  Bedil
rakyat untuk bunuh rakyat akan tetap tema standard.

BIROKRASI.
Bahwa uwong ternyata bisa sadar itu penemuan baek.  Yosfiah yang tadinya
stone-killer itu bisa kesamber malekat jibril.  Syarwan juga kesrimpung.
Walo kemungkinan juga yang nyamber bukan malekat tapi uteg-nalar.  Buat yang
bisa lolos, saat ini adalah waktunya untuk �ber-khianat�, demi masa depan
diri sendiri dan anak-cucu.  Sayang banyak yang sudah tidak punya kesempatan
lagi.  Kudu pati-ne.  Kayata ginanjar, gak bisa lolos dia.  Kalo bos ganti
daripada wong edan kaya gibi, gak harapan lagi dia.  Kudu minggat.   Dan
kategori ginian ini merata kebawah.  Kait-mengkait para koruptor di
birokrasi ini adalah tantangan terbesar untuk pembersihan.  Sangat tidak
mungkin ada pembersihan.   Sampai Muladi yang harapan itu, munthing2 tetap
saja �pembersihan� departemen-nya sekedar bacot sahaja.  Tentu saja kalo Adi
Andoyo atau Benyamin yang disitu (atau Dimyati) bisa lebih baik.
Soal ghalib, dia sebenarnya kan manusia paling cocok jadi jagung di era
habibi ini, edan-e kaya sudomo dicekeli kopkamtib dulu kan cocok bagi
penguasa.   Wani-isin, wani ngamuk.  Kalo gang gibi naik lagi pastilah ada
regenerasi jagung maling ginian.   Koalisi ganjur mungkin bisa pasang orang
yang klasifikasinya lain.
Prevalensi korupsi yang gila2an membuat perbaikan sangat sulit.  Sampai
detik ini, untuk jadi pegawai negeri, walau jabatan yang paling kere pun,
tetep saja uang sogok harus jalan.  Bayangkan, Reformasi .  Keterkaitan
pembongkaran korupsi para kroco dengan korupsi bos2nya sangat erat.  Kalo
bos nggak, pasti coro juga nggak.

EKONOMI
Ekonomi memanas belakangan ini.  Pasar saham melejit sampai 550 ! gile meck
!! rupiah sampai dibawah 8000 !! Eidian tenan.  Apa ini �turning point � ?
Pertanyaan ini diajukan juga oleh para pakar pada pasar Korsel, Thailand,
Malaysia.  Terus terang di negara2 itu pertanyaan ini lebih relevan.  Mereka
(kecuali Malaysia) sudah on-the-road-to-recovery.  Kita on the munthir2an.
Tetapi kita perlu ngomong ini untuk menghindari �penunggangan� isu ekonomi
bagi platform para maling.
Apa arti �recovery� ini ?  Pure greed, simply said.  Dow jones tembus 11000
(! Edan, berapa profit saham microsoft ku ya ?).  Membuat pasar kapital
mulai groggy, dan cari sandaran lain.  Pasar saham Asia jadi rebutan.  Untuk
Korsel dan thailand, ini bahkan justifiable alternative.  Sudah undervalued
rock bottom, bukan hanya �bottom-feeders� yang meraup saham kere, big boys
(dipimpin oleh GE Capital) juga mengangsak.  Dan benar.  Mereka bisa make a
kill or two.  Di Indo, saham2 blue chip juga undervalued, dan naik hingga
50% lebih secara justified.  Papan penggorengan (saham2 Lippo!) dimainkan
pula.  Stock market adalah game-of-fools, makan2an.
Lalu rupiah, sekarang semua orang sadar, bahwa selama IMF ada disini, rupiah
jelas di prop-up.  Gak mungkin IMF akan membiarkan rupiah amblasso
ngawur2an, jadi resiko bisa ditakar.  Plus pencairan dana oleh pemerintah,
baik Jaringan Penyelamat Syaiton maupun bayaran buat kolusi habibi jualan
pesawat ke korsel en kroni2 an tanri abeng para begundal ginanjar.  Rame2
rantas sebelum kabinet bubar cari dolar.   Jelas return dari duit edan2an
kaya rupiah ini jadi menggiurkan setelah resiko2 country risk disedot IMF
itu.  Tentu saja tetap buat para spekulan.  Pemilu juni, lalu
penghitungannya, pengangkatn DPR dan pengangkatan presiden, adalah kancah
naik turun yang bisa promising very big profit bagi para player handal.
Pembacotan akan pathing blawur, tetapi jelas ini semua tidak ada hubungannya
dengan performance pemerintahan ini.  Yang blas gak urusan.   Apa yang
sesungguhnya harus dilakukan oleh pemerintahan ini tidak ada yang
dijalankan.  Pergerakan ekonomi riil malah dipakai untuk kesempatan
ngerampok duit bunga.  Pemberesan debitur dewa malah di komersialkan baik
oleh BI, BPPN, Bappenas, maupun menteri abeng.  Sisi baiknya adalah rakyat
banyak ternyata sangat resilient, secara pelan, karena tidak didukung
pemerintah, sekarang perekonomian rakyat dengan susah payah menyesuaikan
diri.  Lihatlah pergerakan barang di pasar2 rakyat seperti beringharjo.
Dalam kondisi bagaimanapun, walaupun di cilaka-ni pemerintahnya (seperti
dulu jaman jepang) tetap saja jalan.   Inilah bangsatnya konsep PDR, yang
menggembol Kedaulatan Rakyat, dan ekonomi rakyat, yang bakal tetap hidup
walau mereka mengobok cari untung disitu.  Bak anak soe mengobok pertamina
dulu.  Pan ora bakalan modar.

Singkatnya apa yang terjadi sekarang bukanlah jasa2 dari pemerintahan yang
ngablu ini.  Justru resiliensi rakyat, yang mempertahankan diri yang akan
mampu bertahan, despite of bungling, stealing dan obok2 pemerintah.  Walau
penghinaan, dengan berjalannya kemewahan2 yang terus saja di masa krisis
ini, benar2 kebangetan.  Target singkong adalah penyelamat in the long run.
Plus sekedar kerakusan para pemodal global cari untung biasa2, yang juga
dengan mudahnya gampang minggat lagi.

POLITIK
Terakhir, politik sangat ramai.  Akan sangat ramai terus sampai nanti
seorang presiden terpilih.  Kadal2 raksasa bermain, dengan atau tanpa malu
(si AM yang miftah itu memecahkan rekor tanpa malu yang baru, walau baramuli
sebentar lagi pasti merebut rekor lagi).   Itu wajar, seperti ucapan
wiranto.  Kadal memang bertabiat demikian.  Apa yang mestinya kita lakukan ?
  Cuek bebek pol !!   Tentu saja nasehat ini relatif.  Anda aktifis partai
PAN ya ikutlah, tetapi jok toh nyowo rek !!  Gak penting semua gegemboran,
yang penting ya pas nyuoblosnya saja.
Nasehat ini juga gagal buat kalian2 yang kurang mangan, apalagi kurang
ngempanin anak-istri.  Kaum dhuafa kaya kalian memang syusyah, daripada
modar kaliren ya terimalah duwit harom pengobokan.  Sudah terima duit,
pantang menolak tugas, ya kau oboklah partai satu sama lain, demi sesuap
nasi. Bos kau (preman2 PP) dapet duit gedenya, kau dapet matinya.  Big boss
(ketua partai glokar atawa pedeer) ketawa ketiwi kau modar.  Ya wis gimana
lagi tinimbang kaliren.   Cekak aos saja.
Lha, bagi kalian yang rada mendingan dari conto diatas, seraya menunggu
pemilu ini tak usahlah kau ikutan macam2, kau tunggu sajalah 7 juni, kau
coblos-lah itu PAN PDI-P atawa PKB, dan pulanglah kau ketempat bapak kau
(atao ikutan KIPP) tunggu lah prez ganti baru kau cari kerja lah yang halal.
  Sementara makanlah kau singkong dan daun2an.
Dan buat yang tidak bisa mikir makro, yang mikir bahwa �kalau begitu sepilah
kampanye ini�  dengan tololnya, jangan takut.  Kampanye akan tetap rame,
karena nasehat ini tidak berlaku bagi para aktifis partai dan keluarganya,
caleg2, preman2 bayaran, tni ad (hehe AL dan AU nggak deh) dan keluarganya
para pejabat, dan para gebleg kurang mikir yang tetap saja tidak tahu dipake
ganjel neroko malah surak2.

Perkiraan Pandita tetaplah sampai kini, yang bakalan ndaftar di neroko
sampai pemilu ini angkanya ribuan lah.  Sebentar lagi kaum bebelis baik
samuraiwan pbw yang freelance, maupun para �supervisor� kehilangan induk,
pasti dapet order lah dari para penduit cendana (duit asli maupun
asli-palsu, yaitu duit palsu dicetak ditempat asli) sehingga kaya lah kau.
Mereka butuh orang2 buat dibunuh lah pasti.
Dan terjadilah.

KESIMPULAN
Rakyat adalah entitas makro yang hampir tanpa batas.  Bagaikan laut, tidak
akan bereaksi, dan tetap saja menyerap semua gempuran.  Individu2 nya
menderita, terpotong2 tetapi keseluruhan semuanya akan terserap.   Rakyat
dapat disiksa selama ratusan tahun (pada jaman2 dinasti dulu) dan dapat pula
disiksa secara sangat luarbiasa dalam beberapa tahun (Kambodja, Rwanda,
Sudan sekarang, ahh Sudan sungguh malang ), dan akan tetap berjalan.
Kematian akan naik turun sebagaimana mestinya statistik.
Menghindari kematian besar2an adalah yang terpenting.  Kematian pelan2
adalah biasa.  Yang tidak biasa adalah ucapan2 penggunaan para politisi
terhadap fenomena2 ini.  Saat ini jika anda berkeliling Indonesia pada level
rakyat kecil, Terlihat sekali bahwa PDI-P, PAN dan PKB adalah tiga urutan
(urutan seperti itu) yang mendapat perhatian riil dari rakyat.   Kantong
golkar, PPP dan panu paku ada dibiberapa tempat khusus saja.   Anda dapat
merasakan kebencian terhadap golkar bagaikan kabut mengambang dibanyak
tempat di Jateng.
Penghirupan nafas rakyat ini sangat menentukan apa yang sesungguhnya menjadi
nafas Kedaulatan.
Itu sebabnya Pandita, yang tidak mendukung satupun partai, mendukung ketiga
partai ini bersama, dengan berbagai catatan terhadap pemimpin2nya yang
biasa2 saja itu.
Karena inilah saatnya menyuarakan , atau berusaha menyuarakan, Kedaulatan
Rakyat di Indonesia.  Karena tanpa conscious effort ini, masih besar
kemungkinan  balance akan tipped to the other side, the side we always been
for the last 4 decades.  Golkar masih sangat kuat dalam pemaksaan di desa2.
Walau kebencian rakyat bisa2 terasa sangat nyata, penekanan oleh aparat
(terutama di desa2 di luar jawa) sangat kental.  Dan pemaksaan pada level
bawah, lurah, camat sampai bupati , bisa luar biasa efisien.   Sangat
dipastikan, apalagi di NTT dan NTB, kecurangan tipe lama ini akan tetap
terjadi oleh glokar.  PDR juga bisa sangat persuasif dalam menggembosi PDI-P
dengan uang, fitnah dan pemaksaan.  PPP panu paku sangat potensial merusak
posisi PKB, yang memang belum terlalu berakar.  PAN juga dapat diganggu oleh
partai2 Islam yang sekarang banyak bergerak (pura2) moderat menyamainya.
Lalu kroni2 cendana berupa pni mini ipki dan berjibun partai kere lainnya
sangat mungkin dipinjam sebagai front-end oleh pengobok prof yang disewa
dari kalangan baret dan intel desersi (dan aktif pula) untuk merusak dari
dalam KPU / PPI.
Beberapa partai mungkin benar2 standalone, seperti Partai Keadilan.  Tetapi
mereka tak bakalan menang, dan ujung2nya setelah pemilu, jadi dagang sapi
waktu koalisi, biasanya diantara mereka yang dapat suara  pasti jual ke
highest bidder (moga2 tidak termasuk PK), yang jelas kalau meleset dari
cendana ya fanny (habibi, adek si cebol!).

Membicarakan hal2 yang �obyektif�, seperti program atau kwalitas caleg,
saat ini juga futile. Tidak cukup waktu, dan skala prioritasnya salah,
detail. The devils are in the big strokes now.   Message yang saat ini harus
diberikan adalah : GO TO HELL WITH ORBANIYAH !!! BUBARKAN ORBANIYAH !! GIVE
PEOPLE A BREAK !!!

Secara loud and clear tanpa nuansa lagi.  Kita main pemilu, so be it.  Play
the game.  Coblosen PDI-P PAN PKB.   Setelah para denawa minggat (jika
inipun mungkin terlalu optimistik, ya relatif lah) baru kita bahas siapa
duduk dimana, dan nasib partai2 mini. Dan terakhir inga-inga, strategi
sebaliknya, penekanan pada detail dan pembingungan massa adalah strategi
yang saat ini dipakai cendana dan fanny !!  Inga-inga itu !  Keep your
priorities straight.

LET OUT THE SCREAM OF SILENCE !!!!
Beda dari Alengka, ini Kesempatan Indonesia !!
Ikuti Pemilu.  Coblos PDI-P, PAN atau PKB !!!!

Kumbokarno.  Sang Pandita.  6 Mei 1999

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 8 May 1999 jam 06:31:06 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke