----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

Bagaimana caranya anda tahu sebuah surat yang anda baca
ditulis dengan hati? Pertama irama tulisan tidak tersendat sendat
dan tidak menyempalkan banyak kalimat yang dibuat buat.
Dan yang kedua tidak juga memakai kosa kata hyperbol yang
penuh rayuan. Dan jelas yang ketiga tidak memuatnya di milis umum
dengan judul " surat terbuka " yang penuh kata kata bijak,kalimat
kalimat orang sekolahan menandakan kehausan akan  penghargaan
 " cap intelek " yang dibanyak digila gilai orang jaman sekarang.

Saya mendapatkan surat ini dari seorang netter di Bogor.
Walaupun anda mungkin menganggapnya sebagai surat yg
tidak ada isinya, kurang bermutu atau kampungan, bagi saya
justru email ini sangat sarat dengan emosi ,kepolosan dan
cinta. Saya dapat merasakan getaran perasaan penulis yang kental
dengan kemarahan dan keputus asaan.  Dan dalam  hal ini
saya menaruh surat ini dalam katagori surat cinta.
Karena siapapun dia, tidak mungkin dia bisa menulis surat seperti
ini bila tidak ada pertalian emosi yang bernama cinta. Dan jelas
saya membalasnya suratnya juga dengan perasaan cinta.
Sungguh ini jujur bukan dibuat buat...

Dan saya memuatnya disini bukan untuk berlagak wise
atau agar dibilang pintar, ini saya lakukan semata untuk
menjadikan milis ini media  tempat kita belajar bersama sama
untuk mengenal manusia dan segala problem problemnya.
okelah...

Subj:
Date:   99-05-09 23:52:49 EDT
From:   [EMAIL PROTECTED] (sifahut)
To:     [EMAIL PROTECTED] (Hasan Basri)



Saya adalah salah seorang  dari sekian ribu pembaca tulisan anda
namun satu yang saya tak mengerti anda ini "siapa sih"
apakah anda seorang manusia muslim tapi anda seperti muslim edan atu memang
anda sableng terus terang banyak teman-teman saya
disini bilang kalau anda ada disini "akan saya hadapi dia" secara jantan
karena anda hanya punya nyali lewat tulisan  semua orang bisa nulis apa
saja seperti anda yang terlalu  disini juga banyak orang yang tak suka anda
karena tulisan anda tentang islam, Tuhan, juga Nabinya
anda bahkan mengangkat diri sendiri sebagai nabi
sedangkan anda sendiri mengaku sebagai seorang
muslim "ini sangat keterlaluan "

Biarpun saya orang " awam " atau boleh dibilang orang
kolot tidak semodern anda yang tinggal di luar negeri
tapi saya katakan saya lebih baik dari anda sebagai seorang
muslim sejati dan saya juga benciiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii anda.

---------------
Menjawab Fahut:

Bung Fahut,
Harus saya katakan email anda adalah salah satu email
terbaik yang pernah saya terima. Saya membaca surat bung dengan
kegoncangan hati yang tidak dibuat buat. Dan saya amat memahami
perasaan benci dan kedongkolan yang begitu meluap terhadap diri
saya ini.

Anda barangkali menunggu balasan yang meledak ledak dari saya
bung? Oh jangan takut . Tidak mungkin saya mampu meledek orang
ikhlas yang cerdas seperti bung, yang mempunyai kemampuan
untuk menjadi humble dan tahu diri dengan mengatakan diri " awam"
dan tidak modern serta kolot.

Apa yang bung katakan tentang diri saya tidak bisa saya sanggah.
Sebenarnya sudah berkali kali saya mengakui diri" saya adalah
muslim yang bingung " Dan sumpah serapah saya selama ini
memang saya anggap keterlaluan.Saya bukan saja sok lain dan
sok menjadi sempalan secara over acting, saya juga mengakui
bukan orang yang cukup pintar dan cukup pendidikan untuk
ber sok sok mendebat Tuhan beserta nabi nabinya.

Jujur saja, selama ini saya menulis begitu agresif di banyak
milis juga dalam rangka belajar. Banyak cara orang belajar memang.
Tapi malangnya saya bukan orang yang seberuntung bung yang
gampang menemukan guru agama dan pengajian bagus sehingga
membuat bung beriman secara tuntas tanpa proses pencarian yang
berkepanjangan.

Masa lalu seseorang itu menentukan watak seseorang. Dan masa
lalu saya dalam mencari Tuhan dan agamanya ternyata sejak dulu
selalu kandas karena saya tidak pernah menemui guru dan orang tua
yang cukup mampu untuk membuat saya percaya.

Dan bung, percayalah ini adalah neraka bagi saya. Proses belajar
dari pengajian ke satu pengajian yang lain. Bertanya pada ustad
dan guru agama, mendamparkan diri di buku buku, belajar mencintai
agama dan nabi nabinya sudah saya lalui dan saya selalu gagal..

Tidak jarang sambil berendam dalam bath tub saya melolong dan
terisak tidak berdaya mengakui bahwa semakin saya mempelajari
agama saya sendiri dan biography Rasulullah, semakin saya merasa
jauh dari agama.

Banyak hal hal yang saya temukan dalam kitab kitab suci itu yang
bertentangan dengan akal sehat saya sebagai manusia.

Mulanya saya berusaha untuk menahan diri dari melampiaskan
rasa frustasi ini kedalam tulisan. Tapi lama kelamaan saya menjadi
capek untuk menyimpan ini semua. Lalu saya memutuskan untuk
meraung raung didalam tulisan mencari perhatian. Itu saya lakukan
agar saya bisa menerima banyak input untuk saya pelajari.

Saya adalah seorang muslim dongo yang terlalu sentimental.
Tapi saya ingin agar ada orang muslim lainnya yang bisa
mengajari saya dan menjawab pertanyaan pertanyaan
yang selama ini mendera saya secara biadab.

Saya adalah mahluk yang haus belajar.
Dan saya juga harus bilang, saya masih percaya agama ,terlepas
dari agama apapun , bila di anut secara baik dan rasional akan
membawa manusia pada jalan yang menenangkan.

Saya bukanlah pembenci Islam.
Kritik saya untuk agama sendiri adalah buah refleksi
keperdulian saya terhadap agama yang penganutnya
paling terbelakang secara pemahaman ,rasonalitas dan
moral yang makin menjerumuskan mereka  pada jurang kebodohan
fanatik membabi buta yang tidak ada manfaatnya sama sekali.

Dan siapapun anda bung.
Saya mengakui bahwa anda adalah mahluk cerdas
yang punya potensi untuk menjadi lebih cerdas.

Kecintaan anda pada Islam, saya tidak ragukan.
Tolong tanyakan pada teman teman anda  untuk menolong
mencarikan ustad dan kyai yang bisa meredamkan siksaan
ini. Saya tidak butuh berkelahi dan main pukul pukulan.
Jaman sekarang adalah jaman bagaimana manusia bisa
menjadi cerdas dengan berdebat secara bebas tanpa
dibelenggu tabu untuk mempertanyakan Tuhan serta nabi nabinya
atau ketakutan kena laknat mitos mitos legendaris yang murahan.

Tolonglah saya.

Walaikum Salam.

Hasan Basri

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 11 May 1999 jam 09:16:45 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke