---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk KEBANGKITAN RAKYAT MISKIN KOTA Pak Usro dari Kwitang, usianya menjelang 72 tahun. Suatu malam, dalam ngobrol-ngobrol dengan komunitas Kwitang di pinggir Kali Pasir, di sekitar persoalan kenapa tidak ada hari bersama untuk Rakyat Miskin Kota dimana rakyat miskin bisa berkumpul, merenungkan keberadaan mereka, Pak Usro tidak menjawab. Tapi dia menuliskan di selembar kertas bekas dan menyerahkannya kepada kami. Isi tulisan itu berbunyi: =9313 Mei: Hari Kebangkitan Rakyat Miskin=94. Kenapa 13 Mei? Kenapa disebut sebagai hari Kebangkitan Rakyat Miskin Kota? 13 Mei adalah hari pukulan sangat berat untuk Rakyat Miskin Kota. Hari dimana mereka dikriminalkan dan dikorbankan dalam kobaran api yang membakar gedung-gedung yang dijarah. Dipurukkan sebagai yang mungkin dijadikan tumbal bagi kepentingan untuk menggagalkan Reformasi yang sedang dijalankan oleh mahasiswa, Mei setahun yang lalu. 13 Mei kemarin, mereka akhirnya berkumpul. 1000 Lebih Rakyat Miskin Kota dari Tabaci, Kalideres, Kamal, Kwitang, Tanggul, Gandaria, Kampung Rawa Gusuran, Pedurenan, Warung Jengkol, Kalimati, komunitas becak, buruh, dan simpatisan mahasiswa ITI, memenuhi perempatan jalan di Kampung Rawa Gusuran, Kebon Jeruk Jakarta. Jam 17.00 WIB mereka memulai acara dengan menyanyikan lagu Padamu Negeri. Lalu bersama-sama membuat kesaksian: 13 MEI TIDAK LAGI HATI DARI RAKYAT MISKIN KOTA Siapakah yang telah mengajari kami untuk menjadi takut selama ini? Siapakah yang telah mengajari kami untuk selalu diremehkan selama ini? Siapakah yang telah mengajari kami untuk mudah dihasut selama ini? Siapakah yang telah mengajari kami untuk menjadi kambing hitam selama ini? Sekian lama kami hidup seperti ini, tidak ikut menikmati pembangunan, dikejar-kejar, digusur, di PHK. Hingga 13 Mei, setahun lalu, Jakarta berubah menjadi lidah api. Dan rakyat kembali mendapatkan cap sebagai perusuh,kami dikriminalkan lewat penjarahan, dikorbankan terpanggang dalam bangunan-bangunan yang dibakar, lalu dihasut lewat konflik ras yang memecah-belah kami. Sekarang tidak lagi. Kerusuhan tidak lagi. Kekerasan tidak lagi. Rakyat yang dikorbankan tidak lagi. Kamilah Rakyat Miskin Kota, para pedagang kaki lima, para penarik becak, buruh keci. Kamil yang ingin mengembalikan langit biru kami, matahari baru kami. Inilah sebuah renungan, hati dari Rakyat Miskin Kota. Kehendak untuk bangkit. Jakarta, 13 Mei 1999 JARINGAN RAKYAT MISKIN KOTA Acara dilakukan dengan shalat maghrib bersama, lalu tahlilan untuk Rakyat Miskin Kota yang jadi korban terpanggang api dalam bangunan-bangunan yang terbakar, 13 Mei tahun lalu, maupun untuk mereka yang hilang dan belum ditemukan hingga kini. Monolog =93Cermin Rakyat Untuk Calon Presiden=94 yang dibawakan oleh komunitas Kamal dibawakan. Cermin itu dihadapkan ke seluruh pemain pendukung monolog ini, dan akhirnya kepada penonton: Siapakah calon presiden kamu? Jawabnya adalah hatimu sendiri, kasih sayang, cinta yang nyaris hilang di negeri ini. Lalu pembacaan puisi, pemutaran slide kerusuhan, korban-korban yang terpanggang, reformasi mahasiswa, juga kesaksian atas penderitaan mereka selama ini yang disampaikan oleh seorang ibu dari Kalideres, dan tiga orang penarik becak (Diro dkk.), serta seorang penyair kampung yang disampaikan sebagai doa oleh Pak Amin Hamzah. Anak-anak dari Warung Jenggol, buruh dan mahasiswa juga ambil bangian mengangkat sumpah bersama rakyat. Kebangkitan Rakyat Miskin Kota adalah penting untuk mengembalikan utopia Rakyat Miskin Kota yang selama Orde Baru disingkirkan. Bahkan hingga kini mereka masih mudah diteror dengan streotip ideologis yang sering dipakai oleh penguasa. Isu Komunis hingga kini belum usai untuk mendeskriditkan setiap kegiatan yang berbau =93rakyat=94. Rakyat selalu dikorbankan oleh budaya polotik yang dipimpin oleh ketakutan dan cara berpikir yang kacau akibat birokrasi yang digunakan sebagai alat kekuasaan. Datanglah ke kampung rakyat kecil. Dan datanglah dengan hatimu. Bukan dengan kecurigaanmu. (Kompor =96 UPC) -- Urban Poor Consortium (Konsorsium Kemiskinan Kota) Billy Moon Blok H-I/7 Jakarta 13450 Phone/Fax: 62.21.8642915 e-mail: mailto:[EMAIL PROTECTED] Urban Poor Website: http://welcome.to/urbanpoor ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 15 May 1999 jam 10:12:02 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
