----------------------------------------------------------
Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "signoff indonews"
need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "info refcard"
----------------------------------------------------------

From: Mike Tyson

MEGAWATI TAK MUNGKIN BISA MENJADI PEMIMPIN

Akhir-akhir ini kita bangsa Indonesia, khususnya wong cilik seperti saya,
anda, dan banyak lagi, tengah bingung untuk menentukan partai pilihan.
Masalahnya adalah, kita belum terbiasa dengan sistem multi partai. Juga
karena kita masih terkungkung oleh suatu psykology lama, yang selalu
memandang kepada sosok seorang yang ditokohkan. Oleh karenanya, dan sangat
disayangkan, ternyata kejiwaan ini masih terkungkung di jiwa kita.

Penomena Megawati banyak menarik perhatian. Tentu banyak faktor, al, karena
nama bapaknya, hanya dia yang wanita di tengah kancah pelitik Indonesia,
gencetan Suharto juga sangat berperan. Namun hingga kini, orang (betulkah?)
yang bernama Mega itu masih tidak nampak apa kemampuannya sesungguhnya.
Jangan-jangan dia hanya menjadi boneka Komunis yang akhir-akhir ini marak
menampakkan diri dalam berbagai bentuk.

Ketika Mega diajak debat, dia tidak mau. Alasannya hal itu tidak sesuai
dengan UUD dan budaya timur. Tentu siapapun yang berakal pasti berpendapat
kalau alasan seperti ini adalah alasan orang yang hanya setengah gila.

Kegagalan Mega sebagai tokoh juga nampak dalam menangani kepemimpinannya.
Hingga kini terlihat, kalau pendukugn yang paling tidak beradab dan setengah
gila-gilaan adalah pendukung Mega. Sementara Mega tidak mampu meredam
ketidak-beradaban pendukungnya tersebut. Inikah tanda keloyoan seorang
pemimpin.

Akhirnya, kepada para pemilih, khususnya kaum Kristen, dan saya yakin juga
ummat Islam agar jangan jatuh terperangkap ke dalam lubang buaya komunis ala
Mega lagi. Cukup ayahnya saja yang telah banyak menipu bangsa kita dengan
gaya kepemimpinannya yang arogan masa itu. Karena ayahnya pula, sehingga
bangsa kita jatuh ke dalam buaya yang ganas selama 32 tahun. Dia yang tidak
berdaya menahan kudetanya suharto, sehingga dia mengambil alih
kepemimpinannya atas nama supersemar yang bohong-bohongan itu.

Demikian, merdeka.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 17 May 1999 jam 05:12:32 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke