----------------------------------------------------------
Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "signoff indonews"
need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "info refcard"
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


PEMILU MODEL ORBA TERULANG: DITEMUKAN PAKU PERUSAK SUARA

        JAKARTA (SiaR, 21/5/99), Cara-cara kotor rejim Soeharto dalam
menyelenggarakan Pemilu ternyata masih diulang di beberapa tempat. Di Boyolali
Jawa Tengah, ditemukan paku yang dipasang dalam ratusan kotak suara. Paku-paku
yang ditemukan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Daerah Boyolali  itu dipasang
di sebelah sisi kiri kanan dan bawah di dalam kotak suara. Paku tersbeut diduga
bisa merusakkan kartu suara saat atau bila dimasukkan ke dalam kotak itu.

        Menurut informasi yang diperoleh, awalnya tiga anggota Panwaslu
Boyolali, Soeparno SH (Koordinator), H Suparjo A, dan Edi Sutejo ketika
melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Kantor Panitia Pemilihan Daerah (PPD)
setempat, Kamis (20/5) itu menemukan satu kotak suara yang berpaku. Tapi ketika
membuka kotak yang kedua dan ketiga juga terdapat paku yang sama. Karena curiga,
akhirnya mereka membuka ratusan kotak suara yang terdapat di Kantor PPD
Boyolali itu.

        Menurut Ketua PPD Boyolali, sesuai kebijakan, pengadaan kotak suara
tersebut diserahkan kepada kantor direktorat sospol setempat. "Kita tidak pernah
diajak bicara dalam hal pengadaan kotak, sehingga tidak tahu menahu dengan
adanya penemuan paku di dalam kotak suara tersebut," ujarnya.

        Semula, pihak PPD telah mengajukan rekanan untuk pengadaan kertas suara.
Tapi Sospol menolaknya. Padahal, kata Soegihartono, harga yang diajukan untuk
pembuatan tiga kotak suara hanya Rp 64 ribu. Sehingga APBD hanya akan mensubsidi
Rp 11 ribu. Sementara harga kertas suara dari Sospol jauh lebih tinggi, Rp 72
ribu per kotak. Dengan demikian, ada selisih harga kemahalan Rp 152 ribu untuk
pembuatan tiga kotak.

        Sementara dari Yogyakarta dilaporkan  Panitia Pemilihan Daerah (PPD) II
Kodya Yogya menemukan kartu yang memuat simbol partai yang dicetak Departemen
Penerangan berjajar 7 gambar, bukan 8 gambar ke kanan dan 6 ke bawah seperti
yang telah ditetapkan PPI. Kartu-kartu itu telah dipasang Deppen Kodya Yogya di
tempat-tempat strategis di Yogya.

        "Yang paling dirugikan adalah PKB. Dalam iklannya di TV, PKB telah
memasyarakatkan tanda gambarnya dengan menyebut tiga ke kanan dan lima ke
bawah. Tapi dengan gambar Deppen itu, maka posisi PKB bukan lagi tiga ke
kanan dan lima ke bawah," kata salah seorang aktifis PKB.***

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 21 May 1999 jam 16:08:33 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke