----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

Stockholm, 22 Mei 1999

'Audzubillaahiminasysyaitonirrajiim.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

HASAN BASRI BUKAN MUSLIM SEKULER SEBAGAIMANA YANG DIAKUINYA, MELAINKAN
SEORANG SEKULER YANG TELAH MURTAD.
Ahmad Sudirman
Modular Ink Technology Stockholm - SWEDIA.

Untuk Hasan Basri (Springfiled, Missouri, USA).

Hari Jumat, tanggal 21 Mei 1999 Hasan Basri yang mengatakan dirinya
sebagai muslim sekuler membidikkan kembali anakpanahnya yang tumpul
dengan ditempeli hasil buah pikirannya yang sekuler dalam sebuah subyek
"Menjawab Sudirman (99)". Dimana hasil pemikiran racun sekuler yang
menjadi standar moralnya ini merupakan jawaban terhadap tulisan saya
"Menurut pikiran Hasan Basri menjadi seorang munafik adalah lebih
selamat dan aman, daripada menjadi seorang murtad" yang dipublisir pada
tanggal 17 Mei 1999. (Sebelum membaca tulisan dibawah ini, saya harap
membaca dulu tulisan tersebut diatas agar tidak timbul salah penafsiran,
tulisan itu bisa di baca di http://www.dataphone.se/~ahmad/daftar.htm ).
Isi pemikiran racun sekuler yang menjadi standar moral Hasan Basri
adalah,

"Jendral Sudirman telah menggali kapak perangnya. Dan terus terang dari
pada tulisan Rasyidi yang mempunyai argumentasi lemah, Jendral Sudirman
cukup oke karena menjawab langsung pertanyaan pertanyaan saya dalam
tulisan sebelumnya.

Tapi kawan, dalam perdebatan yang diperlukan bukan cuma sekedar adu
referensi. Yang terpenting adalah bagaimana kita menyerap dang
mengakomodasikan referensi itu dalam sebuah pemahaman yang tidak kaku
dan tidak  asal setuju .Sebagai mahluk rasional, manusia itu sebenarnya
punya kemampuan untuk menyatakan sebuah fakta atau peristiwa atau
kejadian itu bertentangan dengan akal sehat atau tidak. Batasan ini
mungkin yg dinamakan batasan moral.

Saya cuma makai standar moral dalam membaca sejarah Muhammad. Dan anda
pakai "iman tanpa otak" dan barangkali tanpa "sifat sifat kemanusiaan".
Bagimana saya bisa mempercayai seorang algojo menjadi panutan saya dalam
menjalani hidup? Bagi saya Muhammad yang terbaik adalah muhammad periode
pra hijrah, dia memang tulus dan lurus. Setelah itu Manusia satu ini
tercemar penyakit megalomania yang kejam, tidak bisa dikritik dan
maaf..dikuasai libido besar.

Sangat mustahil bagi saya untuk percaya pada pembunuh. Saya tidak bisa
beriman pada nabi algojo. Cuma orang orang buta saja yang mau menerima
omongan seorang  tukang jagal. Saya cuma mau ber argumentasi dan mencari
kebenaran. Jika anda tidak mampu melawan argumentasi saya nggak usah
menfitnah saya dengan alasan bikin onar dan mencap saya munafik. Pikiran
itu saya dapatkan bukan dari nafsu. Saya melihat sebuah agama yang baik
adalah agama yang manusiawi, bukan agama yang punya sejarah atau kitab
kitab brutal yang menghalalkan darah manusia.

Jawaban anda tidak membantah satupun argumen saya. Sebenarnya anda
berusaha melempar saya dengan yoyo. Ketika benda itu meleset tidak
mengenai objeknya, sang yoyo berbalik kepada pemiliknya. Argumentasi
anda malah memperkuat fakta bahwa Islam punya sejarah biadab. Dan
sayangnya kebanyakan dari kita mentutup mata. Tidak pernah merasa
bersalah, Dan hadis hadis dan Quran itu yang mengkultuskan segala tindak
tanduk Muhammad adalah embryo yang membutakan orang orang Islam dari
kebenaran sampai sekarang. Masih mencari Allah yang lebih manusiawi dan
tidak brutal. Tell the truth ,the whole truth, so help me God. Hasan
Basri" (Hasan Basri, Menjawab Sudirman (99), 22/5/99).

Nah sekarang, setelah saya membaca jawaban Hasan Basri yang
memproklamirkan dirinya sebagai muslim sekuler yang mendasarkan standar
moralnya kepada racun sekuler, maka sampai hari kiamatpun Hasan Basri
tidaklah akan bertemu dengan Islam. Apapun keterangan, penjelasan,
argumen yang dihadapkan kemuka dan pikiran Hasan Basri, dia tetap akan
menolaknya, kecuali kalau keterangan, penjelasan, argumen itu sesuai
dengan standar moral racun sekulernya.

Dan sebenarnya untuk menamakan dirinya sendiri dengan muslim sekuler
adalah salah besar. Karena artinya sekuler adalah "bersifat dunia atau
kebendaan yaitu bukan bersifat keagamaan atau kerohanian. Orang yang
sekularis adalah orang yang menganut aliran filsafat yang menghendaki
agar kesusilaan atau budi pekerti tidak didasarkan pada ajaran agama.
Sedangkan sekularisme adalah paham atau pandangan filsafat yang
berpendirian bahwa moralitas tidak perlu didasarkan pada ajaran agama.
Itulah yang disimpulkan oleh tokoh-tokoh Indonesia yang menyusun Kamus
Besar Bahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan Republik Indonesia pada tahun 1988".

Jadi kalau Hasan Basri menyebut dirinya sebagai seorang muslim sekuler
adalah suatu hasil pemikiran dari otaknya yang sudah kena racun sekuler
yang tidak memahami apa artinya sekuler dan apa artinya seorang muslim.
Dimana seorang muslim adalah yang telah berjanji "..Sesungguhnya
shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan
semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya, dan demikian itulah yang
diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama
menyerahkan diri (kepada Allah)" (Al An'am: 6: 162-163).

Karena itu disini saya melalui tulisan ini mengatakan bahwa Hasan Basri
adalah bukan seorang muslim, melainkan seorang sekuler atau sekularis
yang menganut aliran filsafat yang menghendaki agar kesusilaan atau budi
pekerti atau negara tidak didasarkan pada ajaran agama.

Jadi apapun yang dikatakan atau disebutkannya dan membawa-bawa Islam
adalah suatu kepalsuan dan kebohongan, misalnya seperti mengatakan "saya
muslim, saya Islam". Karena itu semua kaum muslimin dari mulai detik ini
apapun yang dikeluarkan oleh mulut dan tulisannya, itu semua adalah
keluar dari seorang manusia sekuler yang tidak didasarkan pada ajaran
agama, seorang yang anti agama dan musuh agama serta penghancur agama.

Inilah tanggapan akhir dari saya untuk Hasan Basri yang sekuler.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
[EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada
waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang
menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan
lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon petunjuk, amin *.*

Sekian.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 22 May 1999 jam 17:01:56 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke