----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
++ Pemilu Online: http://www.indo-news.com/pemilu/ ++
----------------------------------------------------------

Media Indonesia, Kamis, 10 Juni 1999

Warga Maluku di Belanda Jangan 'Racuni' Leluhur

AMBON (Media): Gubernur Maluku Saleh Latuconsina berharap
kepada warga Maluku di Belanda agar tidak 'meracuni' masyarakat
di daerahnya dengan paham separatis.

Latuconsina menyampaikan hal itu ketika ditanya kru Televisi
Chanel 2 Belanda di kamar kerjanya kemarin di Ambon. Gubernur
Maluku memesan agar warga Maluku di Belanda, untuk tidak
melakukan provokasi dengan saudara-saudaranya di tanah leluhur,
karena sulit merukunkannya, seperti yang terjadi pada kerusuhan
tanggal 19 hingga 20 Januari lalu.

Tapi, kata Gubernur, bila ada maksud baik mau membantu saudara-
saudaranya, gubernur sangat mendukungnya. "Mau bantu kita
silakan," ujar gubernur. Tapi tegas gubernur, jangan harapkan
mau meracuni masyarakat dengan referendum dan gerakan separatis
lainnya.

Kepada kru Televisi Chanel 2 Belanda dan sejumlah warga yang
menemuinya di ruang kerja, gubernur menggambarkan situasi Ambon
dan sekitarnya yang kian membaik. Ini dapat dilihat dengan
berjalannya roda pemerintahan dan perekonomian di daerah itu.

Diakuinya, ada kepentingan politik di Jakarta yang mungkin
tetap menghendaki status quo yang bermain dalam kerusuhan
Ambon, dan kemudian dimanfaatkan pihak tertentu guna memenuhi
kepentingannya. Sedangkan agama hanya dipakai sebagai alat.

Ketika ditanya tentang adanya gerakan Republik Maluku Selatan
(RMS) yang gencar ditiupkan di negeri kincir angin, gubernur
menjelaskan, khusus di Maluku, hampir setiap tanggal 25 April
aparat keamanan selalu mendapat laporan ada orang yang
menaikkan bendera RMS. Ini juga sempat terjadi saat kerusuhan
Januari lalu.

Namun, bendera itu sengaja dinaikkan di gunung-gunung yang
tidak ada penghuninya. Kenapa? kata gubernur, karena bendera
itu kemudian difoto dan dikirim ke Nederland sebagai bahan
propaganda untuk mendapat fans di sana.

Menurut gubernur, kalau ditanya ke orang Islam Maluku, apalagi
ke umat Kristen, mereka pasti akan mengamuk. "Kalau mau berdiri
negara sendiri, mengapa harus melalui RMS," tanya gubernur.

Provinsi Maluku, kata gubernur, termasuk dalam delapan provinsi
yang pertama kali memproklamasikan kemerdekaan RI. Karena itu,
sampai kapan pun tidak ada keinginan untuk mendirikan negara
sendiri. (TP/B-2)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 12 Jun 1999 jam 11:56:51 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke