----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
++ Pemilu Online: http://www.indo-news.com/pemilu/ ++
----------------------------------------------------------

Sudah lama saya mengamati Amien Rais(AR)ini sejak turunnya Suharto, tokoh
ini walaupun bergelar doktor tapi tidak punya konsistensi dan hanya bicara
meledak2 saja sepertinya tidak dipikir lebih dulu. sehingga lebih banyak
kemakan omongannya sendiri.
1. Pada saat mahasiswa2 ada di DPR sebelum Suharto lengser, AR ini langsung
nyelonong menempatkan dirinya di depan mahasiswa sebagai pemimpin mahasiswa,
padahal dari pihak mahasiswa sendiri tidak mengakui AR sebagai pemimpinnya
walaupun mereka tidak punya public figure, terbukti setelah Suharto lengser,
mahasiswa malah mengecam AR karena mengatakan mahasiswa sudah puas padahal
tuntutan mahasiswa2 bukan hanya presiden tapi wapres juga harus turun.
sorenya di SCTV AR minta maaf ke mahasiswa karena omongannya itu.

2. Setelah Habibie(Hbb) jadi presiden, dia mengatakan akan jadi oposisi,
setelah seminggu omongannya berubah menjadi sparring partner. Ini dua
istilah yang berbeda, contoh : Mike Tyson opsisinya E.Holifield tapi bukan
sparring partnernya.

3. Waktu maraknya partai2 baru, AR mengatakan Golkar akan menjadi partai
gurem. Beberapa hari yang lalu di Kompas dia mengatakan kalau
partai(Golkar)hanya dapat suara 10% masih ngotot nyalonkan presiden, apa
nanti tidak diketawain kucing, ternyata  sekarang siapa yang partainya jadi
gurem dan hanya memperoleh 10% suara.

4. AR teriak2 partainya pro reformasi dan mengatakan Golkar status quo,
ternyata dia sendiri mengajak koalisi dgn partai status quo.

5. Setelah ditolak berkoalisi oleh Marwah Daud Ibrahim, diam2 dia SOWAN ke
Hbb untuk negosiasi lagi dgn membawa nama ICMI padahal dia pernah ditendang
Hbb dari ICMI.

  Ternyata AR ini termasuk bunglon, asal dia dapat posisi tidak masalah
bergabung dgn Golkar yang pernah dimaki2 sebagai partai gurem, pro status
quo, diketawain kucing dll. AR tahu, dgn kalahnya PAN dia tidak akan bisa
jadi presiden, maka dia cari posisi wapres dengan cara menonjolkan ex ICMI,
Islamnya dan merasa bisa menjadi jembatan antara status quo dan reformasi.
Saya usul ke aktivis2 reformasi untuk memberikan trophy/award sebagai bapak
Bunglon Nasional untuk menggantikan sebutan bapak reformasi.
   Kasihan kawan2 saya yang milih PAN waktu Pemilu ternyata ketua partainya
berjiwa kerdil, tidak punya kredibilitas dan pro status quo. Beruntunglah
saya karena partai yang saya pilih betul2 proreformasi dan ketuanya
berkonsisten dan tidak pernah terima uang dari Cendana seperti AR ini pernah
dapat Rp.750 juta (AR tidak bisa membantah waktu Prbosutejo mengatakan hal
ini di SCTV).
  Sekian





______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 15 Jun 1999 jam 16:33:37 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke