---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ++ Pemilu Online: http://www.indo-news.com/pemilu/ ++ ---------------------------------------------------------- From: Apa Kaplu Subject: Apa Kapluk - PDI-P Menang, Aceh Merdeka Melayang... Menyimak hasil sementara penghitungan suara Pemilu 1999, dapatlah kita ramalkan bahwa akhirnya PDI-Perjuangan akan menjadi pemenangnya. Kalau ramalan ini menjadi kenyataan, maka betapa sedihnya saya sebagai seorang muslim yang merupakan bagian terbesar dari penduduk Indonesia, akhirnya akan memiliki seorang presiden yang "Christian Driven". Cukuplah para pendukung PDI-Perjuangan berpura-pura dan menipu nurani sendiri akan kenyataan bahwa orang-orang disekeliling Mega adalah Kristen. Jangan katakan bahwa Kristen itu tidak punya misi. Jangan katakan bahwa saya seorang yang fundamentalis Islam, sebagai muslim saya tetap menginginkan presiden dari kalangan Islam yang jelas ke-Islamannya dan buah pikiran ataupun policy yang akan ditelurkannya tidak akan mengancam keselamatan umat Islam. Si Mega ini telah membuat diriku merasa lebih femimim dan agak kebencong-bencongan. Padahal aku sering dikatakan orang sebagai seorang jantan pejantan yang gagah. "Si Buyung" ku-pun semakin mengkerut dan menghilang diantara buah pelir. Oh, nasib. Kini diriku menjadi lemah gemulai dan menjadi tukang cebok sang Mahaputri. Meminjam istilah Jusfiq, dan Mega terus mengangkangi pahanya untuk disetubuhi oleh Kristen dan Amerika (maaf, kata serdadu tukang bunuh dan suruh bunuh saya ganti). Untuk rakyat Aceh, lupakan sajalah cita-cita merdeka kalian. Disamping pamor AM memang sudah jatuh di mata rakyat, juga sang Mahaputri Presiden Megawati"wul" adalah partai pertama yang terang-terangan menentang pelepasan Timor Timur dari Indonesia, apalagi untuk rela mendukung kemerdekaan Aceh yang jelas-jelas lebih diakui integritasnya ke Indonesia oleh dunia internasional. Malah dapatlah kita katakan sekarang bahwa GAM dan ABRI seolah seperti berlomba-lomba ingin mencari justifikasi masyarakat bahwa kelompok mereka-lah yang paling ditakuti dan disegani. Jadi masing-masing pamer senjata, unjuk teror dan sweeping, me-release pernyataan-pernyataan ini dan itu yang seolah-olah demi keamanan dan ketenteraman rakyat. Padahal yang terjadi, rakyat justru semakin ciut dan merasa tak berdaya. Kalau boleh saya memaki GAM dan ABRI justru sama-sama pukimak, tak kepada satu pihak-pun rakyat dapat berlindung dan memperoleh rasa aman. Begitupun, bagi rakyat tetap saja sebahagian besar rasa takut itu ada terhadap ABRI karena ABRI memang kuat dan punya segalanya. Walaupun ABRI cuma menjadi penonton dan sekali-kali korban peluru atas kejadian-kejadian yang menimpa Aceh, tetap saja saya menaruh harapan besar kepada mereka untuk mengamankan Aceh. Saya menunggu diberlakukannya DOM resmi untuk Aceh ditahun 99 ini demi cepat terlaksananya keamanan di tanah Aceh. Dan bus-bus akan ramai mengantar kemanapun tujuan saya pergi, dan emak saya-pun akan dengan senyum-senyum menggelar dagangannya diemperan pajak pagi Lhok Seumawe dengan rasa aman. Dan sebungkus garam akan gampang dijumpai di kios kecil pinggir jalan, dan sebutir Decolgen mudah dicari ditengah malam karena banyak kios yang buka, dan banyak "dan dan yang lain lagi. Tidak seperti sekarang, teror dan pembakaran bersimaharajalela, intimidasi dan pemerasan menjadi cerita hari-hari, umumnya mengatasnamakan GAM, perjuangan GAM dan sejenisnya. Pengungsian menjadi trend baru yang digandrungi rakyat. Kesenggol sikit, ngungsi. Keserempet dikit, ngungsi. Ayam bertarung, ngungsi. Meletus ban sepeda, ngungsi. Asap bakar sampah membubung, ngungsi. Suara becak mesin yang meletup-letup, ngungsi. Enak jadi pengungsi walaupun jarang mandi, saban hari ada yang "nyedekahin". Dasar pu'uet Aceh beu'o. Sudahlah, bosan yang itu-itu aja. Wahai bapak ABRI, kapan DOM resmi diadakan lagi, agar supaya kami bisa aman damai tenteram gemah ripah loh jinawi seperti dulu lagi. Sekian Apa Kapluk ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 18 Jun 1999 jam 08:22:49 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
