---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ++ Pemilu Online: http://www.indo-news.com/pemilu/ ++ ---------------------------------------------------------- Sebetulnya bosan mau nambah nambahin tulisan tentang politik beserta antek anteknya, bukan saja mata sudah lelah baca tulisan tulisan sok serius di apakabar, tapi kemauan untuk sok mendiagnosa cabang ilmu gombal bernama social science sudah lama menghilang dari benak minang ini.. Tapi gravitasi caci maki memang selalu kembali menarik saya untuk membaca respon Jusfiq, juga gravitasi Marina dan Edizal yang punya daya pikat sendiri. kadang kadang kalau ingin sedikit refresh ya baca kolom si IM, selebihnya maaf, saya hampir tidak ada waktu untuk baca semua kolom wayang orang yang amburadul, sebagian merasa berbakat menjadi penulis puisi, sebagian cuma seorang satpam yang sok humanis. Kalau ada yang menanyakan kepada saya bagaimana kira kira masa depan indonesia? Saya akan bertanya balik, masa depan mana yang anda maksud? Pertama cuma orang dogol saja yang percaya bahwa dengan menangnya Mega, Indonesia akan bertambah baik. Tapi harus diakui, dari pada Amien Rais atau konconya si Habibie Mega jelas lebih punya potensial, biarpun bloon kita masih harus optimis di balik sanggul gedenya ini, Mega masih bisa di ajari soal moralitas politik, cara bernegara yang baik, dan moga moga dia mau berhenti mencari petuah dan nasehat roh eyang kangkung dari kamar keramat atau di bawah pohon beringin seperti kebiasaanya orang udik yang tidak punya otak. Tapi satu hal yang membuat saya ragu adalah..Mega punya kecenderungan ngaceng pada manusia berseragam. Dia tidak bisa melihat pangkat dan punya bawaan untuk berbuat maksiat. Contohnya pada saat DPR dan MPR sedang sidang untuk menentukan jatah kusri ABRI, Mega seperti Gus Dur dan Amien diam diam saja, tidur siang saja, main jelangkungan saja tanpa pernah berpikir bahwa nanti justru sang ABRI ini yang bisa mengganjal dia untuk menduduki kursi kepresidenan. Sifat sifat Ngabri ini adalah kelemahan Mega yang fatal. Mega bisa di atur dan dijadikan isntrumen politik ABRI, Dapat dilihat dari cara bagaimana dia memandang kasus Timor Timur, Ketidak sediaan si wanita geblek ini memerdekaan ini pulau jajahan adalah lantaran Mega ngaceng setiap kali Theo Syafei (eks Jendral Berdarah di Tim Tim ) makanya dia iya iya saja kalau si orang tolol ini ngebacot. Mega naik, adalah suatu kemajuan dan bisa memuaskan dahaga orang orang miskin yang dahaga atas perubahan. Tapi Mega yang naik tanpa bisa di kontrol oleh oposisi yang baik adalah bencana.. ABRI adalah biang kerok semua kebejatan di negeri ini, Setelah itu urutannya adalah Golkar dan MUI juga KISDI dan semua ormas Islam penggol orde baru. Dan tidak hanya itu, Semua organisasi Kristen yang melempem terhadap kebrutalan Suharto adalah sama bejatnya, Orede baru adalah bencana, seperti Kumunis seharusnya dia diberantas habis karena organisasinya sangat berbahaya. Golkar seharusnya diskor dan dibubarkan. Dan ABRI, para lonte tidak tahu diri itu memang harusnya dikandangin saja. Kalau kita berani meng autopsi diri sendiri, sebenarnya belum ada perubahan yang berarti di negeri kita ini.Orang orang kecil terus saja di ekploitasi oleh rejim kepanjangan orba, kelas menengah di tipu oleh echo kebebasan berbendapat, orang Minang , suku ketinggalan jaman masih juga memilih Golkar, dan di Sulawesi sana nama Habibie malah makin berkibar, Dan Aceh...hmmm ini bangsa kan masih jadi sasaran latihan menembak ABRI dan tikus tikus busuk lainnya. Kemudian Islam? ha ha...Bahaya laten ide mendirikan negara Islam adalah suatu kegilaan baru yg mesti diwaspadai. Daulah Islam, perjanjian Madinah atau apalah namanya adalah ide purba yang cuma diikuti oleh para tukang ngloco atas nama agama. Apakah mereka tidak melihat bahwa 1/3 dari wilayah Indonesia ini dihuni oleh orang non Islam? jadibagaimana mungkin Indonesia akan menjadi negara Islam bilaorang Bali, Irian Maluku dan Sumbawa atau menado itu diajak bersama sama mendirikan negara Islam? Fakta membuktikan bahwa negara dibawah rejim militer dan rejim Mulah selalu menjadi negara terbelakang, totaliter dan hak hak warga negara masyarakatnya dirampas atas nama rejim. Di Iran ,penganut ajaran Bahai di bantai, di Sudan pengkritik agama di gantung, di Afhagnistan, wanita dilarang bersekolah dan setiap kali kepergok tidak memakai cadar dihukum badan. Rejim Ngabri didunia ini selain Indonesia mungkin cuma tinggal di Korea Utara dan Kumunis Cina, Sedang Irak dan Cuba Presidennya adalah orang sipil yang Ngabri persis seperti Bapaknya si Mega yang otoriter dan megalomania. Kalau ingin maju, negara kita seharusnya Ngabri dan Ngislam dilarang... MUI sebagai lembaga mucikari tempat Suharto dulu memesan fatwa fatwa cabul dibubarkan selama lamanya, ICMI sebagai sarang germo mesti dihancur leburkan. KISDI dan antek entek penjajah keturunan Arab itu di seret ke Cipinang. dan Mega jangan terus menerus tolol seperti ondel ondel basi tidak berguna.. Koalisi? fuck koalisi...ini tidak lebih adalah percabuan nasional Wiranto mesti diseret ke pulau Buru.. Dan semua rejim orde kita biarkan menetap di Nusakambangan. Kalau mau maju , Indonesia mesti punya oposisi yang jujur serta kuat. Jangan hanya mau tergantung seorang cewek bahenol yang kebetulan putri seorang diktator pertama doang... Hasan Basri ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 21 Jun 1999 jam 01:21:56 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
