----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
++ Pemilu Online: http://www.indo-news.com/pemilu/ ++
----------------------------------------------------------

Media Indonesia, 16 Juni 1999

Pemilu Ulang Nodai Kemenangan Rakyat

HIRUK-PIKUK kampanye telah berlalu, 7 Juni telah lewat, pemilu,
pesta demokrasi terakbar pun telah selesai.

Secara umum perhelatan akbar pada tujuh Juni yang baru saja kita
laksanakan bisa dikatakan sukses (tidak terjadi kerusuhan),
padahal jauh hari sebelumnya banyak pakar dan para tokoh politik
memprediksikan bakal terjadi kerusuhan besar, jauh melebihi
kerusuhan yang pernah terjadi sebelumnya. Bahkan dua hari
sebelum hari H ada oknum-oknum tertentu yang mencoba mengungkit
sentimen SARA untuk mempengaruhi emosi massa. Namun dengan
kesadaran yang tinggi dari masyarakat Indonesia segala bentuk
provokasi itu tidak lagi ditanggapi karena memang hanya akan
membuat masyarakat menderita. Mereka, antara orang berada dan
orang yang hidupnya biasa-biasa saja serta dari golongan agama
yang berbeda-beda berbondong-bondong mendatangi TPS-TPS untuk
melaksanakan hak politiknya.

Ini adalah kemenangan rakyat. Rakyat telah menyadari bahwa
selama ini mereka hanya dijadikan kambing hitam oleh pembuat
kerusuhan.

Menyinggung masalah pemilu, rakyat Indonesia telah mendapatkan
hak politiknya secara demokratis tanpa ada intervensi/intimidasi
dari aparat terkait. Maka pantaslah disebut era reformasi ini
adalah era demokrasi sejati.

Sejauh pemantauan saya di TPS 49 dan 50 Kelurahan Kalibata,
Jakarta Selatan, hal itu terlihat dengan jelas, kalaupun ada
kekurangan seperti misalnya tidak mencukupinya kertas suara,
tinta luntur itu, karena waktu pelaksanaan pemilu kali ini
benar-benar sangat singkat. Dan memang kekurangan tersebut pun
langsung bisa diatasi.

Tentang lambatnya data perolehan suara yang diterima KPU hal itu
dapat dimaklumi karena lambannya penghitungan suara di TPS-TPS
belum lagi banyaknya jalur yang dilalui seperti dari KPPS ke
Kelurahan, seterusnya ke PPK (Kecamatan), PPD II, PPD I, sampai
ke KPU itu membutuhkan waktu lama.

Jadi masalah kelambatan data ke KPU dan kekurangan-kekurangan
peralatan pemilu bukan karena adanya intervensi dari pemerintah
tapi karena belum profesionalnya cara kerja kita. Yang paling
penting adalah pelaksanaan pemilu kali ini bisa berjalan dengan
lancar tanpa ada gangguan yang berarti.

Menyinggung banyaknya tuntutan agar diadakan pemilu ulang ini,
sangat berbahaya. Kita harus hati-hati menyikapinya. Saya curiga
jangan-jangan ini adalah skenario besar yang telah dipersiapkan
untuk membuat masyarakat resah agar status quo tetap bertahan.
Bisa jadi pula adanya keanehan yang terjadi di daerah seperti
pencoblosan sehari sebelum hari H, jumlah kertas suara yang
tercoblos tidak sesuai dengan jumlah pemilih terdaftar, pemilu
susulan, dll adalah juga skenario yang telah diatur sedemikian
rupa.

Oleh karena itu kita jangan lantas ambil kesimpulan harus
mengadakan pemilu ulang, itu berarti kita menghianati rakyat
yang telah melaksanakan pemilu dengan baik. Yang benar adalah
mengusut dan mengadili orang yang berbuat curang, bukan
mengorbankan rakyat secara keseluruhan dengan.

Sekali lagi suksesnya pemilu kali ini adalah wujud dari
demokrasi yang benar-benar telah kita jalankan. Rakyat telah
menang, jangan lagi ada yang menodai kemenangan rakyat ini
dengan mencoba membuat macam-macam. Kita harus belajar menerima
kekalahan dan kemenangan dengan hati tulus ikhlas.


LAMHOT SIMANJORANG
Relawan KIPP
Jl. Kalibata Utara No. 44
Jakarta 12740

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 21 Jun 1999 jam 12:40:30 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke