---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ++ Pemilu Online: http://www.indo-news.com/pemilu/ ++ ---------------------------------------------------------- KOLOM SUPANGKAT: HABIBIE VS MEGA JADI 136 LAWAN 131 KARENA PPP Menurut perhitungan sementara yang lamban atau dilambankan itu sampai tang- gal 22 Juni 1999 Mega dapat 131 kursi, Habibie 98 kursi. Tapi dengan 38 kursi PPP yang sudah pasti berkoalisi dengan Golkar itu maka Habibie akan mendapat 136 kursi. Dengan lk 98 suara Golkar + 38 suara ABRI + lk 38 suara PPP = 174 suara. Habibie tinggal memerlukan lk 77 suara lagi untuk memenangkan mayoritas DPR. PDI + PKB = lk 131 + 42 = 173. PAN bisa menjadi "swing votes" menurut politik yang dimejakan di masa datang, seandainya koalisi PDI - PKB berlanjut. Untuk mendapat mayoritas dalam pemilihan Presiden, Habibie membutuhkan 700:2 + 1 = 351 suara MPR. Karena pemilihan Presiden dilakukan di MPR yang suaranya berjumlah 700 se- dangkan Habibie sudah mengantungi 98 + 38 ABRI = 136 suara. Ditambah 38 kursi PPP yang sudah pasti akan memilih Habibie = 174 suara . Utusan daerah dan golongan 200 suara tidak ayal lagi akan diraup Habibie karena orang orang Habibielah yang memilih mereka, sehingga Habibie praktis sudah mengantungi 136 + 200 = 336 suara MPR. Apakah ada kemungkinan 200 suara utusan daerah dan golongan ini akan netral? Untuk menjadi Presiden Habibie memerlukan 351 suara, hanya tekor 15 suara! Habibie akan memperolehnya dari PBB, PK, PDKB, dan partai partai Islam yang akan bergabung karena tidak dapat kursi dengan perolehannya dibawah 2%. Dengan koalisi PPP, Habibie justru akan mendapat 374 suara, kelebihan 23 suara! Golkar dan ABRI sementara ini sudah mengantungi 136 kursi. Kalau dari 200 utu- san daerah dll 100% dikuasai Golkar karena praktis mereka juga yang memilihnya tanpa disoroti media dan parpol prosedurnya itu, maka 336 suara Habibie tidak bisa diguncangkan lagi oleh siapapun juga sehingga tidak akan terjadi deadlock dalam pemungutan suara pemilihan Presiden. PKB lebih berat kecondongannya kepada Islam (walaupun konflik dengan PPP di Jawa, banyak orang NU yang mencoblos PPP), dan oportunisme A. Wahid, maka koalisinya dengan Golkar/PPP tidak mustahil daripada dengan Mega. Belum lagi faktor PAN dan Amien Rais yang akan merebut lk 20 kursi (bukan 7 kursi yang pernah kami tulis, sebenarnya 7%), maka Golkar akhirnya menjadi rebutan PKB dan PAN untuk koalisi, bukan PDI-P yang jadi rebutan. Dalam sistem pemilu Indonesia 1999 ini kelonggaran untuk menggabungkan suara suara yang dibawah syarat minimum l kursi seperti dalam sistem pemilu 1955 walaupun ada sulit dilaksanakan sehingga suara mereka terbuang seperti sampah saja? Apakah koalisi PDI - PKB hanya 173 sedangkan Habibie 174 tanpa 200 utusan daerah dan golongan sementara ini tidak akan mengalami perubahan? Perebutan kursi Presiden akhirnya terjadi juga antara Megawati dan Habibie. Banyak teman teman pengamat/politisi di Jakarta yang meramalkan ini namun saya tidak percaya sedikitpun karena mereka saya anggap pro-Habibie. Kecuali daripada itu kemenangan Habibie akan menegasi stabilisasi politik mengi- ngat pengikut Mega yang beringas, galak dan emosional kurang rasional. Namun kekuasaan membuat orang nekad, apalagi Habibie mengantungi Wiranto/TNI. Wi- ranto tidak akan menyeberang kepada Mega at all costs. Ia mengutamakan rejim Gokar daridapa rejim baru Mega yang belum dipercaya program pembangu- nan ekonomi yang sudah hancur itu. Sementara pihak lain justru menggantungkan harapannya kepada reformasi ekono- mi Mega yang akan mengutamakan perekonomian rakyat katimbang makro- ekonomi. Kwik Kian Gie sebagai ekonom muda yang brilyan mungkin akan kewa- lahan sedangkan masalah politik dan sosial tampaknya belum mendapat tangan yang cukup kondang walaupun banyak pakar muda. Apakah move dari Mega untuk mengatasi mbalelonya PKB dan mencegah PAN masuk kubu Habibie? Apakah kabinet bayangan untuk memancing Wiranto dan PKB dan PAN bisa berhasil melawan strategi Habibie yang begitu teratur rapih berkat bantuan moral dan material incumbent (penguasa) mulai dari UU Pemilu 1999 yang diciptakan untuk memenangkan Golkar itu? ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 23 Jun 1999 jam 17:48:28 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
