----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
++ Pemilu Online: http://www.indo-news.com/pemilu/ ++
----------------------------------------------------------

Republika, 21 Juni 1999

Falintil Langgar Kesepakatan Damai di Timtim
Xanana: Belum Disepakati Siapa yang Lucuti Senjata

JAKARTA -- Sehari setelah menandatangani kesepakatan perlucutan
senjata, Presiden Conselho da Nacional Resistencia Timorense
(CNRT) Kay Rala Xanana Gusmao menyatakan, kesepakatan yang
tercapai Jumat lalu belum mencakup siapa yang akan melucuti
senjata faksi-faksi yang bertikai di Timtim.

Kesepakatan itu, kata Xanana dalam pernyataannya Sabtu (19/6),
hanyalah menyangkut penandatanganan seruan untuk meletakkan
senjata. Ia mengatakan, perjanjian yang tercapai tak mencakup
penyerahan senjata pada polisi Indonesia meskipun hal itu
diumumkan pada acara penandatanganan bahwa kedua belah pihak
telah sepakat untuk menyerahkan senjata pada 'pihak berwenang,
dalam hal ini, Polisi Nasional'.

Sebagai tambahan, Xanana mengatakan, ia ingin pihak TNI menutup
pos-posnya di Timtim sebelum menyepakati penyerahan senjata.
''Faktanya, perlucutan senjata bukan tanggung jawab Polri, KPS,
dan PBB kemudian akan memutuskan instansi mana yang akan
bertugas mengawasi proses perlucutan senjata,'' bunyi sebagian
dari pernyataannya.

Xanana juga menekankan, 'pentingnya menutup seluruh pos militer
yang tersebar di seluruh wilayah, dan TNI agar dibatasi di
barak'.

Sumber-sumber menyatakan dalam dokumen yang ditandatangani itu
tak menyebutkan tanggal. Tapi, Panglima TNI Jenderal Wiranto
menegaskan, periode perlucutan senjata akan berlangsung 20 Juni-
5 Juli 1999.

Namun, meskipun kesepakatan damai telah berkali-kali
ditandatangani dn disetujui, kata Kadispen Polda Timtim Kapten
Pol Drs Widodo DS, ternyata kelompok Forcas Armadas Libertasam
de Timor Leste (Falintil) yang masih berkeliaran di hutan-hutan
tetap melakukan aksinya.

''Hilario Gustavo (40) penduduk kampung Kayleli, Kecamatan
Liquisa, anggota organisasi Besi Merah Putih (BMP) dianiaya dan
dibunuh,'' katanya kepada wartawan di Dili, Ahad (20/6). Korban
ditemukan masyarakat di Kampung Manupavia, Desa Darulete Sabtu
(19/6) sekitar pukul 09.00 WITA dalam keadaan menyedihkan.

Di sekujur tubuhnya terdapat bekas tusukan dan bacokan benda
tajam. Tengkuk korban nyaris putus, sementara di bagian
punggung, lengan, dan lambung terdapat masing-masing empat
tusukan dan bacokan. Widodo menjelaskan, berdasarkan keterangan
keluarganya, korban pada hari Kamis (17/6) pamit untuk pergi
bekerja ke PT Salazar di Desa Vasenda.

Namun setelah ditunggu hari Jumat, korban tidak juga kembali
sehingga mengundang rasa kecurigaan. Dan saat dilakukan
pencarian oleh keluarga ditemukan bahwa di pertengahan jalan
terdapat tetesan darah. Setelah ditelusuri tetesan darah
tersebut, akhirnya ditemukan mayat korban tidak jauh dari TKP.
Kejadian tersebut segera dilaporkan kepada aparat keamanan.
Mendapat laporan tersebut, Kapolres segera mengirimkan petugas
yang disertai dengan petugas medis. Mengingat lokasi TKP jauh
dari kota dan daerah tersebut dikenal sebagai daerah 'rawan',
menyebabkan mayat korban baru dapat dievakuasi pada hari Sabtu,
katanya.

Berdasarkan ketergangan penduduk dan cara-cara pembunuhan,
korban dipastikan dianiaya dan dibunuh kelompok Falintil atau
kelompok yang selama ini antiintegrasi. Sementara itu, Widodo
juga menjelaskan bahwa berdasarkan laporan Polres Viqueque, pada
hari Sabtu (19/6) sekelompok pemuda antiintegrasi telah
melakukan pembacokan terhadap Manuel Soares (22).
Korban mengalami luka serius. Dan setelah melakukan aksinya
kelompok pemuda yang berkekuatan belasan orang itu segera
melarikan diri ke hutan. Korban dianiaya, saat akan menonton
sabung ayam. Saat melintasi tugu Jeremias, tiba-tiba dirinya
dicegat dan dibacok. Akibat pembacokan itu, kepala korban bagian
kiri mengalami luka parah, dan kini sedang dalam perawatan.
Untuk mengusut kedua kejadian tersebut, masing-masing Polres
yang didukung oleh satuan Brimob tengah melakukan pengejaran dan
penyidikan terhadap para pelakunya, demikian Widodo.(afp/ant)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 24 Jun 1999 jam 12:23:20 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke