----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
++ Pemilu Online: http://www.indo-news.com/pemilu/ ++
----------------------------------------------------------

KOLOM SUPANGKAT:

        CITRA INTERNASIONAL INDONESIA JEBLOK DIKUTUK DK PBB
              PRESIDEN HABIBIE HARUS PECAT MENLU ALATAS
                                INDONESIA BUKAN BANGSA BIADAB,  BENARKAN YG
SALAH

Citra internasional Indonesia jeblok setelah dikutuk oleh Dewan Keamanan dan
Sekertaris Jendral PBB Kofi Annan hari Selasa.

Sejak beberapa bulan belakangan ini PBB telah menerima laporan tentang
tindakan kriminal milisia yang dibackingi TNI terhadap penduduk sipil yang
dicurigai pro-kemerdekaan dengan penganiayaan bahkan pembunuhan. PBB
umumnya dan Sekjen Kofi Annan khususnya masih menahan diri dan meng-
harapkan agar pemerintah Indonesia mengambil tindakan yang tegas, namun
tidak digubris, malah hari itu ratusan orang Timtim telah menyerang kantor
PBB dengan batu batu sehingga menimbulkan kerusakan dan cedera pada
personilnya.

Baik Dewan Keamanan yang diketuai Dubes Baboucarr-Blaise I Jagne dari
Gambia maupun Sekjen PBB Kofi Annan mengutuk Indonesia dan menuntut
agar supaya semua pihak menghormati keselamatan dan keamanan personil
PBB yang ditugaskan untuk mengorganisasi pemungutan suara (ballot) yang
dijuluki jajak pendapat oleh Indonesia itu.

Sekjen Kofi Annan dalam statemen yang dibacakan oleh jurubicaranya me-
ngatakan bahwa "serangan fisik terhadap personil dan hak milik PBB tidak
bisa diterima samasekali dan ia menuduh dengan gamblang bahwa
pemerintah Indonesialah yang bertanggung jawab untuk membiarkan
serangan seperti itu."

Utusan Khusus Sekjen Kofi Annan di Timtim Ian Martin menuntut pemerin-
tah Indonesia agar kejadian serupa tidak sampai terulang lagi.

Persatuan Juris Australia telah menyerukan kepada pemerintahnya untuk
tidak lagi menenggang Indonesia dan mengutuk baik penganiayaan, pe-
merkosaan maupun pembunuhan rakyat Timtim yang pro-kemerrdekaan
dan serangan terhadap personil dan kantor PBB, demikian Sydney Mor-
ning Herald hari Selasa.

SEjak lama media dan LSM Internasional memberikan laporan tentang
peganiayaan, pemerkosaan massal dan pembunuhan oleh milisia pro-
integrasi yang dibiarkan kalau tidak dibackingi ABRI, kini laporan PBB
sendiri meyakinkan pemerkosaan massal terhadap perempuan di Timtim.

Serangkaian peristiwa kriminal ini membuat citra internasional Indonesia
jeblok, sama jebloknya dengan Yugoslavia di Kosovo padahal Serbia jelas-
lah komunis, kita mengaku relijius, Pancasilais.
Indonesia menganggap sepi jeritan rakyat Timtim yang dicanangkan oleh
laporan laporan itu.

Menlu Alatas masih tetap menyangkal komplisiti ABRI walaupun Sekjen
PBB Kofi Annan sudah menyatakan dengan pasti bahwa kejahatan milisia
itu dibackingi oleh ABRI sehingga ballot atau jajak pendapat harus diundur-
kan. Alatas ngotot pengunduran jadwal itu cuma spekulasi belaka.

Dengan demikian citra Indonesia jeblok, bukan Menlu Alatas saja yang telah
gagal menghindarkan jebloknya citra internasional kita namun juga seluruh
Deplunya, seluruh politik luar negeri kita telah gagal.

Presiden Habibie akan dituduh komplisitinya dalam serangkaian per-
buatan kriminal terkutuk di Timtim itu kalau ia tidak segera memerintahkan
TNI untuk menghentikannya dan kalau Menlu Alatas tidak mempunyai malu
dan ngotot tidak mau mengundurkan diri, maka Presiden Habibie harus meme-
cat Alatas dengan segera.

Indonesia bukan bangsa biadab a la Serbia!

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 30 Jun 1999 jam 09:34:33 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke