---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ++ Pemilu Online: http://www.indo-news.com/pemilu/ ++ ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk TIM SUKSES HABIBIE DANAI AKSI-AKSI ANTI-MEGA DI SULSEL UJUNGPANDANG (SiaR, 14/7/99). Tim sukses BJ Habibie berada dibalik aksi-aksi anti-Megawati yang dilakukan sekelompok mahasiswa di Ujungpandang. Ketua Dewan Pertimbangan Agung (DPA) AA Baramuli merupakan tokoh yang diduga kuat memberikan bantuan dana untuk serangkaian aksi-aksi anti-Megawati tersebut. Demikian informasi yang diperoleh SiaR, Rabu (13/7) kemarin dari sejumlah aktivis mahasiswa yang menolak untuk terlibat dalam aksi-aksi demo menentang pencalonan Megawati Soekarnoputri sebagai presiden RI. Selain Baramuli, Ketua Dekopin Nurdin Halid, dan juga salah seorang adiknya yang pengusaha di Ujungpandang, ditengarai ikut pula aktif memberikan bantuan dana kepada sejumlah dosen, dan aktivis mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI), dan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar. Seorang aktivis mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) yang menolak terlibat dalam aksi-aksi anti-Megawati tersebut menuturkan, dirinya dan rekan-rekanya menolak, karena mereka menerima informasi, bahwa gerakan tersebut didanai oleh tokoh penting di Jakarta dengan tujuan menggolkan pencalonan Habibie sebagai presiden RI dalam SU MPR nanti. Selain itu, mereka juga menolak karena aksi tersebut dilatarbelakangi oleh semangat yang sangat primordialistik dan sektarian. Aktivis mahasiswa Unhas tersebut juga menyatakan, bahwa gerakan-gerakan aksi anti-Megawati itu rencananya tak hanya melibatkan mahasiswa, tapi juga dari kalangan masyarakat non-mahasiswa. Salah satu aksi dari kelompok masyarakat itu adalah yang dilakukan Forum Aksi Masyarakat Maluku Kie Raha (Rakyat MKR) Sulsel, Senin (12/7) lalu. Gerakan penentangan terhadap Megawati, dan sebaliknya pendukungan bagi Habibie, telah dimulai oleh Baramuli sebelum Pemilu lalu, ketika ia mendirikan Iramasuka Nusantara, yang dinilai sejumlah pengamat sebagai sebuah organisasi yang bernuansa primordialistik, karena menurut Baramuli merupakan organisasi yang merangkul semua komponen masyarakat di Indonesia bagian timur. Tidak puas dengan pembentukan Iramasuka Nusantara yang bertindak sebagai operator gerakan mendukung Habibie, tim sukses Habibie kini membiayai para mahasiswa Ujungpandang untuk melakukan sejumlah aksi menentang Megawati. Terhadap berbagai aksi anti-Megawati di Ujungpandang, SiaR menerima informasi dari para aktivis PDI Perjuangan di berbagai daerah di Jawa, bahwa para pendukung Megawati sedang mempersiapkan suatu gerakan besar-besaran yang menentang munculnya kembali semangat sektarian dan primordialistik yang dapat menimbulkan disintegrasi bangsa. SiaR bahkan memperoleh informasi tentang munculnya sentimen anti suku Bugis-Makassar-dan Gorontalo (BMG) sebagai reaksi terhadap manuver-manuver Baramuli, dan aksi-aksi yang terjadi di Ujungpandang. Seorang Bankorcam PDI Perjuangan di Surabaya menyatakan dengan nada mengancam, agar para elite politik, dan pengamat politik tidak menyalahkan para pendukung Megawati di Jawa, jika sebagai reaksi atas hujatan yang bernuansa primordialistik terhadap Megawati di Ujungpandang, akan muncul semangat anti suku-suku BMG di Pulau Jawa. "Kami cukup lama bersabar. Tapi kalau mereka jual terus menerus, kami pada saatnya akan membelinya. Mereka jual, kami beli. Boleh-boleh saja tak setuju Mega sebagai presiden, tapi penyampaiannya yang elegan dong. Mbok, jangan primordialistik gitu," ujar Bankorcam tersebut. "Jangan bawa-bawa agama atau suku. Biar mereka tahu, bahwa pemilih PDI Perjuangan itu, sembilan puluh persen Islam, dan suku Jawa," lanjutnya lagi.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 15 Jul 1999 jam 06:27:19 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
