---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ++ Pemilu Online: http://www.indo-news.com/pemilu/ ++ ---------------------------------------------------------- Rakyat Merdeka, 12 Juli 1999 Jangan Sampai Kualat Terhadap TNI Saya ingin menanggapi pendapat pengamat politik Marsilam Simanjuntak pada harian Rakyat Merdeka edisi Minggu 4 Juli 1992/20 Rabiul Awal 1420 dengan judul TNI kali ini Abstain sajalah. Hallo Ito Marsilam Simanjuntak, saya salut kepada Ito karena saya tahu bahwa Ito pun tahu bahwa keberadaan TNI di DPR dan MPR sudah dikukuhkan dengan Undang-undang serta Tap MPR. Atas dasar ketentuan hukum tersebut, maka penampilan TNI antara lain yang diangkat untuk DPR 38 anggota dari 500 anggota, untuk DPRD tingkat sekurang- kurangnya 45 orang dan sebanyak-banyaknya 100 orang, termasuk 10 persen anggota TNI yang diangkat. Sedangkan untuk DPRD Tingkat II sekurang-kurangnya 20 orang dan sebanyak- banyaknya 45 orang, termasuk 10 persen anggota TNI yang diangkat. Lha kok Ito masih menghendaki TNI abstain dalam pemilihan presiden. Sungguh Ito berani sekali, tapi aneh juga mengapa kok TNI disuruh melanggar hukum. Menganjurkan TNI abstain dalam pemilihan presiden sama halnya dengan anjuran agar TNI mengabaikan atau meninggalkan konstitusi. Apa sih pertimbangan dan hal-hal yang melatar belakangi keinginan itu? Kalau hanya alasan bahwa TNI alat negara, tapi dengan duduknya di MPR maka TNI mendapat wewenang untuk menentukan pimpinan negara apa salahnya? Pimpinan negara kan juga alat untuk pencapaian tujuan negara. TNI sebagai tulang punggung negara memiliki tanggungjawab dan kewajiban dalam melaksanakan fungsi kontrol terhadap jalannya pemerintahan yang turut serta dalam penentuan kebijaksanaan kenegaraan, pemerintahan dan kontrol terhadap pelaksanaan GBHN. Di samping itu, TNI serupa dengan komponen bangsa lain sebagai kekuatan sosial, bahkan memiliki kemampuan dan jiwa pengabdian secara ril politik bangsa, yang diwadahi berdasarkan kesepakatan bangsa. Silahkan Ito periksa sejarah perjuangan bangsa, niscaya mengetahui bahwa arsitek bangsa dan penyelamat bangsa ini adalah TNI. Founding fathers yang telah mempersatukan bangsa Indonesia menjadi saudara senasib seperjuangan, yang memenangkan perang kemerdekaan melawan penjajah yaitu Jenderal Besar TNI Ir Soekarno dengan stamboek 1301 MBT dan Jenderal Besar TNI Drs Mohammad Hatta dengan stamboek 1302 MBT adalah dua orang prajurit, adalah dua orang politikus ulung pemimpin bangsa yang dikagumi oleh senator USA yang pada tahun 1947 mengunjungi Indonesia. Senator itu menyatakan kekagumannya dengan kata-kata "betapa beruntungnya bangsa Indonesia memiliki dua orang jenderal besar TNI yang memimpin bangsanya selama ini." Mau tidak mau, diterima mau tidak diterima, itulah kenyataan sejarah. Inilah sekedar dari saya untuk memberi ingat, jangan sampai nantinya kualat terhadap TNI. Brawo TNI! Dra Hj Hartiti Ichtiaty Ciracas, Jakarta Timur ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 15 Jul 1999 jam 06:53:37 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
