---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk Sobron Aidit : BUDAYA HILANG BEGITU SAJA Di Indonesia ini, boleh dikatakan semua urusan, semua persoalan, semua perkara, tidak ada ada yang sampai tuntas diurus dan diselesaikan. Dari yang tampaknya mungkin kecil, sampai yang kelihatannya cukup besar bahkan sangat besar, tetap saja tidak diurus sampai tuntas. Mengapa? Mungkin terlalu banyak benang kusut yang jalin-berjalin, kait-mengait, sudah sangat sulit mengusutnya. Dan mungkin kalaupun terus mau diusut akan ketemu biang kerok yang sesungguhnya, dan ini tidak mungkin diurus, sebab menyangkut banyak ikan paus, ikan-ikan besar dan meraksasa. Tak mungkin akan bisa diurus tuntas, percuma saja! Lalu ya sudahlah, biarkan saja berlalu. Kalaupun ada yang berani mau mengusut, di depan sana sudah menunggu ancaman, "okey, kalau kau terus mau ngotot mengusut, aku dan kami sudah siap dengan seperangkat bukti yang kamu dan kalian juga berbuat sama dengan yang kami buat! Boleh, silakan, kita saling bongkar! Boleh coba, kita saling habis-habisan!" Maka masing-masing mundur teratur, dan perkara itu lalu HILANG BEGITU SAJA. Tidak mungkin membongkar sampai tuntas soal Marsinah, soal Udin, soal Eddy Wuryanto dan Bupati Sri Roso. Sejarah sudah membuktikan, perkara itu hanya bikin berbusa mulut teriak-teriak menuntut, tetapi perkara sesungguhnya tetap saja dipeti-eskan : HILANG BEGITU SAJA. Dulu soal korupsi di Pertamina, Ibnu Sutowo, dan banyak lagi rentetannya sampai yang agak besar soal Eddy Tanzil, apa hasilnya? Tak ada, dan raib HILANG BEGITU SAJA,- Lalu ada tuntutan mau mengadili Suharto, bentuk Kejagung baru dengan Jaksa Agung baru, pecat si ini, angkat si itu, umumkan bahwa perkara ini harus benar-benar tuntas. Hadapkan Suharto ke pengadilan! Tapi permainan ini hanya benar-benar sandiwara belaka. Tidak mungkin Suharto dihadapkan ke pengadilan, tidak mungkin berani dan tidak ada yang berani. Semua perangkat tokh dia punya, orang-orang dia, anak-buah dan anak-anak didik dia. Bahkan pada akhirnya ketahuan belangnya, si Jagung yang dapat hadiah ayam betina itulah yang diduga malah ketahuan korupsi cukup besar! Lalu untuk sekedar meredakan kemarahan orang banyak, dia sedikit digeser dan dipindahkan. Tapi apa hasilnya, dan apa yang orang akan lihat kelanjutannya? Tidak ada, tidak mungkin lebih dari segitu saja, yang ada ialah HILANG BEGITU SAJA. Suharto tetap saja sehat-sehat dan selamat-selamat, bahkan mulai lagi tancap gas buat "merebut pikiran massa". Betapa pun dan bagaimana pun besarnya "pembongkaran" dari TIME ke dunia luas, tetap saja Suharto senyum di kulum. Masalah inipun sudah tampak akan HILANG BEGITU SAJA. Sudah terlalu parah apa yang dulu ditanamkan Suharto selama puluhan tahun, Perasaan selalu ketakutan, selalu tunduk, selalu merasa masa bodoh, dan bodoh-membodohi orang banyak. Ancaman Suharto dengan kata-kata "gebug" itu bukan hanya omongan, tapi benar-benar dilaksanakan.. Sampai-sampai menyangkut culik-menculik, hilang-menghilangkan, bakar-membakar, bunuh-membunuh, tak ada dan tak pernah diusut secara tuntas. Belasan masih para aktivis pemuda-mahasiswa hilang tak tentu rimbanya, tak tahu di mana kuburannya. Katanya pernah mau diusut dan diperkarakan. Itu hanya tipuan saja, mau sekedar meredam kemarahan orang banyak. Dan apa yang kita dengar? Apa hasil "pengusutan" itu? Tak ada, nol besar, HILANG BEGITU SAJA. Soal Trisakti, peristiwa naas nasional 13,14 dan 15 Mei, Semanggi, perkosaan, semua HILANG BEGITU SAJA, termasuk masalah Ketapang, Ambon,Sambas, apalagi Situbondo yang kasusnya sudah menyembul lama. Terlalu banyak perkara, persoalan, pengusutan, yang pada akhirnya HILANG BEGITU SAJA. Semoga saja budaya yang sudah membudaya begini, jangan sampai Negara RI sendiri tahu-tahu HILANG BEGITU SAJA. Jangan sampai begitu! Ayo sekarang! Berantas budaya HILANG BEGITU SAJA itu! Paris 15 Juli 1999 ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 19 Jul 1999 jam 06:58:33 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
