---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk BANK BALI DIBOBOL HABIBIE JAKARTA (SiaR, 30/7/1999) Bank Bali diambilalih Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) karena kehabisan modal. Sehari menjelang batas waktu yang ditetapkan Bank Indonesia untuk menyetorkan modal, 22 Juli lalu, bank milik keluarga Ramli itu, ketahuan kosong kasnya. Sumber SiaR di Bank Bali mengatakan uang sedianya akan disetorkan ke Bank Indonesia, ada beberapa triliun, dibobol oleh Rudy Ramli, pemiliknya sendiri. Karena tak bisa memenuhi penyetoran modal pada hari yang ditentukan, Bank Bali dinyatakan diambilalih. Bank Bali sebenarnya sudah disuntik Standard Chartered Bank, sebuah bank asing, sebanyak US$ 56 juta atau sekitar Rp 390 miliar. Dugaan awal, mengapa Ramli membobol banknya sendiri karena Ramli menginginkan kompensasi untuk pelepasan bank itu. Sumber SiaR di Bank Bali tadi mengatakan, sebelum pemilihan umum, para pengusaha yang masih punya uang dan usahanya masih baik diminta menyetorkan sejumlah uang tertentu ke kas Tim Sukses Habibie. Nah, keluarga Ramli ini tak luput dari todongan itu, tentu dengan ancaman-ancaman tertentu. Ramli menyerah dan menyerahkan sekian puluh miliar. Ada kabar juga, Ramli harus menyetor dana yang jumlahnya puluhan miliar juga ke kas Golkar untuk dana pemenangan. Walhasil, Ramli tekor. Dasar pengusaha ia punya cara untuk menyelamatkan dirinya sendiri. Caranya? Ya itu tadi, menggembosi modal banknya sendiri dan menyerahkan banknya ke BPPN. Bank Indonesia (BI) mencium bau tak sedap dari peristiwa yang menimpa Bank Bali ini. Bank Indonesia menduga ada penggembosan modal di tubuh Bank Bali yang dilakukan oleh pemilik Bank Bali sendiri. Ini dikemukakan Deputi Gubernur BI, Subarjo Joyosumarto. Di-take overnya Bank Bali memang mengejutkan. Bank itu selama ini dikenal sehat, kendati agak sakit karena krisis moneter. Bank yang didirikan oleh mendiang Djaja Ramli ini terkenal konservatif dan tak bermain-main dengan membiayai grupnya sendiri apalagi melanggar batas maksimum pemberian kredit.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 1 Aug 1999 jam 12:43:54 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
