----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

Mungkin nama saya seharusnya Zakaria bukan Hasan Basri.
Karena sebuah nama biasanya sangat berhubungan dengan
harapan orang tua atas sikap atau tindak tanduk anaknya nanti
dikemudian hari. Walaupun pada akhirnya banyak terjadi penyimpangan
karakter atau situasi antara person dengan namanya sendiri, contohnya seperti
dibawah ini :

Nama :Slamet Gunawan
Fakta :Slamet mati ketabrak Bajaj

Nama: Hartawan Suryadi
Fakta: Gembel.

Nama : Antony Dermawan.
Fakta: Cina kikir dan korup.

Nama: Soleh Kurnadi
Fakta : Langganan panti pijat dan jago judi.

Nama: Habibie ( Ya Rassululah )
Fakta: Babi

Nama : Akbar Tanjung
Fakta: Otak sebesar molekul.

Nama yang melekat pada kita jelas bukan tanggung jawab kita sendiri,
Para orang tua yang memberi nama 10,20 atau 60 tahun yang lalu juga
tidak bisa disalahkan bila mengharapkan anaknya menjadi soleh,kaya,
besar dan dermawan walaupun karakter anaknya ternyata rusak di kemudian
hari. Kesalah pahaman mengenai sejarah misalnya juga membuat begitu banyak
orang tua yang terlalu berharap dengan nama-nama besar seperti nama
pahlawan.nabi ,Presiden, jendral besar,sampai para rasul.

Nama seperti Sudirman, Napoleon, Gandhi,bahkan Adolf Hitler ( bapaknya Billy
teman saya dulu di LA namanya Adolf Hitler, seorang pengusaha di Jakarta )
banyak menghiasi nama depan atau belakang seseorang.

Yang paling populer jelas adalah nama para rasul.Yakub, Isya , Yahya,
Musa, Harun, Adam, dan the best of two. Muhammad dan Isa .

Isa adalah nama yang bisa dipakai di dua agama. Seperti banyak yang
bernama pak Isa di Indonesia, Yang bernama Mr Jesus Duarte, Jesus
Arman, Yesus bla bla bla banyak  dipakai dibelahan bumi barat. Di Amerika
Latin yang dominan Katolik, Jose adalah nama yang paling digemari untuk
laki laki, selain Maria untuk perempuan.

Sedang Muhammad adalah dominan di negara negara Islam.
Ada jutaan dan barangkali ratusan juta orang yang bernama Muhammad.
Sebagian tidak terkenal dan tenggelam dalam genangan kehidupan awam.
Sebagian menjadi besar dan tenar seperti harapan orang tuanya dan berguna
buat kemanusiaan seperti Muhammad Iqbal, Muhammad Ali Jinah, Muhammad
Natsir,Muhammad Ali.

Sebagian lainnya lagi menjadi diktator ,koruptor atau kyai bajingan seperti:
H. Muhammad Suharto.H. Muhammad Ghalib. H. Muhammad (Bob) Hasan . H.Noer
Muhammad Iskandar.H. Muhammad Naro.

Lalu ada juga Muhammad yang mati lantaran menghina Muhammad.
Yaitu : Muhammad Taha, seorang schollar di Sudan yang berani mengkritik
sejarah Rasuululah periode Madinah, sang Muhammad malang ini di gantung atas
pengadilan Islam Sudan tahun 80 an.

Oke, kembali kepada nama saya, Hasan Basri..hmm ini nama terlalu ke
Arab-araban. Mungkin bapak saya dulu menginginkan saya menjadi ulama besar
seperti Hasan Basri yg dari Mesir itu , walaupun KH Hasan Basri, dan Hasan
Basri Durin adalah dua nama bajingan . Yang satu adalah almarhum ketua
MUI bekas tukang tadah fatwa titipan cendana yang telah migran ke alam baka,
yang satu lagi tukang tilep from Minang yang pernah digamparin mahasiswa
Padang.

Itulah sebabnya saya kadang agak malu juga menyandang nama ini
sebab kalau saya mau menempelkan fakta, yang ada adalah:

Nama: Hasan Basri ( [EMAIL PROTECTED] )
Fakta : Sekularis tulen,anti religi, anti Komunis, agak pro agnostik.
minimum hedonis, very rasionalis, humanis,tidak berjenggot dan berkumis.


Hari Jumaat kemarin ini, selangkangan saya bisulan lagi, Abses di daerah
vital itu membuat saya harus ke hospital dan mendapat operasi lagi.Dan ini
adalah operasi ke dua dalam 3 bulan terakhir.Yang pertama adalah operasi
besar yang membuat saya harus menginap 3 malam di rumah sakit, yang barusan
cuma minor surgery , saya bisa pulang hari itu juga.

Yang membuat saya menulis tulisan ini adalah karena munculnya suatu pemikiran
baru: Barangkali bapak saya salah memberikan nama, mestinya saya bukan
bernama Hasan Basri. Tapi Zakaria..

Bukan, bukan lantaran dia menghendaki saya menjadi santun seperti nabi
Zakaria.Tapi karena setelah saya dewasa, saya selalu punya problem dan
masalah pada  daerah private di tubuh saya disekitar buah zakar....


Hasan Basri

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 1 Aug 1999 jam 22:52:49 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke