---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Karena lagi bosen menjadi tukang tulis, kali ini saya merubah profesi menjadi seorang editor. Setelah mencari tulisan mana yang pantas untuk saya koreksi di keranjang tulisan politik dan serius ala apakabarian, akhirnya keputusan saya jatuhkan pada tulisan seorang maniac depresive yang sebetulnya lumayan berbakat menulis ( asal bukan puisi ) yang sekarang menetap di Holland , Saudara -saudara semua, para hadirin dan hadirot saya perkenalkan : A. Aidit ....... ( Tepuk tangan tidak menggema ruangan tetap sunyi, pada kemana semua pengunjung ?) Baiklah, walaupun ruangan ini sepi, walaupun tidak ada yang tertarik untuk mendengarkan, karena Aidit memang memerlukan editing, manusia yang kabur dari Indonesia tahun 60 an ini sebenarnya adalah manusia patut di kasihani. Suharto dan ABRI memang bangsat. Suharto memang algojo biadab pembunuh ratusan ribu simpatisan PKI ( simpatisan artinya : orang yang nggak ngerti marxisme, tapi latah ikut ikutan organisasi kena bujuk rayu teori kerakyatan dan beras gratis) Dan dalam hal ini saya berpihak pada Aidit ,walaupun sebenarnya jaman modern ini ketenaran Karl Marx sudah terbenam jauh oleh Richard Marx Sebelum memulai editing ini, saudara saudara semua, mari kita berdoa agar nasib Aidit di penghujung hidupnya nanti tidak berakhir seperti Trotsky yang mati lantaran kepalanya dikampak di negeri buangan. AMIN.... Mari mulai.(komentar editor selalu dalam kurung ) Aidit menulis: >>>PRECEDENCE BULK: (Presiden Geblek) KEPUTUSAN RAPAT DPP. PPP.<<<< HB :( Jika ingin menulis sesuatu, usahakan membuat judul yang menarik. Judul di atas dit..sangat kacangan tidak menjual dan iramanya persis mirip dengan irama tulisan rapat kelurahan, Penggunaan singkatan seperti DPP.PPP sangat mematikan daya tarik orang untuk membuka tulisan anda ) >>>Dewan Pimpinan Pusat PPP (PARTAI PROLETARIAT PENCOPET) yang dipresideni oleh Hasan Bisul baru baru ini telah mengeluarkan keputusan bahwa Partainya tidak lagi menyandang nama Partai Proletariat Gelandangan mengingat para anggotanya sudah memiliki mobil (meskipun masih klas ngadat) dari hasil perampokan,penjambretan, pencopetan dan hasil hasil lainnya yang dihalalkan oleh Konstitusi Partai.<<< HB:( Aidit mencoba membuat sebuah analogi yang terlalu dipaksakan. Barangkali dia mencoba untuk melucu, tapi lolucon ini sangat kering dan tidak cerdas sama sekali. Aidit di sini gagal lagi...) >>>Karna rapat diadakan di ibukota Jakarta,maka dengan tidak meremehkan bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional,bahasa Jakarta digunakan oleh para anggotanya,dengan tujuan menghormati ibukota Jakarta sebagai pusat operasi kegiantan copet,jambret dan peras. Dalam nutulen rapat yang dikirimkan pada A.Aidit yang katanya ditolak mentah mentah untuk memberikan pidato sambutan yang berisi seruan agar Partai yang baru berganti nama ini tidak terus melakukan perbuatan perbuatan batil yang menjerumuskan orang orang muda ke dalam kehidupam maksiat anti segala galanya(kecuali yang jahat),Presiden PPP(seorang pemuda tua yang masa pubernya datang terlambat) Hasan Bonang,a.l. menulis sbb: IQ (Insan Qualat) gue sudah pasti lebih tinggi dari IQ(insan ala qadarnya) nya si A.Aidit. Gue memang selalu perhatiin setiap orang nyang sok nulis atawa berani beraninya nulis di Internet sedang IQ-nya sih rendahan.Sembahyang dan ngakunya Islam tapi nyang disembah nabi kejam dan tuhan biadab. Mikir dong dikit.Tapi ya memang sulit,kalo nggak bisa base Inggris nggak bise gue tunjukin itu sejarah gelap nabi tukang potong kepala Yahudi. Gue sendiri bace buku nyang terbitan abad ke 18 malahan nyang lebi bawe lagi.<<< HB:( Aidit menampakan emosi, itu bagus.... seorang penulis memang mesti punya emosi yang pekat selain mesti punya kemampuan untuk mengkreasi humor..Tapi kalimat-kalimat di atas adalah seperti ucapan preman pasar yang kurang bise menggertak pemilik warung, Emosi Aidit sama sekali tidak menggigit, dia berusaha mati-matian untuk nampak galak, tapi hasilnya cuma seperti si doggy, anjing pudel milik istri saya yang gemar menyalak cuma untuk minta perhatian ) >>>Itu satu bagian kecil isi notulen kata kata Hasan Bakso (Islam makan babi).Seorang pembaca yang bersimpati pada saya menanyakan apa sih yang mennyebabkan saya begitu _geram_ (tanda kutip dari pembaca) pada si Hasan Botol(tak bisa diubah dan hanya bisa dipecahkan menurut pengakuannya sendiri).Ke_geraman_an saya tidak lebih dari kegeraman pembaca pembaca lainnya pada si Hasan Bengkok(dia dari golongan Padang Bengkok) yang selalu menteror pembaca dengan hinaan cemoohan,makian terhadap pribadi,agama,Tuhan dan pandangan politik orang lain. Anti Tuhan dan Anti Agama. Sebuah kombinasi yang cukup aneh tapi disengaja sebagai reklame tulisan tulisannya yang selalu agressif. Itulah jawaban saya pada pembaca yang bermaksud baik itu dan terima kasih saya ucapkan.Teman teman saya setelah membaca debat kusir antara saya dan Hasan Balado(cuma berlagak pedas tapi sebenarnya cuma gertak sambal) menasihatkan kepada saya agar saya tidak lagi memeladeni si Hasan Beser ini.Cuma buang buang waktu saja kata teman teman saya yang bermaksud baik itu. Saya sedang memikirkan nasihat yang baik itu dan saya sudah cenderung untuk untuk mendengarkan nasihat kawan kawan saya itu. Apalagi sekarang musim panas sudah hampir berahir sedang saya belum ambil vakansi. Sepuluh jam harus berada di luar rumah untuk cari makan lalu tiga jam untuk pekerjaan rumah dan membantu istri. Sisa waktu hingga jam satu malam harus digunakan se efektif mungkin agar berguna dan sempat untuk mengisi hidup ini agar punya arti dan juga menikmatinya jika mungkin. Di dalam Al Qur an disebutkan: < Telah Aku(Tuhan)ciptakan manusia hidup dalam penuh kesusahan>.Semoga si Hasan Bingung tidak lalu kesurupan membaca ayat tsb karna mangkelnya.<<< HB:( Kesalahan Aidit berikutnya adalah, dia selalu menyelipkan kata kata Tuhan dan ayat Quran dalam tulisannya setelah dia meraung raung marah, meringis minta dikasihani, akhirnya diapun memaksa pembaca untuk mengerti bahwa " Saya ini orang beriman, lihat ini ayat ..bla bla " Dit, belajarlah untuk tidak berlindung di balik baju baju Tuhan. Disini tugas anda adalah menulis bukan ceramah Jumaat yang bikin kepala ngantuk karena kebanyakan dengar ayat dan nama Tuhan di ulang ulang.) >>Adapun kesimpulan yang bisa saya tarik tentang penulis Hasan Besi (semoga ia tidak bangga dengan sebutan besi)ini adalah sbb: 1. Hasan Basri (saya kembalikan namanya yang bukan hakekat tapi hanya sebagai pengenal) adalah seorang penulis yang sebenarnya bisa menarik dan bermutu tulisannya bila ia tidak keliru menyasar obyek tulisannya (memaki agama,nabi nabi,Tuhan,anti komunis a la Suharto).<< ( Ada yang saya tidak mengerti dari statemen ini. Pertama Aidit mengatakan " sebenarnya bisa menjadi penulis yang menarik dan bermutu asal....bla bla.." Baiklah ini saya anggap sebagai pujian.. Tapi tunggu dulu....mari kita baca dibawah ini..) >>2. Metode Hasan Basri untuk mencapai ketenaran dan merebut hati pembaca adalah dengan sensasi,mengejar jumlah tulisan tulisannya, mengesankan dirinya super dan meremehkan orang lain apalagi orang orang yang berani menentangnya sehingga ia semakin congkak.<<< HB:( Ini sebuah kritik yang baik.Saya harus mengakui kadang kadang kepala minang ini sering melembung besar sendirian...thanks ) >>>3. Pujian pujian yang diterimanya dari pengagumnya meskipun menurut pengakuannya ia tidak suka pujian tapi dalam kenyataannya ia telah sangat dimanjakan pujian pujian pengagumnya sehingga ia tidak mampu bangkit menulis yang lebih bermutu. Ke naifan telah menina bobokkannya sehingga ia sukar tumbuh dewasa bersama tulisan tulisan tulisannya.<<<< HB:( Ini juga saya sangat setuju sekali. Saya juga mengaku sering merasa begitu sombong dan angkuh. Saya setuju dengan Aidit . Pujian yang kelewatan itu bukanlah berkah melainkan malapetaka. Lihat si Amien Rais, Kenapa dia bisa begitu congkak sekarang ini? Ya karena pendukungnya terlalu menyembah nyembah Amien seperti dewa. Mahasiwa dan rakyat jelata sama bersalahnya dalam membuat Amien menjadi sok. This selfish pig from ICMI jadi besar kepala lantaran gelar " Bapak Reformasi " yang dulu di berikan padanya. ) >>>4. Hasan Basri mempunyai secuil bakat tapi memang tidak terlalu cemerlang. Dengan kesombongannya dan kekurangan kekurangannya yang lain seperti yang telah disebutkan diatas ia telah mempertumpul dan bahkan menyia-nyiakan bakatnya yang tidak besar itu dan ia hanya puas dengan apa yang bisa dicapainya sekarang.<<<< HB:( Nah yang ini yang saya nggak ngerti, di point pertama Aidit bilang " Saya bisa menjadi penulis bermutu, sekarang dia bilang bakat saya tipis. Penyair gagal ini nampaknya berusaha menutupi kekaguman dan respeknya pada Proletar dengan cara yang ruwet. Dia merasa saya berbakat, tapi agar supaya saya nggak mangkak dia menarik lagi pernyataannya di statemen pertama. ) >>>5. Kelebihan Hasan Basri. Memang ia seorang penulis yang berani mes- kipun cuma suka hantam kromo dan tidak teliti dan kurang perhitu- ngan. Ia tidak pandai menggunakan kritik kritiknya yang tajam yang seharusnya dipusatkan kepada musuh kemanusiaan seperti kediktatoran,kemunafikan,militerisme dan terrroisme massa.Ia hanya puas dengan kritik kritiknya yang brutal terhadap pribdi pribadi yang dibencinya sehingga wajar saja kalau ia menerima buah yang tidak manis dari lawan lawannya.<<<< HB ( Soal kritik pada diktator, militerisme, Suharto dan para bajingan di pemerintahan saya mah udah nulis jutaan kali.Kritik terhadap pribadi juga terbatas pada pejabat doang kok dit. Dari semua milis yang saya masuki setelah setahun lebih, baru cuma dengan anda saya perang dan saling menyerang pribadi. Sama yang lainnya seperti Hasan Rasyidi, dan Ahmad Sudirman, palingan cuma perang mulut biasa... malah jauh setelah berakhir itu polemik, nama baik mereka saya angkat di cerbersal ( cerita bersambung ngasal ) Bonang ) >>Demikianlah semoga tulisan ini tulisan terahir dari saya yang mengenai debat kusir antara saya dengan Hasan Basri penguasa kolom Proletar yang halaman rumahnya tidak bisa dimasuki oleh lawan lawannya. A.AIDIT. Hoofddorp 27799.<<< HB ( Oi entar dulu...mau kemane ente? belom apa apa mau ngibrit aja loe.. Jangan dong dit, teruskan dong menulis, walaupun tanpa anda milis apakabar dan Indonesianews juga tidak terpengaruh apa apa, saya kan butuh rival dan sparing patner plizzzz ..pretty plizzzzz ) SARAN-SARAN PERBAIKAN BUAT AIDIT: 1. Coba cari tema yang lain dalam menulis selain melayani Proletar. ( 4 tulisan anda terakhir menunjukan obsesi anda pada Proletar ) 2.Hindari menulis puisi, tapi kalau masih mau maksain juga go ahead. Barangkali saya bisa mengedit agar emosi pra puber bak anak SMP swasta Taruna Bakti jalan ujung gurun no 122.Rangkas Bitung Status sekolah : Megap megap, Murid banyak yang madol- mudah mudahan emosi kupluk anda ini bisa sedikit berkurang. 3. Plilih varian yang lebih menarik dalam beranalogi. 4. Komunis adalah paham yang sudah usang. Ingat itu... 5. Dengarkan Richard Marx ( Endless summer night ) jangan Karl Marx (a very long winter in Gulag ) 6. God is hiding..... jangan bawa bawa nama dia lagi. Sang kreator besar itu udah malas dengan segala macam ulah manusia. 7.Tolstoy is a good christian, tau? 8.Down with Khomeini... ( opss dia udah dibawah tanah kok ya..) 9.Hidup Mega ( tanpa Abri tentunya ) 10.All you need is a dollar and a big dream ..PLAY LOTTO ! Hasan Basri ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 3 Aug 1999 jam 01:00:02 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
