---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Republika, 24 September 1999 RESONANSI: Pesan Buat Australia Oleh: Zaim Uchrowi John Howard tentu bukan Pauline Hanson. Yang satu perdana menteri terpilih. Satunya lagi cuma politisi kontroversial. Yang satu negarawan yang memberi arah kemudi bagi Australia. Yang satu lagi adalah tokoh rasis yang melecehkan bangsa-bangsa berkulit non-putih. Dialah yang mengobarkan kebencian pada warga keturunan Asia di Australia. Namun, ada yang mempersamakan keduanya di samping soal kewarganegaraannya. Keduanya sama-sama percaya bahwa dirinya mewakili ras paling beradab. Ras yang dianggap paling berhak membimbing (kalaupun bukan menggurui atau mendikte) ras lainnya. Hanya caranya yang berbeda. Cara Pauline Hanson norak. Howard melangkah elegan dalam menyuarakan keyakinan yang sama. Howard menempatkan dirinya sebagai bangsa Eropa yang berada di dekat Asia. Karenanya, kata Howard, Australia mempunyai tugas yang ''khas''. Howard menempatkan dirinya sebagai tangan pemimpin Barat, Amerika, di Asia. Karenanya, ia merasa Australia punya hak lebih untuk berperan di Timor Timur. Saya senang Australia peduli Timor Timur, meskipun menganggap diri ''lebih berhak'' ketimbang yang lain adalah sebuah arogansi. Sejauh ini, Indonesia pun tak pernah menghalangi keterlibatan Australia. Yang disampaikan Jakarta hanya ketidaksukaan atas ke-'ngotot'-an Howard. Namun, Howard ternyata melangkah jauh. Ia seperti memberi angin kebencian warga Australia pada orang-orang Indonesia. Maka, teror demi teror pun menghujani orang-orang Indonesia di sana. Howard memang punya alasan. Menurutnya, situasi hanya terpanaskan oleh cara pemberitaan pers Australia yang memang berlebihan. Bisa jadi argumen Howard ini benar. Tapi, selama ini, ia tidak pernah melakukan langkah apa pun untuk meluruskan keadaan. Dengan demikian, sepertinya Indonesia adalah bangsa biadab. Howard tentu tahu bahwa sangat-sangat sedikit bangsa Indonesia yang mendukung aksi memporak-porandakan Timtim. Sebagian kalangan militer memang harus ikut bertanggung jawab. Tapi, menimpakan seluruh tanggung jawab pada bangsa Indonesia secara keseluruhan adalah sangat tidak berdasar. Barangkali memang demikian cara Howard untuk menyampaikan pesannya. Ia memberikan tekanan pada seluruh bangsa Indonesia --termasuk lewat teror dan intimidasi-- agar (pada gilirannya) kita semua menekan pihak yang paling harus bertanggung jawab. Baik! Bila itu cara menyampaikannya, kami semua telah menerima pesan itu secara jelas. Kita mengerti persis pesan tersebut. Karena itu, semestinya pula kita mengirim pesan pada Howard: bukan begitu cara bertetangga yang baik. Selama ini, sebagian kita telah mencoba mengirimkan pesan itu. Di antaranya adalah Dosen UGM yang menolak ''bantuan beasiswa Australia''. Namun, pesan-pesan tersebut masih terlalu bergaya Asia. Masih terlalu lembut untuk dapat dipahami Howard yang bangga atas keeropaannya. Kita tetap ingin bersahabat dengan bangsa Australia. Entah dengan Howard. Kita juga tak akan menempuh cara-cara biadab meneror warga tetangga di sini. Tapi, kita perlu menyampaikan pesan secara tegas. Pesan yang dapat mereka pahami secara jelas. Misalnya dengan menyetop impor daging dari Australia. Juga berpuasa terhadap merek-merek Australia seperti Kraft, Berry Juice, atau cuma sekadar apel. Sayangnya, para pejabat kita lembek. Mereka bukan segera menentukan sikap, tapi malah menunggu aksi Australia berikut. Mereka sibuk menyelamatkan posisinya sendiri ketimbang berbuat bagi bangsa. Itu yang membuat Howard terus menjulurkan lidahnya pada kita. Dan ia akan terus menjulurkan lidahnya hingga milenium mendatang. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 27 Sep 1999 jam 09:30:32 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
