----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


ACHMAD SUMARGONO DIDUGA PASOK BOM MOLOTOV

        JAKARTA, (SiaR, 28/9/99). Front Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan
Demokrasi (Famred) mensinyalir aparat berada dibalik pengiriman delapan
kardus bom molotov saat bentrokan mahasiswa-aparat 23 dan 24 September di
Kampus Unika Atma Jaya. Selain itu Achmad Sumargono alias Gogon Ketua Umum
Komite Solidaritas untuk Dunia Islam (KISDI) diduga ikut memasok bom-bom
molotov itu sebagai upaya provokasi.

        Famred mengakui ada pasokan bom molotov saat bentrok mahasiswa
dengan aparat 23-24 September tempo hari. Mahasiswa mencurigai hal tersebut
sebagai kerja intelejen atau kalangan elit politik tertentu. Sementara itu
Gogon sibuk membantah tuduhan sebagai pemasok bom molotov saat bentrok tersebut.

        Seorang anggota Famred mengatakan ada yang memasok delapan kardus
Aqua berisi bom lolotov, namun ia tak tahu siapa yang memasok. Namun, ia
menduga keras, pasokan itu datang dari arah aparat. Dari saksi mata yang
dikumpulkan Famred, pemasok itu datang dan pergi dari arah aparat, padahal
situasi saat itu tak memungkinkan bagi siapapun untuk melintas di depan
Kampus Atma Jaya. Pemasok logistik untuk para mahasiswa saja dicegat aparat.
"Kami curiga militer sendiri yang bermain atau kelompok militer tertentu,"
ujar seorang anggota tim Medis Atma Jaya.

        Memang delapan kardus bom molotov itu dibuat dengan rapi dan
profesional, di lapangan SiaR mendapati ada beberapa jenis bom molotov.
Namun bom molotov yang dikemas dalam kardus Aqua itu terdiri atas tiga
jenis. Pertama adalah ukuran botol kecap berisi bensin dicampur soda api,
dibalut plastik dengan sumbu. Kedua, botol berukuran kecil, dan ketiga
seukuran botol teh botol.

        Sementara itu Gogon yang juga diduga memerintahkan pemasokan bom
molotov itu merasa perlu untuk datang ke Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin
(27/9). "Saya ingin mengklirkan karena belakangan ini saya dituduh mensuplai
bom molotov dalam aksi massa kemarin," kata Gogon kepada wartawan. Ia tidak
dipanggil polisi namun datang sendiri.

        Belakangan ini memang beredar kabar santer bahwa orang-orang Gogon
lah yang memasok bom molotov pada saat bentrokan mahasiswa dengan aparat
23-24 September lalu. Sebuah sumber SiaR menyebutkan, upaya pemasokkan bom
molotov itu bertujuan agar militer mempunyai alasan untuk membasmi gerakan
demonstrasi. ***


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 28 Sep 1999 jam 13:36:42 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke