----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

Rakyat Merdeka, 26 September 1999

Tak Jelas Milisi Yang Ditangkapi Interfet

Jakarta, Rakyat Merdeka
Penyerahan pengamanan wilayah Timor Timur (Timtim) dari Mayjen
Kiki Syahnakri kepada Komandan Interfet Mayjen Peter Cosgrove akan
dilaksanakan, Senin (27/9) lalu, namun keberadaan para milisi yang
ditangkap pasukan internasional itu masih perlu diperjelas.

Karena Timtim masih wilayah Indonesia sebelum penyerahan
perwaliannya kepada PBB, maka penanganan masalah hukum atas
penduduk Timtim tentunya masih berada di pihak Polri, kata
Kadispen Polri Brigjen Togar M Sianipar, di Jakarta.

Meski Interfet terus melakukan penangkapan atas milisi, katanya,
polisi sebagai penyelidik belum ada menerima milisi-milisi yang
ditangkap itu. Setelah penyerahan tanggungjawab pengamanan
sepenuhnya kepada Interfet, maka nasib milisi yang ditangkap
Interfet itu perlu diperjelas.

Sianipar mengatakan ini Jumat (24/9) lalu menurutnya, di Timtim
sekarang terdapat dua kompi Brimob dan satuan reserse. Jumlah itu
diperkirakan sudah memadai untuk melaksanakan tugas-tugasnya.

Sementara itu, Rakor Polkam di Jakarta, Jumat, dengan tegas
mengatakan bahwa hubungan Indonesia-Australia kini mencapai titik
terendah. Di kalangan rakyat Indonesia kini timbul perasaan
antipati terhadap Australia, karena negara tetangga itu telah
menyinggung hati nurani rakyat Indonesia. Pemerintah tidak akan
membiarkan bangsa dan negara kita ditekan oleh unsur asing,"
demikian Rakor Polkam.

Sementara itu di New York, Amerika Serikat, Menteri Luar Negeri
(Menlu) Ali Alatas menegaskan prinsip-prinsip Indonesia di tengah
pergaulan internasional dewasa ini. Dalam menyoroti isu Timor
Timur, Menlu Ali Alatas menyebutkan tekad Indonesia yang tetap
komit mengakui hasil jajak pendapat. Di samping itu juga
ditekankannya bahwa prinsip Indonesia yang ingin menegakkan
keadilan tanpa mengorbankan kedaulatan bangsa.

Dalam pidatonya di depan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa
(MU-PBB), Menlu Alatas secara umum telah menjawab keraguan
kalangan internasional yang hingga saat ini terus menyoroti
Timtim. Wartawan Rakyat Merdeka di Washington DC Ramadhan Pohan
melaporkan, pidato tersebut disampaikan Menlu Alatas dalam debat
umum sidang tahunan MU PBB ke 54. Sumber dekat yang mengikuti
pidato Menlu RI Kamis petang setempat atau Jumat pagi WIB itu
menyebutkan momen tersebut bersifat umum. Artinya, masing-masing
negara menyampaikan sikap-sikap negara mereka berkaitan dengan
isu-isu internasional yang berkembang saat ini.

"Namanya memang general Debate, tapi nggak ada debat. Menlu RI
membacakan statement Indonesia. Jadi, menyampaikan, posisi masing-
masing terhadap berbagai masalah ekonomi, politik dan isu
lainnya,"kata sumber kepada Rakyat Merdeka.

Kendati demikian, kesempatan perdebatan MU-PBB tersebut tak pelak
bisa dijadikan ajang penjelasan Indonesia menghadapi sorotan
internasional. Di depan peserta debat tahunan Ke-54 tersebut,
Menlu menyebutkan tanggungjawab RI saat ini adala memenuhi hasil
jajak pendapat 30 Agustus lalu. Bahkan Indonesia, kata Menlu
Alatas, siap membantu jalan kemerdekaan Timtim tersebut. (AN)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 30 Sep 1999 jam 06:25:45 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke