---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Stockholm, 3 Oktober 1999 Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wr wbr. KETIDAKPASTIAN JIHAD Ahmad Sudirman XaarJet Stockholm - SWEDIA. Untuk Saudara Ujang Abdurrochman. Saudara Ujang Abdurrochman yang beberapa kali telah menyampaikan tanggapannya terhadap beberapa tulisan saya yang lalu. Dimana pada tanggal 2 Oktober 1999, kembali saudara Ujang mengirimkan hasil buah pikirannya yang dikumpulkannya dalam bentuk analisa yang dicakup dalam pengertian "ketidak pastian mengenai makna jihad". Dibawah ini saya sampaikan sedikit tanggapan saya kepada hasil pemikiran saudara Ujang. PEMIKIRAN Ujang: Saudara Ahmad yang terhormat, ada sedikit ketidakpastian pada diri saya tentang makna jihad yang Saudara berikan. Dengan mendasarkan pada QS.at-Taubah : 20, Saudara menyebutkan bahwa untuk melakukan "sebagian jihad" yang lainnya haruslah setelah berdirinya Daulah Islam. Lalu, tentulah Saudara akan berdiam diri melihat kejadian yang menimpa saudara-saudara muslim, di Ambon misalnya, karena mereka hanyalah sebagian dari kaum Muslimin dan "bukan kaum Muslimin seluruhnya". Ditambah lagi, Saudara sudah mengkategorikan hal ini sebagai Jihad Kufar, yang hanya dapat dilakukan setelah berdirinya Daulah Islam. Alangkah gawatnya kalau seluruh kaum Muslimin berpendirian seperti Saudara. Kaum Muslimin akan semakin terpuruk dengan keadaan yang menimpa mereka. Analisa saya : Saudara berpendirian untuk mengikuti setiap jejak langkah Rasulullah secara berurutan dari mulai da'wah di Mekkah sampai hijrah ke Madinah. Dan tidak sedikit kaum Muslimin yang berpendirian serupa. Bahkan ada yang kemudian mengindentifikasikan dahulu kondisi sekarang menurut perioda Mekkah dan Madinah. Mereka umumnya mengkategorikan kondisi sekarang termasuk ke dalam perioda Mekkah, selanjutnya mereka mencontoh Rasulullah pada waktu di Mekkah. Yang paling ekstrim, ada yang "tidak mewajibkan jilbab" karena perintah memakai jilbab turun setelah Rasulullah di Madinah. Syari'at Islam yang diturunkan kepada Rasulullah memang tidak sekaligus tapi secara berurutan, sesuai dengan perkembangan kondisi sehingga memudahkan kaum Muslimin waktu itu untuk memahami dan meng'amalkannya, sampai semua syari'at itu sempurna diturunkan (QS.al-Ma'idah : 3). Sekarang kita semua lahir di mana Syari'at Islam telah sempurna diturunkan. Kita tidak berhak memilah dan memilih syari'at Islam yang mana yang akan dilaksanakan. Demikian. Semoga Allah mengampuni segala kekhilafan kita. Amin. (Ujang Abdurrochman, 2 Oktober 1999). PEMIKIRAN Ahmad: Baiklah saudara Ujang Abdurrochman. Jelas, Syari'at Islam telah sempurna diturunkan dan apapun yang akan dilakukan dalam rangka membina aqidah Islam, membangun ummat, menerapkan, melaksanakan dan mengawasi hukum-hukum, aturan-aturan Islam, membentuk pemerintahan Islam dan membangun kembali Daulah Islam Rasulullah dengan konstitusi yang mengacu kepada Undang Undang Madinah yang bersumberkan kepada Al Quran dan Sunnah Rasul harus mencontoh kepada apa yang telah dicontohkan Rasulullah saw. Begitu juga dengan melaksanakan jihad, sebagaimana yang telah saya tulis dalam tulisan "Jihad" ( http://www.dataphone.se/~ahmad/990714.htm ) dan tulisan "Sekali lagi tentang jihad" ( http://www.dataphone.se/~ahmad/990720.htm ). Bagi yang belum membaca kedua tulisan tersebut dan ada waktu, silahkan melihatnya di kedua site tersebut diatas. Untuk sekedar memberikan sedikit gembaran, disini saya kutifkan kembali dari tulisan "Jihad" diatas sebagai berikut: "Jadi, kalau mengikuti cara atau metode Rasulullah saw dalam melakukan jihad yang artinya melakukan perang dijalan Allah adalah dilaksanakan setelah turunnya perintah Allah yang tertuang dalam Al Haj,22: 39-40 dan Al Baqarah,2: 190 dan telah melakukan hijrah serta telah berdirinya Daulah Islam Rasulullah. "Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya disisi Allah, dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan." (At Taubah: 20). Dalam berjihad ini ada bermacam-macam jihad, diantaranya jihad untuk mempertahankan aqidah Islam dari pihak kaum kuffar yang selalu memusuhi dan berusaha menghancurkan aqidah Islam yang disebut dengan jihad kuffar. Jihad melawan syaitan yang selalu membisikan kejelekan dan kejahatan yang disebut dengan jihad syaitan. Jihad melawan kaum munafikin yang mengaku muslim tetapi ingin menghancurkan aqidah Islam dan ummat Islam yang disebut dengan jihad munafikin. Jihad terhadap diri, yaitu memahami, mengamalkan, menyeru kepada Islam, mengajari orang yang belum mengetahui, bersabar dalam berdakwah kepada Allah dan bersabar menghadapi gangguan makhluk, kesemuanya itu disebut dengan jihad nafsi. Jihad melawan kaum yang murtad dan membuat kerusakan dan gangguan dalam khilafah Islam yang disebut dengan jihad murtad. Jihad melawan mereka yang selalu berbuat zalim dan penganiyaan terhadap kaum muslimin yang disebut dengan jihad zalim. Misalnya, jihad untuk melawan dan mempertahankan diri dari pihak kuffar yang selalu memusuhi aqidah Islam dan kaum muslimin perlu dilakukan dengan segala persiapan yang ada dan dimiliki oleh kaum muslimin, dari mulai diri, harta, peralatan dan persenjataan. Tetapi tentu saja dalam melakukan jihad kuffar ini harus mencontoh kepada apa yang telah dilakukan oleh Rasulullah yaitu untuk mempertahankan aqidah Islam, kaum muslimin seluruhnya, pemerintahan Islam dan Daulah Islam dengan mencari ridha Allah Jadi kalau ada dari pihak kaum muslimin sekarang yang berusaha melakukan jihad kuffar ini, haruslah mencontoh kepada Rasulullah, janganlah membuat-buat jihad dengan jiwa dan harta hanya untuk kepentingan kelompoknya, melainkan untuk mempertahankan aqidah Islam, kaum muslimin seluruhnya, pemerintahan Islam dan Daulah Islam dengan mencari ridha Allah. Kesimpulan akhir adalah melakukan jihad kuffar, jihad murtad, jihad munafikin dan jihad zalim dilaksanakan setelah melakukan hijrah dan berdirinya Daulah Islam dengan maksud untuk mempertahankan aqidah Islam, kaum muslimin seluruhnya, pemerintahan Islam dan Daulah Islam dengan mencari ridha Allah. Adapun jihad syaitan dan jihad nafsi bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. (Ahmad Sudirman, Jihad, http://www.dataphone.se/~ahmad/990714.htm ). Jadi, dalam menerapkan dan melaksanakan jihad ini harus dilihat dari tujuan jihad itu dan termasuk jihad yang mana dan mencontoh kepada jihad yang telah dicontohkan dan dilaksanakan Rasulullah saw. Nah sekarang, bagaimana dengan kejadian di Ambon?. Jawaban saya adalah pertumpahan darah di Ambon bukanlah suatu akibat dari kejadian seperti yang digambarkan dalam jihad kuffar artinya suatu kejadian yang disebabkan oleh deklarasi perang agama yang melibatkan suatu Daulah Islam dalam rangka mempertahankan akidah Islam, ummat Islam seluruhnya, membela dan mepertahankan tempat kaum muslimin dalam Daulah Islam menghadapi serangan kaum lain dari Daulah lain yang juga telah medeklarasikan perang untuk menghancurkan Daulah Islam beserta semua kaum muslimin. Melainkan dari kenyataan yang terjadi di Ambon adalah bukan seperti yang saya gambarkan diatas, walaupun melibatkan kaum muslimin dan kaum nasrani (Kristen). Kejadian itu lebih banyak berdasarkan kepada tindakan dan kebijaksanaan politik, ekonomi dan sosial Pemerintah pusat seperti ketidak merataan ekonomi, sosial, pendidikan, pelanggaran hak asasi manusia dan ketidakadilan. Dan seperti yang telah saya tulis dalam tulisan "Apa tujuan pergolakan di Ambon?". Dimana saya menulis: "Kalaulah rakyat Ambon yang kristen ingin membangun Daulah Kristen Indonesia dengan ajaran-ajaran kristennya, (menerapkan hukum-hukum, aturan-aturan kristen, membela kaum kristen keseluruhan) mengapa tidak tampil pelopor-pelopor kristen yang mengumandangkan ajakan bersama kepada seluruh kaum kristen dimanapun berada untuk bersama-sama membangun Daulah Kristen Indonesia dengan dasar-dasar kristennya yang berpusat di kota Ambon? Kalaulah Rakyat Ambon yang muslim ingin (mempertahankan aqidah Islam, hukum-hukum, peraturan-peraturan Islam, kaum muslimin seluruhnya, pemerintahan Islam dan Daulah Islam dengan mencari ridha Allah) mengapa tidak tampil pelopor-pelopor muslim yang mengumandangkan ajakan bersama kepada seluruh kaum muslimin dimanapun berada untuk bersama-sama mempertahankan aqidah Islam, hukum-hukum, peraturan-peraturan Islam, kaum muslimin seluruhnya, pemerintahan Islam dan Daulah Islam dengan mencari ridha Allah ? Tetapi kenyataannya yang sampai kepada saya sampai detik ini adalah rakyat Ambon yang muslim bukan ingin (mempertahankan aqidah Islam, hukum-hukum, peraturan-peraturan Islam, kaum muslimin seluruhnya, pemerintahan Islam dan Daulah Islam dengan mencari ridha Allah). Begitu juga rakyat Ambon yang kristen bukan ingin (menerapkan hukum-hukum, aturan-aturan kristen, membela kaum kristen keseluruhan dan) membangun Daulah Kristen Indonesia dengan ajaran-ajaran kristennya Melainkan menurut pemikiran saya adalah karena kebijaksanaan-kebiijaksanaan politik, ekonomi dan sosial Penguasa Indonesia yang diawali oleh Soeharto dengan militernya dan diteruskan oleh B.J. Habibie sekarang dengan militernya, ditambah dengan kepentingan politik dari berbagai kelompok, baik sipil ataupun militer. (Jadi untuk pemecahan di Ambon) melalui tulisan ini saya menyampaikan kembali apa yang telah saya usulkan dalam tulisan [990816] Kelemahan Pancasila = Kelemahan Habibie" yaitu, 1. Adakan segera dialog langsung dibawah Presiden Habibie antara Pemuka-pemuka Agama Islam, Kristen, Adat dan Masyarakat yang ada di seluruh Ambon. 2. Tarik mundur TNI dari Ambon. 3. Batasi pendatang luar masuk ke daerah Ambon. 4. Para provokator baik yang ada di Ambon atau yang ada diluar Ambon yang tertangkap segera ajukan ke meja hijau untuk dijatuhi hukuman yang setimpal. 5. Setiap para Pemuka Agama Kristen, Islam, Adat dan Masyarakat Ambon dan diluar Ambon berusaha semampunya untuk meredakan ketegangan dan permusuhan yang timbul di Ambon. 6. Membantu dengan materil kerugian yang telah diderita oleh rakyat yang tinggal di Ambon. 7. Hentikan propaganda yang berisikan bahwa di Ambon telah terjadi perang agama. ( http://www.dataphone.se/~ahmad/990828.htm ). Inilah sedikit tanggapan saya untuk saudara Ujang Abdurrochman. Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada [EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.* Wassalam. Ahmad Sudirman http://www.dataphone.se/~ahmad [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 3 Oct 1999 jam 18:46:50 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
