---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk JIKA BERKUASA, GUS DUR ANCAM BERTANGAN BESI TERHADAP DEMONSTRAN JAKARTA, (SiaR, 12/10/99). Belum berkuasa, dan memenangkan perebutan kursi kepresidenan, tapi KH Abdurrahman Wahid, Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama sudah memberi peringatan ("warning") kepada warga masyarakat, tak terkecuali mahasiswa, dan simpatisan parpol tertentu yang akan berdemonstrasi menggugat pemerintahannya. Hal ini ditegaskan, Gus Dur, panggilan akrabnya, kepada para wartawan, Senin (11/10) kemarin sehubungan dengan meningginya suhu politik di tanah air akhir-akhir ini, terutama dengan adanya eskalasi aksi demonstrasi yang dilakukan para pendukung Megawati Soekarnoputri, dan berbagai elemen mahasiswa yang khawatir terhadap kembalinya pemerintahan bergaya Orde Baru. Menurut Gus Dur, jika dirinya terpilih dalam pemilihan capres pada Sidang Umum MPR tanggal 20 Oktober 1999 mendatang, ia akan mengerahkan ribuan bansernya untuk membantu aparat keamanan mengatasi aksi-aksi demonstrasi yang tak puas terhadap kondisi tersebut. Penegasan Gus Dur itu mengecewakan berbagai kalangan aktivis pro-demokrasi yang dihubungi SiaR di sela-sela demonstrasi yang dilakukan di Bunderan Hotel Indonesia, Senin siang. Kama, aktivis Famred, dari simpul massa Universitas Jakarta, menegaskan, apa yang dikatakan Gus Dur merupakan gejala dari bangkitnya kembali kekuasaan otoritarian fasistik pasca rezim Soeharto. "Meskipun presidennya sipil, tapi TNI akan digunakan sebagai alat pemukul terhadap seluruh kekuatan kritis rakyat. Ini jauh lebih berbahaya dari rezim Soeharto," tegasnya ketika di temui di sela-sela aksi Famred. Senada dengan Kama, salah seorang aktivis Gerakan Buruh Marhaen, Guntur Siregar menyatakan keheranannya dengan apa yang diucapkan Gus Dur, apalagi Gus Dur bagi sebagian masyarakat sudah digelari sebagai "Bapak Bangsa". Menurut Guntur, jika rakyat pendukung Megawati sampai turun ke jalan, itu berarti ada yang tidak beres dengan pelaksanaan Sidang Umum MPR. "Mengapa hasil Sidang Umum MPR tak korelatif dengan hasil Pemilu? Apa yang terjadi dengan wakil-wakil rakyat di sana?" ucapnya. Guntur juga mengingatkan agar para elit politik mau lebih berendah hati memahami kehendak rakyat. Ia yang mengaku telah berkeliling ke berbagai tempat di Jawa mendengar langsung bagaimana rakyat menghendaki pilihan mereka dalam pemilu lalu dihargai para elite yang telah diberi mandat di SU MPR. "Soal ancaman Gus Dur, saya dan teman-teman hanya mendoakan agar para elit dibukakan pintu hatinya sehingga tak terjadi pertumpahan darah. Soal dukungan terhadap Mbak Mega, kami akan jalan terus dengan aganda kami, tak bergeming dengan ancaman Gus Dur. Gus Dur itu kan Bapak Bangsa...," katanya. *** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 12 Oct 1999 jam 13:04:19 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
