----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

Karena sekarang orang lagi musim bikin open letter
alias surat ngablak, surat terbuka, untuk para tokoh
yang mulia Habibie, Amien Rais, Kwie Kian Gie,
Suharto, Wirantol,Megawati, Gus Dur dengan kata-
kata yang sok ilmiah dan memusingkan seperti semua
tulisan Ahmad Sudirman ( Kepada YTH Habibie dan Mega
yang mana adalah sekarang adalah berada di persimpangan
untuk menentukan jalannya sekularisme daulah Pancasila,
yang karenanya bertentangan dengan daulah Rasullulah
dengan UU Madinah...) DAMMMNNN SHUT UP MR
PIGFACE..!!- bisa gila gue kebanyakan baca kalimat you yang
Madinah, Rasullulah, Daulah, Yahanu, Yahana..meow..

Oleh sebab itu saya sekarang ikutan membuat surat
terbuka. Tapi karena semua tokoh sudah disurati secara
terbuka semua...Maka dengan itu saya sengaja menuliskan
sepucuk surat buat sang idola sejak SD...Dina Mariana...

Kepada: Dina Mariana
Jalan Gunung Sahari IX no (lupa)
Jakarta, Indonesia

Dear Dina,
Ini adalah surat kedua yang pernah saya kirim ke kamu say..
Surat pertama saya kirim 22 tahun yang lalu, waktu saya
masih umur 12 tahun, kelas 6 SD..Saya mendapatkan
alamat kamu dari koran Sinar Harapan dan Majalah
Kawanku, Waktu itu saya nekad menyurati kamu
setelah seharian melototi wajahmu yang asoy beserta
tahi lalatmu yang gemilang seharian di kamar mandi,
Terus terang sejak kecil otak saya memang bisa bersaing
adu ngeres dengan si Tommy Suharto,kamu memang
lebih cantik dari Chicha dan Sari Koeswoyo, Saya
begitu tergila-gila padamu say, setelah mendengarkan
lagu " Ayah " yang membuat mata saya basah,
Saya bertekad untuk mengawinimu dan membawamu
ke gangku agar bisa saya pamerkan pada teman-teman.

Dear Dina,
Surat saya ternyata tidak kamu balas, saat itu saya begitu
patah hati, tadinya aku berniat menyeleweng dengan
mengirim surat pada idola saya yang lain...Arie Kusmiran
dan  Broke Shields, tapi lantaran pertama si Arie jauh
lebih tua dan kedua saya ngga bisa nulis dalam bahasa Inggris,
saya gagalkan saja niat itu..Saya tetap bertekad menunggumu..

Dear Dina,
Nasib ternyata berkata lain. Kini setelah 22 tahun...saya
masih menunggu balasan suratmu.. Tapi..barangkali mesti
nya saya menyerah saja, kamu pasti sudah kawin, sudah
beranak...walaupun rada cemburu saya masih berharap
mudah-mudahan suamimu tidak bertampang ancur seperti
Abdul Gafur , Tidak bermuka Ali Yaphi dan mudah-mudahan
ketiak suami kamu tidak berbau arab dan ICMI...

Dear Dina,
Sejujurnya, di SMP dulu saya pernah melupakan kamu
sejenak setelah melihat lekuk lekuk Enny Beatrice dan
Eva Arnaz. Di SMA saya juga sempat jatuh cinta pada
Chintami dan pernah menghayal ngeres main gila
dengan  Tante Raesita. Tapi setelah semua itu lewat..
Hati saya tetap saja mengenang tompelmu yang
mengkilat...ah say,saya kangen kamu...

Sehabis menulis ini surat, saya mau berdoa
pada Tuhan..Mudah-mudahan tampang kamu
tetap cantik dan ayu..Mudah-mudahan wajahmu dijauhkan
Tuhan dari paras Dessy Anwar, Ainun Habibie,Ibu
Jowono Sudarsono dan Bu Harmoko,Tapi walaupun demikian
saya berharap bokongmu masih sesekel mbak Tutut
yang goncengannya bisa diduduki 2 laki-laki sekaligus..

Dear Dina,
Surat terbuka ini pasti tidak kamu baca,tidak apa say..
Saya masih bisa mengerti...Kamu pasti sibuk..kamu
pasti banyak acara...ah...tapi awas jangan dekat dekat
dengan Arie Sigit dan bokapnya..mereka masih doyan
duit dan permen M&M nya para wanita, bisa-bisa kamu
dijadikan selir dan ngisep loli pop made in Solo setiap
hari, ini akan merusakan bibirmu yang indah bagai
buah delima..

Dear Dina,
Ijinkan saya mengatakan dengan penuh perasaan.
Saya mencintaimu lebih dari kehidupan..lihat
mata saya berkilatan bagai jidat berminyak Amien
Rais yang sedang diterpa spot light lampu ruangan
Sidang DPR, yang sebentar lagi akan mengamini
pidato pertanggung jawaban Habibie..lihat pohon
Golkar di balik selangkanganku bergerak setiap
kali membayangkan dadamu yang menggemaskan..
Lihat....Sang Wirantolku tersayang berdiri
dengan tegap siap perang lantaran jiwa
nasionalisme  yang kental pada sosokmu, sayang...

Dear Dina,
Kini biarkan saya permisi dulu...
Malam sudah cukup larut di sini..
Dina Mariana.. I lop yu...cup..cup..cup..
Splat..splat..splat.. slep..

Hasan Basri
October,12,1999

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 13 Oct 1999 jam 03:54:25 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke