----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

PERCIKAN BUDAYA
87/III/1999
==================

Sajak-sajak Kuslan Budiman

     KATA SEBILAH BELATI

   Di manakah pamanku itu?
   Dia hilang, karena kader tingkat kecamatan.
   Apakah kalau kader tingkat kecamatan
   berhak untuk dihilangkan?
   Waktu itu teror negara merajalela
   diantara kami rakyat jelata
   sepatah pun tak bisa mengucap kata.

Dan pembunuh-pembunuh itu
kemudian menyesali...
Diantara mereka ada yang tiap malam
mengelilingi rumah berdoa agar diampuni...
Meskipun hanya melaksanakan perintah
malam hari belati-belati geletak-geletik
dan berbisik, katanya: Bekas darah ditubuhku
sudah kaubersihkan, tapi bau amisnya
apakah tak kau rasakan?

September 1999

      SURABAYA

Betapa panas
dan betapa menyengat
kehidupan sekeliling

udara pengap
rumah-rumah
berdesak-desak
pagar besi melingkar
rumah baru tanpa latar

aku yang sepanjang waktu
ditikam rindu
tak bisa lagi menikmati
kesejukanmu

Dulu aku suka kluyuran
di mana-mana kutemukan
canda dan gelak tawa

tapi kini
deru
menusuk telinga
debu
penuh sesak dalam dada

Kucintai kota ini
karena menyimpan kenangan
semasa kemerdekaan
Karena tak ada keadilan
Surabaya, penghunimu terus berlaga!

021999

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 20 Oct 1999 jam 04:14:56 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke