----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

GUS DUR - MEMOTONG DITIKUNGAN !

Oleh: Ki Ageng Mangir

Bagi kebanyakan orang, terutama buat para anggota MPR yang
menjatuhkan pilihan ke Gus Dur, kelihatan sangat menikmati
kegembiraan karena Gus Dur berhasil menduduki kursi Presiden
Republik Indonesia ke V secara resmi untuk periode tahun 1999
- 2004.

Bagi penulis hasil ini walaupun secara resmi harus diakui
sebagai hasil pemilihan melalui voting yang demokratis, tetapi
secara moral adalah tidak etis, yang bisa mengurangi nilai
legitimasi dari Gus Dur sebagai Presiden (dan bisa menjadi
masalah serius kalau massa PDIP merasa dikibuli Gus Dur).

Tadinya penulis masih mengira-ngira bahwa pencalonan Gus Dur
sebagai Capres tidak lebih sebagai strategi untuk memuluskan
jalan Megawati menuju kursi kepresidenan, tapi ternyata
samasekali tidak dinyana seseorang seperti Gus Dur masih punya
ambisi untuk dirinya sendiri.

Penulis mengatakan bahwa tindakan Gus Dur mencalonkan diri
sebagai Presiden tidak etis karena:

- Gus Dur pada masa pemilihan umum tidak pernah mencalonkan
diri jadi Presiden dan tidak pernah kampanye untuk ini.
- Gus Dur ber-kali2 telah menyatakan mendukung Megawati untuk
menjadi Presiden.
- Gus Dur sendiri walaupun sebagai petinggi NU tapi, bukan
ketua partai peserta Pemilu.

Makanya kata yang paling tepat buat Gus Dur adalah memotong
ditikungan, walaupun mungkin maksudnya untuk menyelematkan
bangsa dari perpecahan - tapi bisa juga malahan sumber dari
perpecahan. Bagaimana caranya Gus Dur bisa meredam kemarahan
massa Mega (walaupun Mega sendiri bisa menerima) - akan
menghadapi dengan menurunkan Banser dari NU - apa namanya ini
bukannya ngajak perang ?

Seluruh dunia boleh saja meng-elu2 Gus Dur sebagai Presiden
RI, bagi penulis dia tidak lebih adalah pembohong yang tidak
bisa dipegang kata-kata-nya dan memanfatkan situasi untuk
keuntungan dia pribadi. Dan ini bukan permulaan yang baik
untuk seorang mulai menjadi Presiden apalagi datang dari
kalangan ulama.

Langkah-langkah Gus Dur dua bulan kedepan, adalah langkah yang
perlu sangat dicermati apakah sebetulnya kita memilih Gus Dur
adalah memilih mutiara atau sekedar memilih lumpur.

Maka lengkaplah kesenjangan apa yang dihasilkan oleh MPR dengan
apa yang dirasakan oleh rakyat diluar gedung MPR:

- Ketua DPR - Akbar Tanjung - sang ketua partai yang partainya
banyak bercokolnya para koruptor.
- Ketua MPR - Amin Rais - pengkhianat reformasi
- Presiden - Gus Dur - memotong ditikungan

Semuanya ini sah dengan atas nama demokrasi, tapi apakah secara
moral bisa dipertanggung jawabkan atau memang politik itu
sekedar tipu menipu dan akal2-an dan tidak perlu memperhatikan
moral ?

Oktober '99

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 21 Oct 1999 jam 03:17:10 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke