---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk HAMZAH HAZ, YUSRIL DAN BOMER DIDUGA TERLIBAT SKANDAL BANK BALI JAKARTA, (SiaR, 5/11/99). Menko Kesra dan Taskin, Hamzah Haz, Menteri Hukum dan Perundang-undangan Yusril Ihza Mahendra serta Menteri Tenaga Kerja Bomer Pasaribu diisukan terlibat dalam skandal Bank Bali. Dari ketiganya, nama yang paling santer disebut adalah Hamzah dan Yusril. Isu itu menyebutkan bahwa Hamzah menerima uang dari kelompok Habibie sebesar Rp 1,3 milyar. Sedangkan Yusril terkait dengan skandal Bank Bali karena menerima uang Rp 1,5 milyar dari Habibie. Untuk Yusril ini sudah terkonfirmasi oleh pernyataan yang dilemparkan Fadli Zon beberapa waktu lalu. Menteri Koordinator Bidang Kesra dan Taskin Dr Hamzah Haz menilai isu yang mengungkap dirinya terlibat dalam kasus skandal Bank Bali bermotif politis, seperti yang juga mereka tuduhkan kepada Partai Golkar, sehingga akan berdampak pada organisasi politik tersebut. Bahkan ia sempat emosi terhadap wartawan yang menanyakan kepadanya. "Siapa saja yang menyebutkan, akan saya tuntut, siapa? Kamu menyebutkan, akan saya tuntut," tegasnya. Menurut Hamzah, fitnah tuduhan menerima dana BB dari kalangan tertentu sengaja dihembuskan untuk menghancurkan nama baik dirinya dan keberadaan PPP yang kini dipimpinnya. Sebelumnya, Ketua MPR Amien Rais mengatakan, pihaknya mensinyalir ada dua menteri Kabinet Persatuan Nasional yang menerima dana dari kasus BB, namun dia tidak menyebutkan nama jelas kedua menteri tersebut. Adapun Meneg Hukum dan Perundang-udangan Prof Dr Yusril Ihza Mahendra menilai munculnya nama dua menteri yang tak disebut-sebut dalam longform (yang hilang halaman 54-nya) itu mengada-ada, dan isu itu sendiri dinilai murahan. "Itu isu murahan, kan sudah jelas tidak disebut-sebut, lantas muncul nama-nama di luar itu," ujar Yusril. Sementara Presiden Abdurrahman Wahid menegaskan pihaknya akan menonaktifkan menteri di kabinetnya yang terbukti terlibat dalam skandal Bank Bali (BB) dan jika kemudian terbukti bersalah di pengadilan, menteri itu harus dicopot. "Saya tidak tahu menteri itu. Jika menteri itu dituntut oleh Kejaksaan atau pengadilan maka dia harus nonaktif. Begitu terbukti di pengadilan dia harus diganti," tegas Gus Dur dalam acara jumpa pers di Bina Graha, kemarin siang. Gus ingin tetap menunjukkan kekonsistenannya bahwa dia akan menegakkan pemerintahan yang bersih. "Mau apa? Longform atau mau pakai longhouse? Itu prinsip untuk semua orang, tanpa kecuali. Jadi, terserah pada Jaksa Agungnya, kalau ada laporan-laporan seperti itu, tanya Jaksa Agungnya," tegas presiden Gus Dur.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 6 Nov 1999 jam 03:05:13 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
